KlikMojok – Di Aula Wengker Polres Ponorogo, pada Selasa (20/10/2026) pagi, suasana tak biasa menyelimuti. Bukan derap langkah patroli atau hiruk-pikuk penegakan hukum, melainkan keheningan dan ketenangan yang merefleksikan sebuah aksi kemanusiaan. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75 yang jatuh pada 30 Oktober 2026, jajaran Polres Ponorogo menginisiasi sebuah bakti sosial donor darah, sebuah gestur nyata dari kepedulian mereka terhadap keselamatan masyarakat yang melampaui tugas-tugas konvensional.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial yang menandai hari jadi. Lebih dari itu, aksi donor darah ini adalah wujud kontribusi nyata kepolisian dalam membantu mengatasi krisis ketersediaan stok darah. Di tengah kebutuhan yang tak pernah surut di berbagai rumah sakit, setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan baru bagi pasien yang menanti transfusi, sebuah ikhtiar vital yang menopang layanan kesehatan darurat. Inisiatif mulia ini juga mengusung semangat tema HUT Humas Polri tahun ini, yakni “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”, sebuah filosofi yang menegaskan peran polisi sebagai bagian integral dari komunitas, bukan sekadar penegak hukum yang berjarak.
Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa, menegaskan esensi di balik kegiatan ini. Baginya, donor darah adalah manifestasi kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. “Kegiatan donor darah ini, merupakan bentuk kepedulian dan sumbangsih kami kepada masyarakat,” ujar AKBP Damus Asa. Partisipasi pun tidak terbatas pada anggota kepolisian. Aksi sosial ini terbuka luas bagi masyarakat umum, dan puluhan anggota Polres Ponorogo sendiri telah menunjukkan antusiasme tinggi sejak pagi hari, menjadi contoh nyata dari semangat berbagi.
Damus berharap, tingginya partisipasi dari para pendonor mampu menebalkan pasokan darah yang dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. “Semoga ini membantu menambah ketersediaan stok darah yang nantinya dapat digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan transfusi,” terangnya, menggambarkan betapa krusialnya peran setiap individu dalam rantai kemanusiaan ini. Mengingat vitalnya kebutuhan transfusi darah bagi pelayanan kesehatan, Polres Ponorogo berkomitmen untuk menjadikan agenda kemanusiaan ini sebagai program keberlanjutan. “Harapan kami, kegiatan seperti ini akan rutin terus dilakukan dan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Damus, menandaskan visi jangka panjang institusi.
Komitmen pribadi juga terpancar dari AKP Eka Supriyadi, Kasat Narkoba Polres Ponorogo. Baginya, donor darah telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang rutin dijalaninya, tanpa harus menunggu momen peringatan hari besar. “Memang sering kali saya donor darah, tidak pada saat moment saja namun juga ke PMI terdekat,” pungkas AKP Eka Supriyadi, menunjukkan bahwa semangat berbagi darah bisa menjadi kebiasaan personal yang berdampak luas.
Dalam pelaksanaannya, Polres Ponorogo bekerja sama secara profesional dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Ponorogo. Kolaborasi ini memastikan bahwa seluruh proses pengambilan darah berjalan sesuai standar pelayanan medis yang berlaku, menjamin keamanan dan kualitas darah yang terkumpul. Melalui aksi kemanusiaan seperti ini, Polres Ponorogo tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai mitra masyarakat yang peduli, yang tak segan mendonorkan setetes darah demi sejuta asa bagi sesama. Ini adalah pelajaran tentang empati dan pengabdian, sebuah pendidikan nyata tentang makna kepedulian yang tak terhingga.












