KlikMojok – Di tengah hiruk pikuk geliat industri pertambangan di Jawa Timur, sebuah upaya senyap tengah digulirkan oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Fokusnya bukan pada eksploitasi sumber daya alam semata, melainkan pada perbaikan fundamental tata kelola perizinan. Langkah konkretnya adalah mendorong para pemegang izin usaha pertambangan (IUP) untuk terintegrasi dalam MinerbaOne, sebuah sistem satu data pertambangan nasional yang digagas oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Aftabuddin Rijaluzzaman, menjelaskan bahwa MinerbaOne hadir sebagai instrumen krusial demi mewujudkan transparansi dan ketertiban dalam seluruh proses perizinan. “Jadi MinerbaOne salah satu langkah ESDM untuk mewujudkan transpransi dan tertib perizinan,” ujar Aftabuddin dalam sebuah kesempatan di Surabaya.

Untuk memastikan sistem ini diadopsi secara optimal, Dinas ESDM Jawa Timur tidak tinggal diam. Berbagai upaya sosialisasi dan pelatihan intensif, termasuk coaching clinic, terus digalakkan. Salah satu kegiatan yang belum lama ini digelar adalah Coaching Clinic Registrasi MinerbaOne pada 26-27 Agustus 2026, yang terselenggara berkat fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Malang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber langsung dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Republik Indonesia, menegaskan komitmen bersama dalam penguatan sistem.
Acara yang dibuka langsung oleh Aftabuddin ini dihadiri oleh 219 pemegang IUP di Jawa Timur yang dilaporkan masih menemui kendala dalam proses pendaftaran di MinerbaOne. “Meskipun sistem MinerbaOne dibangun oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Dinas ESDM berinisiatif melakukan sosialisasi dan pendampingan mengingat banyak pemegang izin di Jawa Timur terkendala dalam proses pendaftaran,” ungkap Aftabuddin, menyoroti peran proaktif dinasnya.
Melalui metode presentasi yang interaktif, uji coba akun secara langsung, dan sesi dialog mendalam dengan para narasumber, coaching clinic tersebut berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai kendala pendaftaran. Antusiasme dan respon positif yang ditunjukkan oleh para peserta menjadi indikator keberhasilan upaya ini.
Aftabuddin menegaskan bahwa pengelolaan kegiatan pertambangan, khususnya di Jawa Timur, haruslah berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Transparansi yang dihadirkan melalui sistem seperti MinerbaOne menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut. “Pencatatan perizinan pada sistem satu data juga memiliki manfaat bagi masyarakat luas dalam hal mengoptimalkan hasil tambang untuk lebih menyejahterakan masyarakat sekitar melalui program CSR atau Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat,” paparnya.
Ke depan, Aftabuddin berharap penguatan tata kelola melalui sistem terintegrasi seperti MinerbaOne dapat membawa dampak positif yang lebih luas. “Ke depan, kegiatan penguatan tata kelola seperti ini diharapkan mampu mendukung pertambangan Jawa Timur yang tertib administratif, berwawasan lingkungan, memberikan kepastian berusaha, meningkatkan penerimaan negara dan daerah serta menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya, menutup harapan akan masa depan pertambangan yang lebih baik dan berkeadilan.













