KlikMojok – Pada Minggu pagi (25/10), produk hasil karya warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng yang berlokasi di Waru, Sidoarjo, berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Stan Rutan Medaeng menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara Semarak Hari Santri dan Bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Radar Sidoarjo di Parkir Timur GOR Sidoarjo. Berbagai jenis makanan olahan yang dipamerkan di stan tersebut laris manis diburu pembeli. Total sebanyak 53 produk unik berhasil terjual habis selama kegiatan berlangsung. Produk-produk yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari donat, roti abon, bakpao, hingga sambal, semuanya merupakan hasil produksi langsung dari tangan warga binaan. Partisipasi Rutan Medaeng dalam bazar ini sekaligus berfungsi sebagai platform efektif untuk memperkenalkan beragam keterampilan warga binaan kepada khalayak umum.
Sejak pukul 06.00 pagi, para petugas dari Rutan Kelas I Surabaya sudah tiba di lokasi acara untuk mempersiapkan stan dan menata rapi produk-produk dagangan. Antusiasme yang ditunjukkan oleh pengunjung sangat tinggi, terbukti dari banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi stan tersebut, tidak hanya untuk melihat-lihat, tetapi juga untuk langsung membeli produk yang dipasarkan. Salah satu pembeli yang menarik perhatian adalah Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, yang turut memborong produk karya warga binaan. Menurut Kasubsi Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) Rutan Kelas I Surabaya, Imam Haidar Pratama, keikutsertaan Rutan Medaeng dalam bazar ini merupakan sebuah kesempatan berharga untuk mempublikasikan hasil pembinaan keterampilan yang telah diberikan kepada warga binaan kepada masyarakat luas.
“Di sini kami membuka stan untuk mengenalkan produk warga binaan. Produknya terdiri dari bakery, seperti donat, roti abon, bakpao, serta sambal,” terang Imam Haidar Pratama. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa seluruh produk tersebut dibuat secara langsung oleh warga binaan dengan pendampingan ketat dari petugas rutan. Keterlibatan warga binaan dalam proses produksi ini bukan sekadar menghasilkan barang, melainkan juga merupakan bagian integral dari program pembinaan yang bertujuan agar mereka memiliki keterampilan yang benar-benar bermanfaat saat kembali berintegrasi ke tengah masyarakat. Menurut pandangan Imam, kegiatan semacam ini sangat penting karena memberikan platform bagi warga binaan untuk memamerkan hasil karya mereka sekaligus menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Diharapkan, produk-produk yang mereka hasilkan dapat menjadi modal berharga untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah mereka menuntaskan masa pembinaan di rutan.
“Semua yang membuat produk ini adalah warga binaan. Mereka ikut terlibat dalam proses produksinya dengan didampingi petugas, supaya nanti ketika kembali ke masyarakat bisa bermanfaat,” tegas Imam. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Radar Sidoarjo atas kesempatan yang telah diberikan kepada Rutan Kelas I Surabaya untuk turut berpartisipasi dalam Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM ini. Imam berharap agar kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan di masa mendatang dengan kemeriahan yang lebih besar dan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung. Pihak Rutan Kelas I Surabaya juga menegaskan kesiapan mereka untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan berikutnya, jika ada kesempatan yang diberikan.
“Terimakasih kepada Radar Sidoarjo yang telah mengikutsertakan kami dalam kegiatan ini. Harapannya, ke depan acaranya semakin meriah. Jika ada kegiatan lagi, kami siap ikut kembali,” tutup Imam Haidar Pratama, menegaskan komitmen Rutan Medaeng dalam mendukung program pemberdayaan warga binaan melalui partisipasi aktif di berbagai event.












