KlikMojok – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan respons cepat terhadap musibah kebakaran yang menimpa rumah Sapekyah (70), seorang lansia di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo. Untuk memastikan Sapekyah tidak berlarut-larut dalam kondisi sulit, Pemkab Sidoarjo segera mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membangun kembali kediamannya yang ludes dilalap api. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap warga RW 02 tersebut.
Bupati Sidoarjo, Subandi, secara langsung memastikan bahwa proses perbaikan rumah korban kebakaran ini akan segera dimulai. Bahkan, pengiriman material pembangunan dijadwalkan akan tiba pada hari Selasa (1/9). Subandi menjelaskan bahwa keputusan penggunaan dana BTT diambil mengingat kondisi Sapekyah yang sangat mendesak dan memerlukan penanganan secepatnya.

Pemkab Sidoarjo berupaya menghindari penundaan yang disebabkan oleh prosedur administrasi, agar Sapekyah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak. “Karena ini sifatnya urgent, harus kita keluarkan BTT kita, bantuan tidak terduga pada masyarakat kita yang membutuhkan,” tegas Subandi.
Meskipun demikian, besaran anggaran spesifik yang akan dialokasikan untuk perbaikan rumah Sapekyah masih belum dapat dipastikan. Hal ini dikarenakan proposal pengajuan bantuan tersebut masih dalam tahap proses dan belum secara resmi diterima oleh Pemkab Sidoarjo. “Kalau nilai kita belum tahu karena hari ini belum masuk ke tempat kita, proposalnya belum masuk,” imbuhnya.
Walaupun demikian, Bupati Subandi telah memberikan instruksi langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo agar segera mengambil tindakan penanganan. Ia meminta agar perencanaan pembangunan didahulukan, sehingga pekerjaan rekonstruksi dapat segera dimulai tanpa hambatan.
“Yang penting segera ada penanganan. Kita sudah instruksikan BPBD segera dilakukan, terutama mendahulukan pembangunan dulu yang penting sudah ada perencanaannya,” terang Subandi. Lebih lanjut, rumah Sapekyah tidak hanya akan diperbaiki pada bagian-bagian yang rusak. Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen untuk membenahi instalasi listrik secara menyeluruh, mengingat instalasi listrik tersebut diduga kuat menjadi penyebab awal terjadinya kebakaran.
Mengenai konstruksi, rumah tersebut akan dibangun menggunakan rangka baja ringan dan atap spandek. Setelah seluruh proses pembangunan rampung, rumah juga akan dicat ulang agar kondisinya kembali nyaman dan layak huni bagi Sapekyah. “Insyaallah Bu Sapekyah nanti hari Selasa sudah ada pengiriman material. Nanti pakai baja ringan, setelah itu atapnya pakai spandek. Instalasi ini kita benahi semuanya, habis itu kita cat, kembali lagi seperti semula,” papar Subandi, memberikan rincian.
Pemkab Sidoarjo sangat berharap bahwa percepatan perbaikan ini dapat memberikan kepastian dan ketenangan kepada Sapekyah dan keluarganya. Selain tujuan utama untuk mengembalikan tempat tinggal yang layak dan nyaman, bantuan ini juga merupakan manifestasi kehadiran pemerintah di tengah-tengah warganya yang sedang tertimpa musibah. “Biarkan nanti korban rumah segera mendapat perbaikan dan punya suatu ketenangan bahwa pemerintah itu hadir. Harapan kita seperti itu,” tutup Subandi.













