Menu

Mode Gelap
Dari Tebuireng, Menjaga Sanad dan Muruah NU: Jalan Sunyi Gus Kikin Menuju Abad Kedua Nyala di Kaki Semeru: Medan Terjal, Asa Helikopter, dan Perjuangan Memadamkan Kebakaran TNBTS Lumajang Aksi Solidaritas Cilik: SD Muhsida Gresik Ajarkan Kepedulian Lewat Donasi Gempa NTT PAI yang Memanusiakan: Mengapa Guru Tak Perlu Menunggu ‘Label’ untuk Bantu Siswa Ketinggalan di Kelas Reguler? Mahasiswa Turun ke Jalan, Penulis Senior Pilih Literasi: Perjuangan Jaga Demokrasi Lewat Aksi dan Tinta Banyuwangi Menghijau Kembali: Komitmen Jangka Panjang PT STP Lestarikan Hulu Sungai

Review

Maulid Nabi: Kemenag Gelar Selawat Kebangsaan dan Teologi Lingkungan, Warganet Soroti Makna Mendalam

badge-check


					Maulid Nabi: Kemenag Gelar Selawat Kebangsaan dan Teologi Lingkungan, Warganet Soroti Makna Mendalam Perbesar

KlikMojok – Kementerian Agama (Kemenag) tak hanya merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penguatan keimanan, tetapi juga merangkai harmoni spiritual dengan kesadaran pelestarian alam melalui peluncuran gerakan Selawat Kebangsaan dan estafet kajian Sirah Nabawi. Agenda ini menjadi wujud nyata penerapan teologi lingkungan dalam merespons darurat krisis ekologi yang tengah melanda Nusantara.

Acara yang digelar di Gedung Kemenag, Jakarta, pada Rabu (26/8/2026) ini diawali dengan prosesi Ijazah Kubro Dalail Khairat. Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memaknai tradisi ijazah ini sebagai sebuah wisuda yang mengalirkan energi spiritual.

“Ijazah adalah bentuk penguatan yang dahsyat bagi seseorang, sehingga melaluinya kita mengharapkan turunnya keberkahan,” ujar Nasaruddin Umar.

Momen khidmat tersebut turut disaksikan oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, serta jajaran pejabat teras Kemenag.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa gerakan ini memiliki visi partisipatif yang besar, menargetkan keterlibatan 1.781.945 warga dari seluruh penjuru Nusantara untuk berselawat serentak. Angka ini dipilih sebagai simbolisasi historis dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, Kemenag juga menginisiasi estafet Ngaji Sirah Nabawi selama tujuh hari berturut-turut bersama para ulama. Tujuannya adalah mendalami rekam jejak perjuangan Rasulullah secara komprehensif. Menag Nasaruddin menambahkan, sirah berbeda dengan kisah biasa, menekankan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Peluncuran gerakan ini menuai perhatian publik, banyak yang mengapresiasi upaya Kemenag dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan isu lingkungan yang mendesak. Warganet menilai bahwa menggabungkan selawat dengan kesadaran ekologi adalah langkah inovatif yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap alam semesta, sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan rahmatan lil alamin.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PAI yang Memanusiakan: Mengapa Guru Tak Perlu Menunggu ‘Label’ untuk Bantu Siswa Ketinggalan di Kelas Reguler?

28 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Mahasiswa Turun ke Jalan, Penulis Senior Pilih Literasi: Perjuangan Jaga Demokrasi Lewat Aksi dan Tinta

28 Agustus 2026 - 06:15 WIB

DPR Didesak Publik Beri Jaminan Tertulis Soal RUU Perampasan Aset, Tanggal Ketok Palu 15 Desember 2026 Jadi Sorotan

27 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Bukan Sekadar Efek Glowing: Tiga Kriteria Penting Memilih Sunscreen Tepat Menurut Dokter Kulit

27 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Muktamar NU ke-35 Siap Gemparkan Dunia: Usung Gagasan Fikih Ekologi dan Misi Kemanusiaan Global!

27 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Trending di Review