KlikMojok – Keluarga besar SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan empati kepada para murid melalui sebuah aksi kemanusiaan. Pada Rabu (2/9/2026), sekolah ini secara simbolis menyerahkan donasi sebesar Rp16.585.000 yang berhasil terkumpul dari partisipasi murid, orang tua, guru, dan seluruh civitas akademika. Dana tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menjadi sebuah inisiasi pendidikan karakter yang berharga bagi generasi muda.
Proses pengumpulan donasi ini merupakan wujud nyata dari semangat berbagi yang ditanamkan sejak usia sekolah. Donasi sejumlah Rp16.585.000 tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh dua perwakilan murid kelas 9 Fez, Sabrina Salsabila Erdesya dan Azalia Mercyana Zahirah. Mereka menyerahkan bantuan tersebut kepada Ustadz Slamet Hariyadi, A.Md., S.Pd.I., yang mewakili Kantor Layanan (KL) Lazismu GKB Gresik.

Penyerahan donasi ini menandai puncak dari sebuah gerakan kepedulian yang diinisiasi oleh seluruh keluarga besar Spemdalas untuk para korban bencana gempa bumi di NTT. Lebih dari sekadar mengumpulkan bantuan finansial, kegiatan ini dirancang sebagai sebuah wadah pembelajaran yang efektif bagi murid-murid untuk mengembangkan rasa empati, menumbuhkan kepedulian, dan memupuk semangat berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Program penggalangan dana ini bermula dari Surat Penggalangan Dana Nomor 919/IV.4/SMP.M.12.GKB/F/2026 yang diterbitkan pada tanggal 19 Agustus 2026. Melalui surat resmi tersebut, seluruh komponen warga sekolah diajak untuk berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini, sebagai bentuk solidaritas yang kuat terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah berat.
Pengumpulan dana dilakukan dengan dua metode yang memudahkan partisipasi, yaitu melalui transfer ke rekening bank yang telah ditentukan atau penyerahan donasi secara tunai langsung kepada wali kelas masing-masing. Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran, Spemdalas menjalin kerja sama erat dengan KL Lazismu GKB Gresik dalam menghimpun serta mendistribusikan seluruh donasi yang terkumpul.
Filosofi yang mendasari gerakan ini adalah keyakinan bahwa kepedulian tidak harus selalu dimulai dari hal-hal besar. Donasi yang diberikan dengan tulus, meskipun nilainya mungkin terlihat kecil, memiliki potensi besar untuk menumbuhkan harapan dan meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Semangat inilah yang menjadi motor penggerak bagi seluruh keluarga besar Spemdalas dalam melaksanakan program Peduli Bencana NTT.
Menanggapi inisiatif tersebut, Ketua KL Lazismu GKB Gresik, Suwono, S.TP., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas tingginya tingkat kepedulian yang ditunjukkan oleh seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan di wilayah Gresik Kota Baru. “Alhamdulillah, hingga hari ini donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 89 juta. Semua Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan di Gresik Kota Baru sudah berkontribusi,” ujarnya, menggarisbawahi skala partisipasi yang luas.
Suwono juga menjelaskan bahwa seluruh donasi yang berhasil dihimpun akan segera disalurkan setelah mendapatkan koordinasi dan arahan yang jelas dari KL Lazismu GKB Gresik. Ia menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Spemdalas yang telah memberikan donasinya,” sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi yang diberikan.
Bagi Spemdalas, kegiatan penggalangan dana ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar aktivitas mengumpulkan bantuan untuk korban bencana. Kegiatan ini dipandang sebagai elemen integral dari pendidikan karakter yang bertujuan untuk membimbing murid-murid agar memiliki hati yang peka dan responsif terhadap kondisi serta kebutuhan orang lain di sekitar mereka.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Ain Nurwindasari, S.Th.I., MIRKH, memaparkan bahwa kegiatan penggalangan dana ini sengaja diwujudkan sebagai sarana yang efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial di kalangan murid. Ia menegaskan, “Kami ingin menumbuhkan rasa peduli dan empati murid terhadap saudara-saudara yang sedang terkena musibah. Donasi ini juga menjadi bentuk nyata pembelajaran untuk saling menolong dan berbagi.”
Ain Nurwindasari juga menyatakan rasa syukurnya atas partisipasi aktif dan tulus dari seluruh keluarga besar Spemdalas yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Kepedulian yang berhasil dikumpulkan selama periode penggalangan dana akhirnya terwujud dalam bentuk donasi dengan total Rp16.585.000.
Lebih lanjut, Ain memberikan pesan khusus yang mendalam kepada para murid agar tidak menunda untuk berbagi kepada sesama hanya karena menunggu memiliki banyak harta. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Sekecil apa pun yang kita berikan dengan ikhlas, insyaallah bernilai di sisi Allah,” pesannya, menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal.
Menurut Ain, kebiasaan berinfak dan berbagi merupakan nilai-nilai luhur yang perlu ditanamkan secara konsisten sejak usia sekolah. Dengan pembiasaan ini, murid-murid diharapkan dapat tumbuh dan berkembang tidak hanya sebagai generasi yang unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kepedulian sosial tinggi serta kepekaan yang mendalam terhadap lingkungan sekitarnya.
“Saya berharap anak-anak terbiasa memiliki hati yang peka, ringan tangan, dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya, menggambarkan visi pendidikan karakter yang ingin dicapai oleh Spemdalas.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak pernah luput dari berbagai ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika seseorang berada dalam keadaan lapang dan berkecukupan, sangat penting untuk membiasakan diri membantu orang lain yang sedang berada dalam kesulitan atau membutuhkan uluran tangan.
Ain menambahkan sebuah refleksi spiritual, “Kita juga mengingatkan siswa bahwa sewaktu-waktu kita mungkin tertimpa musibah. Dengan kebiasaan memberi, mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari musibah. Kalaupun Allah memberikan musibah atau ujian, semoga dimudahkan jalan keluarnya dengan amal sedekah yang telah kita lakukan saat lapang.”
“Melalui aksi Peduli Bencana NTT, keluarga besar Spemdalas kembali belajar bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku, pelajaran, dan kegiatan di dalam kelas. Pendidikan juga hadir ketika murid belajar merasakan kesulitan orang lain, tergerak untuk membantu, mengulurkan tangan, dan berbagi harapan,” imbuhnya, menyimpulkan esensi dari kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan holistik.
“Rp16.585.000 memang merupakan angka yang berhasil dihimpun. Namun, di balik angka tersebut tersimpan kepedulian dari banyak hati yang ingin mengirimkan bantuan dan doa bagi saudara-saudara di NTT,” ujarnya, menekankan bahwa nilai kepedulian jauh melampaui nominal materi.
“Sebab, ketika musibah menimpa sesama, selalu ada satu pelajaran yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda: jangan memilih untuk diam ketika kita masih bisa berbuat kebaikan,” pungkasnya, memberikan pesan penutup yang kuat tentang tanggung jawab sosial.













