KlikMojok – Puncak perayaan Milad ke-60 Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah IV Ahmad Yani Kota Probolinggo berlangsung meriah pada Ahad, 1 November 2026, di Gedung Nyai Walidah, sekretariat Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo. Dalam acara yang dihadiri sekitar 200 peserta ini, TK Aisyiyah IV Ahmad Yani secara resmi meluncurkan jinggel dan senam “Gerak Gesit” sebagai bagian dari komitmen untuk menumbuhkan literasi dan kreativitas anak. Mengusung tema “Menebar Ceria, Menumbuhkan Literasi, Menguatkan Kolaborasi”, kegiatan diawali dengan pembacaan Surah At-Takasur oleh Rafisqi Zibran Batsya Prasetia, yang dilanjutkan dengan pembacaan terjemahannya oleh Aksa Gibran Syailendra.
Vivi Suryaningsih, selaku Ketua Panitia sekaligus wali murid kelompok B1, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh wali murid atas dukungan yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim panitia. “Selaku ketua panitia, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kekompakan seluruh panitia yang telah bekerja sama dan bekerja keras untuk menyukseskan acara ini,” ungkap Vivi.
Ucapan selamat dan harapan untuk perkembangan sekolah juga datang dari Sekretaris PDA Kota Probolinggo, Dra. Aya Sophia. “Sukses Milad ke-60 TK ‘Aisyiyah IV Ahmad Yani. Semoga ini menjadi peluang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sekolah,” ujarnya, penuh harap.
Momen paling dinanti pada puncak milad adalah peluncuran jinggel “Gerak Gesit”, akronim dari Gerak Energik, Sehat, Islami, dan Tangguh. Karya orisinal Rindiani Tri Sukmawati ini tidak hanya berupa jinggel, tetapi juga dilengkapi dengan koreografi senam yang telah digarap secara kolaboratif oleh para guru TK ‘Aisyiyah IV Ahmad Yani. Koreografi tersebut dirancang khusus untuk menghidupkan semangat dan makna di setiap bait liriknya.
Beragam penampilan gerak lagu dan tari yang memukau tersebut telah melalui persiapan intensif selama hampir satu bulan penuh. Proses persiapan juga melibatkan seleksi cermat anak-anak yang dipercaya untuk membacakan Al-Qur’an dan terjemahannya, menunjukkan fokus pada pengembangan spiritual dan literasi.
Anak-anak dari kelompok bermain menampilkan dua segmen istimewa. Pertama, mereka membacakan Surah Al-Fatihah dan Tri Qul yang meliputi Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas. Penampilan kedua adalah gerak lagu berjudul “Komando Latihan Pertempuran”. Kelincahan dan kelucuan gerak anak-anak usia batita ini sukses membuat hadirin merasa gemas dan terhibur.
Selanjutnya, anak laki-laki dari kelompok A1 mempersembahkan tari “Umbul-Umbul”, sementara anak perempuan di kelompok yang sama menampilkan gerak lagu dengan irama “Du Bi Du”. Tidak kalah menarik, kelompok A2 juga menunjukkan bakatnya. Anak laki-laki membawakan gerak lagu “Rukun Islam”, sedangkan anak perempuan menari dengan lagu “Zikir Anak”, menambah semarak perayaan.
Dari kelompok B1, para siswa menampilkan tari “Tokecang dan Anak Kambing Saya”, sementara kelompok B2 memukau penonton dengan tarian Nusantara yang beragam. Suasana kegembiraan juga sangat terasa di kalangan para wali murid. Mereka terlihat antusias mencari posisi strategis untuk mengabadikan setiap momen penampilan anak-anak mereka menggunakan kamera ponsel.
Dian Kusuma Wardani, S.Pd., Kepala TK ‘Aisyiyah IV Ahmad Yani, menjelaskan filosofi di balik seluruh rangkaian kegiatan milad ini. “Semua kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan milad, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan literasi, kreativitas, kesehatan, karakter, serta mempererat hubungan sekolah dan keluarga,” paparnya dengan jelas. Dian juga menyampaikan harapannya agar dukungan dan keterlibatan aktif dari orang tua dapat terus terjalin guna mewujudkan pendidikan yang benar-benar berkualitas. Pada usia ke-60 ini, ia berharap TK Aisyiyah IV Ahmad Yani dapat semakin maju, senantiasa dipercaya oleh masyarakat, dan terus berinovasi dalam menyediakan layanan pendidikan yang ramah anak, religius, menyenangkan, dan berkualitas tinggi.
Di salah satu sudut gedung, terpajang dengan indah berbagai karya buku cerita bergambar hasil kreasi anak-anak. Buku-buku ini merupakan buah dari gerakan “Satu Anak Satu Buku” (Sabukku), sebuah inisiatif yang memberikan ruang bagi setiap murid untuk menuangkan ide dan gagasan mereka secara tertulis dan visual. Gerakan literasi yang telah dibangun sejak tahun 2019 ini kini telah menjadi salah satu identitas kuat sekolah. Hingga saat ini, tercatat sekitar 250 buku cerita telah berhasil diciptakan oleh murid-murid TK ‘Aisyiyah IV Ahmad Yani, menunjukkan komitmen sekolah terhadap pengembangan literasi.
Dalam kesempatan puncak milad ini, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba pramilad yang telah diselenggarakan sebelumnya. Mewakili para wali murid, Evi Agustini dari kelompok B2 menyampaikan apresiasi serta permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan. “Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam kehadiran dan partisipasi kami. Semoga setiap lelah, waktu, dan keikhlasan yang diberikan menjadi amal jariyah yang diterima Allah Swt. Amin ya rabbalalamin,” ungkap Evi dengan tulus.
Nurul Jannah, S.Pd., M.M., Koordinator Penilik PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, turut hadir dan memberikan pesan singkat namun penuh makna kepada seluruh warga sekolah. “Teruslah berkarya, bertumbuh, dan menginspirasi,” ujarnya, mendorong semangat berinovasi dan berprestasi.
Seluruh rangkaian acara Milad ke-60 TK ‘Aisyiyah IV Ahmad Yani ini diakhiri dengan pembacaan doa yang khusyuk, dipimpin oleh Indah Nurhidayati dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo, menandai penutupan perayaan yang sukses dan penuh makna.












