Menu

Mode Gelap
Ketika Masa Depan Tergadai Kristal: Refleksi dari Bongkaran Jaringan Sabu di Pasuruan Ketika Pena Bertemu Intimidasi: Menjaga Kebebasan Pers dari Tuban hingga Bojonegoro Membentuk Masa Depan: Seminar SD Mugres Perkuat Peran Kepala TK sebagai Sutradara di Masa Emas Anak Implementasi Teologi Al-Maun: Lazismu Perkuat Filantropi Muhammadiyah di Tapal Kuda Ketika Kabut Menyapa Malang Raya: Potret Udara Pagi di Puncak Kemarau 2026 Jelang Muktamar NU, Langit Jombang, Mojokerto, dan Kediri Beri Sinyal Cerah

Pendidikan

Implementasi Teologi Al-Maun: Lazismu Perkuat Filantropi Muhammadiyah di Tapal Kuda

badge-check


					Implementasi Teologi Al-Maun: Lazismu Perkuat Filantropi Muhammadiyah di Tapal Kuda Perbesar

KlikMojok – Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Lazismu Jawa Timur menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang, Jalan Brantas Nomor 36, Jogoyudan. Acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi serta kolaborasi dalam mengembangkan gerakan filantropi Muhammadiyah, dengan penekanan pada implementasi nyata dari Teologi Al-Maun yang menjadi landasan utama.

Semangat untuk memperkuat gerakan dakwah kemanusiaan terus digelorakan oleh Lazismu Jawa Timur. Kegiatan Turba ini menjadi forum penting bagi Lazismu se-Tapal Kuda Jawa Timur, yang meliputi perwakilan dari Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo, serta Kabupaten/Kota Pasuruan, untuk berkumpul dan menyatukan langkah.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Sekretaris Lazismu Jawa Timur, Zainal Abidin, Ph.D., serta Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Zainal Abidin, S.Pd., yang turut membuka acara. Zainal Abidin S.Pd. mengawali sambutannya dengan candaan ringan yang berhasil mencairkan suasana dan mengundang tawa peserta. “Sekretaris Lazismu Jatim sama namanya dengan saya, hanya berbeda gelarnya saja. Kalau Mas Zainal sudah Ph.D., kalau saya hanya S.Pd,” ujarnya disambut tawa peserta mendengar candaan itu.

Lebih lanjut, Zainal Abidin S.Pd. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh keluarga besar Lazismu se-Tapal Kuda, yang juga dikenal dengan sebutan “Balapan”. Ia menjelaskan bahwa istilah “Balapan” sebagai sebutan untuk klaster Tapal Kuda merupakan gagasan dari almarhum KH Baharudin Rosyid, yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember. “Alhamdulillah kita dipertemukan di aula ini dalam keadaan sehat wal afiat. Mudah-mudahan pertemuan kali ini memberikan manfaat besar bagi Muhammadiyah dan seluruh umat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Zainal Abidin juga memaparkan perjalanan panjang Lazismu yang kini telah mencapai usia 24 tahun. Lazismu didirikan pada tanggal 4 Juli 2002, pada masa kepemimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah oleh Buya Syafii Maarif. “Kita sebetulnya sudah bergulat dan melakukan berbagai aktivitas selama 24 tahun. Lazismu merupakan salah satu perwujudan dari pikiran cerdas KH Ahmad Dahlan yang kita kenal dengan teologi Al-Maun,” jelasnya.

Ia mengingatkan kembali akan makna perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam mengajarkan Surah Al-Maun. Menurutnya, KH Ahmad Dahlan tidak sekadar mengajarkan hafalan ayat, tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Maun diwujudkan dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, ia mengisahkan adegan dalam film Sang Pencerah, di mana seorang santri mempertanyakan mengapa KH Ahmad Dahlan terus-menerus mengajarkan Surah Al-Maun secara berulang. KH Ahmad Dahlan menjelaskan bahwa memahami Al-Maun bukan hanya tentang menghafal ayat, melainkan tentang mengamalkan pesan sosial yang terkandung di dalamnya.

Menurut Zainal, kehadiran Lazismu adalah salah satu bentuk nyata dari gerakan Al-Maun Muhammadiyah. “Melalui Lazismu ini menjadi realisasi gerakan Al-Maun. Muhammadiyah memang gerakan amal. Kalau menjadi anggota Muhammadiyah, gampang, cukup memahami satu ayat dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan nada ringan yang kembali mengundang senyum peserta.

Lebih lanjut, Zainal menyampaikan bahwa Lazismu hadir sebagai manifestasi kepedulian Muhammadiyah terhadap sesama, khususnya masyarakat yang memerlukan perhatian. “Lazismu berdiri sebagai bentuk dan wujud kepedulian kita kepada sesama. Kehadiran Lazismu dalam rangka memberikan perhatian kepada fakir miskin, duafa, serta saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam,” katanya.

Ia mencontohkan respons cepat Lazismu ketika terjadi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui gerakan penghimpunan donasi, Lazismu bersama warga Muhammadiyah bergerak serentak untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah. “Melalui instruksi Pimpinan Pusat, kita serentak menggerakkan potensi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk bersama-sama merasakan penderitaan saudara kita di NTT. Dua Jumat hasil infak dikumpulkan dan disetorkan melalui Lazismu,” jelasnya.

Zainal juga menegaskan bahwa dalam upaya penanggulangan bencana, Lazismu senantiasa berjalan beriringan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam memberikan pendampingan kepada para penyintas.

Di akhir sambutannya, Zainal mengajak seluruh Lazismu untuk terus membangun sinergi dengan berbagai unsur Muhammadiyah, mulai dari majelis, lembaga, organisasi otonom (ortom), hingga amal usaha Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat ini akan menjadi kekuatan besar dalam memperluas manfaat dakwah Muhammadiyah. “Mari Lazismu terus membangun sinergi dengan majelis, lembaga, ortom, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya, seperti amal usaha kesehatan dan pendidikan. Dengan sinergi ini, ke depan kita bisa semakin memperkuat dakwah Muhammadiyah untuk memperhatikan umat,” pungkasnya.

Kegiatan Turba Lazismu Jawa Timur di Lumajang ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penguatan komitmen bahwa gerakan filantropi Muhammadiyah melampaui sekadar penghimpunan dan penyaluran dana. Lebih dari itu, ia adalah tentang menghadirkan nilai kemanusiaan yang mendalam, sebagaimana pesan besar dari Al-Maun, yaitu kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Masa Depan Tergadai Kristal: Refleksi dari Bongkaran Jaringan Sabu di Pasuruan

26 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Ketika Pena Bertemu Intimidasi: Menjaga Kebebasan Pers dari Tuban hingga Bojonegoro

26 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Membentuk Masa Depan: Seminar SD Mugres Perkuat Peran Kepala TK sebagai Sutradara di Masa Emas Anak

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Ketika Kabut Menyapa Malang Raya: Potret Udara Pagi di Puncak Kemarau 2026

26 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Jelang Muktamar NU, Langit Jombang, Mojokerto, dan Kediri Beri Sinyal Cerah

26 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Trending di Pendidikan