KlikMojok – Remaja Masjid (Remas) SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan pemimpin masa depan melalui serangkaian kegiatan regenerasi kepemimpinan yang inovatif. Berlangsung di aula SMP Musasi pada Jumat, 23 Oktober 2026, agenda penting ini mencakup pemaparan visi-misi, pemilihan ketua berbasis sistem e-voting, hingga perumusan program kerja bersama yang bertujuan memakmurkan Masjid At-Taqwa sekolah.
Mematahkan tradisi pemilihan ketua organisasi yang konvensional, Remas SMP Musasi memperkenalkan pengalaman baru bagi para anggotanya. Mereka mengimplementasikan sistem electronic voting (e-voting) untuk memilih ketua periode 2026–2027, sebuah langkah modern yang dilaksanakan setelah salat Duha. Selain proses pemilihan, kegiatan ini juga fokus pada persiapan program kerja yang akan mendukung kemakmuran masjid sekolah.
Empat siswa berbakat maju sebagai calon ketua, masing-masing membawa gagasan dan visi kepemimpinan yang berbeda. Mereka adalah Keanu Zain Asmi dari kelas IX Entrepreneur 1, serta Ariya Kumala Cahya Kusuma, Nurul Ihzatunnisa, dan Rhazita Aleesya Putri dari kelas IX International 2.
Sebelum proses pemilihan dimulai, Ahmad Fadlulloh, S.Pd.I., M.Pd., Gr., selaku pembina Remaja Masjid, menekankan pentingnya kolaborasi dalam merancang program kerja. Beliau menyampaikan bahwa pengurus yang baru harus mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi seluruh anggota, tetapi juga dapat memakmurkan masjid.
“Karena setelah ini akan ada rapat kerja, jadi silakan kalian berkolaborasi untuk membuat program yang dapat memakmurkan masjid dan bermanfaat bagi kita semua,” ujar Aad, sapaan akrab pembina tersebut.
Kepala SMP Musasi, Erna Herawati, S.Pd., M.Pd., juga turut menyampaikan harapannya agar Remas SMP Musasi dapat mengambil peran yang lebih luas di lingkungan sekolah. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan anggota tidak cukup hanya dalam kegiatan salat, melainkan juga dalam berbagai aktivitas keagamaan lainnya di sekolah.
“Mungkin anak Remas ke depannya bisa diarahkan untuk membantu membagi konsumsi dan mengarahkan pembicara serta peserta kegiatan keagamaan,” terangnya, memberikan contoh konkret peran yang bisa diambil.
Harapan dari Kepala Sekolah tersebut membuka peluang besar bagi Remas untuk lebih aktif mendukung penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Selain itu, keterlibatan yang lebih luas ini diharapkan dapat membangun kepedulian dan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi pada diri para siswa.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi dari setiap calon ketua, yang kemudian diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif. Melalui sesi ini, para kandidat memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan serta menjelaskan arah kepemimpinan yang mereka ingin bawa untuk Remas SMP Musasi.
Tahap berikutnya membawa pengalaman baru yang signifikan bagi para anggota. Sejak Remas didirikan pada tahun 2025, pemilihan ketua kali ini menandai pertama kalinya sistem e-voting digunakan, sebuah terobosan modern dalam organisasi siswa.
Panitia membagikan tautan pemungutan suara melalui grup Remas, memungkinkan para anggota untuk memberikan suara mereka secara digital menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini tidak hanya menghadirkan cara pemilihan yang lebih praktis dan efisien, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan organisasi siswa.
Hasil pemungutan suara akhirnya menetapkan Ariya Kumala Cahya Kusuma, calon nomor urut 2, sebagai ketua Remas SMP Musasi untuk periode 2026–2027. Ariya berhasil meraih 33 suara, mengungguli ketiga kandidat lainnya.
Dengan perolehan suara tersebut, Ariya Kumala Cahya Kusuma secara resmi memimpin Remas SMP Musasi selama satu periode ke depan. Amanah ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan kesempatan baginya untuk terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang telah ia miliki.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berarti untuk saya dan ini dapat melatih jiwa kepemimpinan yang sudah saya latih dari SD,” tuturnya, mengungkapkan perasaannya.
Ke depan, Ariya bertekad untuk senantiasa menjaga tali silaturahmi antaranggota Remas. Ia juga memiliki komitmen untuk memastikan bahwa setiap bidang dalam organisasi dapat menjalankan program kerja yang telah mereka rancang dengan baik.
Setelah penetapan ketua, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker). Dalam sesi ini, setiap bidang mempresentasikan rancangan program yang telah mereka susun sebelumnya, menunjukkan kesiapan mereka untuk beraksi.
Langkah Raker ini menjadi fondasi penting untuk menyelaraskan berbagai gagasan dan menentukan rangkaian kegiatan organisasi yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan ke depan.
Melalui perpaduan antara pemilihan ketua dengan sistem e-voting yang modern dan penyusunan program kerja secara kolaboratif, Remas SMP Musasi diharapkan akan semakin berkembang sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan yang efektif.
Para siswa juga diberikan kesempatan untuk secara aktif mengasah kemampuan berkolaborasi dan mengambil peran nyata dalam upaya memakmurkan masjid. Dengan demikian, proses regenerasi kepemimpinan di Remas SMP Musasi dapat berjalan seiring dengan upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.












