Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita Terkini

Efek Perceraian Orang Tua: Trauma Cinta Anak yang Tak Terduga

badge-check

Efek Perceraian Orang Tua: Trauma Cinta Anak yang Tak Terduga Perbesar

KlikMojok.com – Ada sejumlah dampak yang terjadi pada anak ketika orang tua mereka bercerai, mulai dari kebingungan hingga cenderung menarik diri.

Nggak cuma itu, efek perceraian orang tua bahkan bisa memengaruhi kehidupan romantis anak ketika mereka sudah dewasa lho!

“Bisa memengaruhi karena anak belajar tentang hubungan untuk pertama kalinya dari orangtua,” tutur psikolog anak dari Mykidz Clinic BSD, Kabupaten Tangerang, Gloria Siagian, M.Psi., dikutip dari kepada Kompas.com.

Ketika anak melihat orang tua mereka berpisah, hal itu bisa terpatri dalam pikiran mereka selamanya. Otomatis, di pikiran anak bisa terbentuk pandangan kalau orang-orang yang sudah menikah dan berujung pada perceraian adalah hal yang lumrah atau normal.

“Dari hubungan orangtuanya, bisa jadi anak tidak percaya (dengan hubungan romantis), bisa jadi bucin (budak cinta), bisa jadi juga enggak percaya pada pernikahan,” terang Gloria. Beliau menambahkan, jika anak cenderung bucin, itu biasanya karena mereka haus akan afeksi dari lawan jenis. Misalnya, saat orang tuanya bercerai, anak perempuan bisa kekurangan afeksi dari sang ayah yang sudah tidak lagi tinggal bersamanya.

Ketika tumbuh dewasa, anak perempuan korban perceraian orang tuanya cenderung lebih haus akan afeksi laki-laki. Sebab, kebutuhan akan afeksi dari sosok ayah ketika mereka masih kecil tidak terpenuhi. “Misalnya orangtuanya cerai dan anak perempuan enggak pernah ketemu ayahnya lagi, dan dia tinggal sama ibunya. Ini berhubungan dengan fenomena fatherless,” jelas Gloria, menyoroti pentingnya kehadiran sosok ayah dalam tumbuh kembang anak.

Efek dampak perceraian ini bisa terus berlanjut. Apabila anak menjalin asmara saat dewasa kelak, ada kemungkinan mereka selalu menikah karena selalu bercerai, seperti mengulang pola yang mereka lihat. Bisa pula anak enggan diajak ke tahap pernikahan oleh pasangannya, karena merasa takut akibat trauma perceraian orang tuanya.

“Kita memang tidak bisa menghentikan orang untuk bercerai, tapi kita bisa bantu anak-anak untuk memproses perceraian itu,” ujar Gloria, menekankan pentingnya dukungan kesehatan mental anak.

Oleh sebab itu, psikolog Gloria Siagian menyarankan agar orang tua yang mendapatkan hak asuh anak, secara perlahan menjelaskan alasan mereka bercerai dengan pasangannya. “Paling tidak, ada proses diskusi. Ada proses orangtuanya menampung apa yang dirasakan anak. Ini krusial banget buat bantu anak melewati proses duka dan kehilangannya,” pungkasnya, menunjukkan betapa diskusi terbuka bisa mengurangi dampak psikologis pada anak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, dan Nyaman Melalui Pemilahan Sampah

7 Okt 2026 - 10:41 WIB

Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, dan Nyaman Melalui Pemilahan Sampah

IYF #2 JSIT Probolinggo Jadi Wadah Pelajar Optimalkan Prestasi

20 Sep 2026 - 06:24 WIB

IYF #2 JSIT Probolinggo Jadi Wadah Pelajar Optimalkan Prestasi

Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Unjuk Kemampuan di Science Olympiad 2026

16 Sep 2026 - 19:10 WIB

Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Unjuk Kemampuan di Science Olympiad 2026

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

11 Sep 2026 - 04:37 WIB

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agu 2026 - 10:54 WIB

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final
Trending di Berita Terkini