KlikMojok – Sebanyak 30 siswa terpilih secara resmi dilantik sebagai pengurus Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) untuk periode 2026/2027. Acara pelantikan yang berlangsung di Aula At-Tanwir Miosi pada Sabtu, 31 Oktober 2026 ini menandai momentum penting regenerasi kepemimpinan pelajar, bertujuan membangun organisasi yang semakin kompak, aktif, dan aspiratif di lingkungan sekolah.
Dengan mengenakan batik kebanggaan IPM bernuansa kuning, para siswa berbaris rapi dan penuh khidmat mengikuti prosesi ikrar pelantikan. Ikrar tersebut dibacakan langsung oleh perwakilan dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Sidoarjo, menegaskan amanah besar yang kini diemban oleh para pengurus baru.
Ashraf Aditya Alkahfi, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum IPM Miosi periode 2026/2027, mengungkapkan perasaannya. Ia menegaskan bahwa jabatan ini bukan hanya sebuah kepercayaan, melainkan juga sebuah tanggung jawab yang besar. “Saya berharap dalam kepengurusan periode ini bisa membawa IPM Miosi menjadi semakin maju, kompak, dan aktif,” ujarnya penuh harap.
Untuk mewujudkan visinya tersebut, Ashraf bertekad untuk membangun kerja sama yang solid di antara seluruh anggota pengurus. Selain itu, ia juga berkomitmen penuh untuk menjalankan setiap program kerja secara maksimal dan selalu terbuka untuk mendengarkan serta mengakomodasi aspirasi dari teman-teman pelajar di SMP Miosi.
Kepala SMP Miosi, Mahyuddin Syaifulloh, memberikan pandangannya mengenai prosesi pelantikan ini. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut bukanlah sekadar seremoni pergantian kepengurusan semata. Lebih dari itu, menurut Mahyuddin, momentum ini merupakan bagian integral dari peneguhan komitmen para kader IPM.
Mahyuddin Syaifulloh menekankan pentingnya komitmen tersebut, seraya menyatakan, “Pelantikan ini merupakan bagian peneguhan komitmen untuk melanjutkan perjuangan, mengembangkan potensi diri, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah.”
Selain peneguhan komitmen, Mahyuddin juga berpesan agar para pengurus baru senantiasa dapat memberikan keteladanan yang baik kepada teman-teman mereka. Ia berharap, kehadiran mereka mampu membawa warna positif dan inspirasi di seluruh lingkungan sekolah.
Sebagai contoh konkret, ia menyebutkan bahwa para siswa yang kini menjadi pengurus IPM diharapkan dapat menjadi teladan dalam hal disiplin, seperti datang untuk salat berjamaah tepat waktu, berbicara dengan tutur kata yang baik, dan tentu saja, senantiasa berperilaku yang positif.
Mahyuddin juga tidak lupa memberikan pesan kepada pengurus IPM Miosi periode sebelumnya, 2025/2026. Ia mengingatkan mereka untuk tetap menjalankan tanggung jawab moral, meskipun secara struktural tidak lagi berada dalam kepengurusan. Peran mereka dalam mendukung keberlanjutan organisasi tetap sangat penting.
Menjelaskan status pengurus lama, Mahyuddin menerangkan, “Untuk IPM Miosi 2025/2026, kalian bukan disebut sebagai mantan pengurus, tetapi sebagai demisioner. Artinya, secara struktural tidak masuk, tetapi mempunyai tanggung jawab moral agar IPM 2026/2027 berjalan maksimal.”
Dengan demikian, pelantikan 30 siswa sebagai pengurus baru ini menjadi titik awal bagi mereka untuk mengemban amanah yang diberikan. Dukungan penuh dari para pengurus demisioner juga diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan kesuksesan gerakan IPM Miosi ke depannya.












