Menu

Mode Gelap
Warisan Daniel Rembeth: Inspirasi Abadi Pejuang Hak Anak dan Pendidikan Bukan Akhir, Justru Awal: Memaknai Perjalanan Spiritual Umrah Setelah Kembali ke Tanah Air Milad ke-9 Miosi: Tokoh Nasional Kirim Doa untuk Pendidikan Berkarakter dan Generasi Unggul Lebih dari Sekadar Gerak Jalan: Himpaudi Tarik Tanamkan Nasionalisme di Peringatan HUT RI ke-81 Tumpengan Mumtas: Simbol Syukur dan Penguat Kebersamaan Komunitas Pendidikan Kebugaran Fisik Santri MBS At Taqwa Gosari Terjaga Melalui Rutinitas Senam dan Lari Pagi

Berita Terkini

Keluarga Korban Kembalikan Santunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Hanya Ingin Rida Kiai-Guru

badge-check


					Keluarga Korban Kembalikan Santunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Hanya Ingin Rida Kiai-Guru Perbesar

KLIKMOJOK, SIDOARJO – Duka masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya musala pada Senin (29/9/2025). Sebagai bentuk kepedulian, pihak pesantren menyerahkan santunan kepada keluarga korban.

Santunan itu disampaikan kepada keluarga almarhum Muhammad Sholeh bin Abdurrahman (22), santri asal Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang meninggal dunia akibat musibah tersebut.

KHR Muhammad Ubaidillah Mujib, salah satu Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, menyerahkan santunan berupa uang tunai secara langsung. Ia menyampaikan bahwa pemberian ini adalah wujud rasa duka cita sekaligus permohonan maaf kepada keluarga korban.

“Kami turut berbelasungkawa. Semoga almarhum Sholeh wafat dalam keadaan husnul khatimah, karena berpulang ketika sedang salat dan berstatus penuntut ilmu,” tutur kiai yang akrab disapa Kiai Mamad, Rabu (1/10/2025).

Namun, usai menerima santunan duka dan biaya kargo pemulangan jenazah, Abdul Fattah, kakak kandung korban, justru mengembalikannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak pesantren. Tapi kami memilih tidak menerima santunan itu. Kami hanya ingin ridanya kiai dan guru di pesantren. Semoga doa dan rida beliau menjadi keberkahan bagi almarhum serta keluarga kami yang ditinggalkan,” ungkap Abdul Fattah dengan penuh keikhlasan.

Peristiwa ini menggambarkan betapa tulusnya hubungan antara santri, keluarga, dan pesantren. Keluarga berharap almarhum husnul khatimah, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi ujian ini.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi korban reruntuhan musala Ponpes Al-Khoziny. Berdasarkan data terakhir, 120 santri telah berhasil diselamatkan. Tiga santri tercatat wafat, yakni Maulana Alfian Ibrahim (Surabaya), Mochammad Mashudulhaq (Surabaya), dan Muhammad Sholeh (Bangka Belitung).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panggung Kreativitas Tanpa Batas: Semarak Pembukaan Insan Fest 2026 Menuju Milad BQAM ke-12 Persembahan Kelas Akhir

19 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Menembus Panggung Dunia: 5 Santri Al Jahra Resmi Melangkah ke Ajang Internasional Moslem Youth Orator (IMYO)

18 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Teguhkan Ruhiyah, Recharge Semangat Guru SIT se-Jember melalui BPI Akbar

16 Agustus 2026 - 19:35 WIB

SDIT Ar Ruhul Jadid Wakili Kecamatan Jombang di Pesta Siaga 2026

13 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Trending di Berita Terkini