KlikMojok – Pada Jumat, 16 Oktober 2026, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) menggelar Pameran Kopi dan Herbal yang menampilkan beragam produk minuman herbal inovatif karya siswa kelas XI. Acara ini menjadi platform penting untuk memperkenalkan potensi kewirausahaan siswa melalui pengembangan bahan-bahan tradisional. Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik, Muhammad Ismail Fahmi, turut hadir mengunjungi stan-stan pameran dan menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para siswa.
Pameran yang diselenggarakan sebagai kegiatan kokurikuler ini secara khusus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa kelas XI Smamdela.
Dengan mengusung tema “Feel the Move, Taste the Innovation,” kegiatan ini mengundang Muhammad Ismail Fahmi dari HIPMI Gresik. Kehadiran Fahmi bukan hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga untuk memberikan wawasan berharga dari sudut pandang dunia usaha kepada para siswa.
Selama pameran, para siswa tidak hanya memamerkan produk minuman herbal buatan mereka, melainkan juga menunjukkan kemampuan bereksperimen dengan berbagai kombinasi bahan. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan cita rasa dan tampilan yang menarik, sekaligus menjadi sarana efektif bagi siswa untuk memahami potensi produk dan peluang bisnis yang terkandung di dalamnya.
Fahmi secara khusus memberikan pujian atas dedikasi siswa dalam mengubah bahan-bahan tradisional menjadi minuman yang inovatif. Ia meyakini bahwa bahan lokal menyimpan potensi besar yang belum tergali, asalkan siswa memiliki keberanian untuk mengeksplorasi kombinasi dan cara penyajian yang baru dan segar.
Salah satu kreasi yang berhasil menarik perhatiannya adalah minuman kunyit asam yang diperkaya dengan tambahan jeli atau jeruk, menunjukkan adanya sentuhan inovasi. Selain itu, Fahmi juga mengidentifikasi potensi besar dalam pengembangan minuman berbasis jahe dan apel.
Menurut Fahmi, bahan-bahan tradisional seharusnya tidak dipandang sebagai pembatas kreativitas. Justru sebaliknya, bahan-bahan tersebut dapat berfungsi sebagai fondasi awal untuk menciptakan produk minuman herbal yang mampu menjangkau daya tarik pasar yang lebih luas.
Di samping memberikan apresiasi, Fahmi juga memberikan evaluasi konstruktif mengenai cita rasa minuman yang disajikan siswa. Salah satu produk yang menerima masukan adalah wedang secang hasil racikan kelompok XI IPA 1 Smamdela.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan rasa, karena cita rasa merupakan salah satu faktor krusial yang menentukan penerimaan produk oleh konsumen.
Lebih jauh lagi, Fahmi mendorong siswa untuk tidak berhenti berinovasi dan melanjutkan kegiatan kewirausahaan mereka setelah pameran ini usai. Ia bahkan mengusulkan agar produk-produk tersebut dapat dipasarkan dalam acara car free day (CFD) di GKB pada kesempatan berikutnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Fahmi menawarkan fasilitas khusus bagi kelompok siswa yang berhasil meraih juara pertama dalam pameran tersebut. Kesempatan ini akan memungkinkan siswa untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat luas.
“Anak-anak bisa diajak untuk berjualan di CFD GKB, khususnya yang meraih juara pertama hari ini, saya fasilitasi di paling depan nanti,” ungkap Fahmi, menegaskan komitmennya dalam mendukung inisiatif kewirausahaan siswa.
Tawaran yang diberikan oleh Fahmi ini secara signifikan membuka pintu bagi siswa untuk memperoleh pengalaman kewirausahaan yang otentik dan berharga. Melalui kesempatan ini, mereka akan belajar bagaimana berinteraksi langsung dengan konsumen, memperkenalkan produk secara efektif, dan menerima umpan balik langsung dari pasar.
Selain itu, pengalaman ini juga akan membekali siswa dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kualitas produk serta kemampuan untuk membaca dan merespons kebutuhan konsumen. Keberhasilan dalam dunia usaha, seperti yang dijelaskan, tidak semata-mata bergantung pada kreativitas, melainkan juga pada kemampuan untuk memenuhi ekspektasi pasar.
Keterlibatan aktif praktisi bisnis seperti Muhammad Ismail Fahmi terbukti sangat memperkaya proses pembelajaran kokurikuler di Smamdela. Interaksi langsung dengan beliau memungkinkan siswa untuk mendapatkan penilaian objektif dari sudut pandang dunia usaha, sekaligus memahami langkah-langkah konkret dalam pengembangan produk.
Oleh karena itu, pameran kopi dan herbal ini melampaui sekadar ajang unjuk kreativitas. Kegiatan ini secara komprehensif memperkenalkan siswa pada seluruh siklus pengembangan produk, mulai dari tahap eksperimen bahan baku hingga strategi pemanfaatan peluang pemasaran.
Dengan bekal pengalaman berharga ini, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi potensi usaha yang terkandung dalam setiap karya yang mereka ciptakan. Dari racikan minuman yang awalnya dibuat di lingkungan sekolah, mereka kini memiliki pemahaman awal tentang cara membawa produk inovatif mereka lebih dekat kepada masyarakat luas.












