KlikMojok – Pada 22 Oktober 2026, semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur akan meruap di seluruh penjuru negeri, menandai peringatan Hari Santri Nasional. Namun, di tengah hiruk-pikuk persiapan dan perayaan, khususnya di wilayah Jawa Timur, ada satu tantangan alam yang patut diwaspadai: gelombang cuaca panas terik yang diprediksi melanda Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kondisi ini menuntut perhatian ekstra bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan, terutama saat matahari berada di puncaknya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, melalui prakirawannya, Oky Sukma Hakim, telah mengeluarkan peringatan dini. Prakiraan menunjukkan bahwa suhu udara di ketiga wilayah tersebut berpotensi melonjak tinggi, bahkan mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius. Sebuah angka yang cukup signifikan untuk memengaruhi kenyamanan dan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Cuaca di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik, hari ini cenderung cerah terik. Adapun suhu tertinggi bisa mencapai angka 37 derajat Celsius,” ujar Oky, Rabu (21/10/2026), menggarisbawahi potensi paparan panas yang menyengat.
Di Kota Pahlawan, Surabaya, BMKG Juanda memprakirakan kondisi cuaca akan didominasi oleh kecerahan. Sejumlah kecamatan, termasuk Tandes, Karangpilang, Lakarsantri, Benowo, dan Dukuh Pakis, diperkirakan akan merasakan sengatan panas yang lebih intens. Suhu udara di Surabaya diproyeksikan berkisar antara 29 hingga 36 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara yang cukup rendah, yakni 35 hingga 65 persen. Kondisi ini menciptakan sensasi panas yang kering dan kurang nyaman.
Tak jauh berbeda, Kabupaten Sidoarjo juga diperkirakan akan menghadapi hari yang cerah dan panas membakar. Prakiraan tidak menunjukkan adanya indikasi hujan, artinya langit akan bersih dari awan dan matahari bersinar penuh. Wilayah-wilayah seperti Prambon, Tarik, Tulangan, Wonayu, Krian, Taman, Sukodono, dan Gedangan menjadi bagian dari daftar kecamatan yang akan merasakan dampak langsung. Suhu udara di Sidoarjo bahkan diprediksi menjadi salah satu yang tertinggi di antara ketiga wilayah, mencapai rentang 28 hingga 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 32 hingga 66 persen.
Sementara itu, Kabupaten Gresik juga tidak luput dari terpaan cuaca cerah terik yang membuat suhu terasa panas. Kecamatan-kecamatan seperti Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Kebomas, Cerme, Kedamean, Wringinanom, dan Duduksampeyan masuk dalam daftar yang diperkirakan akan merasakan kondisi ini. Suhu udara di Gresik berpotensi menjadi yang paling ekstrem, berkisar antara 28 hingga 38 derajat Celsius. Meskipun demikian, tingkat kelembapannya sedikit lebih tinggi dibandingkan dua wilayah lain, yaitu 59 hingga 78 persen, yang mungkin sedikit mengurangi sensasi panas kering namun tetap menuntut kewaspadaan.
Kondisi cuaca ekstrem ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama mereka yang berencana mengikuti berbagai kegiatan Hari Santri Nasional di ruang terbuka. Mengantisipasi paparan panas, khususnya saat intensitas matahari mencapai puncaknya di siang hari, adalah kunci. Penggunaan pelindung kepala seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang nyaman, berbahan ringan, dan berwarna terang, sangat disarankan untuk membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari dan mencegah dehidrasi. Di tengah perayaan yang penuh makna, kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, agar setiap langkah santri dan masyarakat dapat dijalani dengan lancar dan penuh berkah.












