Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Di Balik Deru Ombak Lumajang: Kisah Pencarian Nelayan yang Hilang dan Pelajaran dari Laut

badge-check

Di Balik Deru Ombak Lumajang: Kisah Pencarian Nelayan yang Hilang dan Pelajaran dari Laut Perbesar

KlikMojok – Di pesisir selatan Lumajang, waktu seperti berhenti. Setiap deru ombak yang memecah pantai bukan hanya suara alam, melainkan juga gema dari sebuah penantian. Sudah lima hari berlalu sejak Rizky Andi Dhermawan, seorang nelayan berusia 33 tahun asal Tegaldlimo, Banyuwangi, raib ditelan ganasnya Samudra Hindia. Kehilangan Rizky menjadi cerminan pahitnya hidup para pelaut, sebuah “pendidikan” keras tentang kerentanan manusia di hadapan kekuatan alam yang tak terduga.

Kisah nahas ini bermula pada Kamis dini hari, 15 Oktober 2026. Rizky bersama dua rekannya, Zaenal Abidin (23) dan Rahul Panji Darmawan (19), keduanya warga Kecamatan Puger, Jember, sedang berlayar mencari ikan. Mereka menjemput rezeki di perairan Jaten, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian. Kawasan ini, dengan kekayaan lautnya, sering menjadi tumpuan harapan bagi para nelayan. Namun, laut juga menyimpan misteri dan bahaya yang tak pernah bisa sepenuhnya dijinakkan.

Saat perjalanan pulang menuju Jember, di tengah kegelapan dini hari, perahu kecil mereka dihantam ombak besar yang datang tiba-tiba. Kekuatan air yang tak terperi itu membuat perahu oleng, dan ketiga nelayan itu terlempar ke dalam gulungan air. Ini adalah skenario terburuk yang selalu menghantui setiap pelaut: kecelakaan laut di tengah samudra yang luas. Beruntung, Zaenal Abidin dan Rahul Panji Darmawan berhasil menyelamatkan diri. Dengan sisa tenaga dan insting bertahan hidup, mereka berjuang mencapai menara pantau TNI-AU yang terletak di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh. Namun, Rizky Andi Dhermawan tidak seberuntung itu. Ia terseret arus dan menghilang, meninggalkan tanda tanya besar tentang keberadaannya.

Sejak saat itu, upaya pencarian intensif tak henti-hentinya dilakukan. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan, dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, serta nelayan-nelayan setempat, menyisir setiap jengkal perairan. Isnugroho, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, menegaskan bahwa pencarian masih terus berlangsung hingga hari kelima. “Jadi, upaya pencarian korban laka laut kapal nelayan di pantai selatan Lumajang masih terus dilakukan sampai hari ini,” ucap Isnugroho di Lumajang, Senin (19/10/2026).

Area pencarian diperluas, meliputi kawasan Pantai Parupa, Bambang, Watu Pecak, Mbah Drajit, hingga ke pantai di Kecamatan Tempursari. Setiap perahu nelayan yang melintas tak luput dari harapan, ikut menyisir dan menyebarkan informasi kepada sesama pelaut. Pencarian tak hanya terfokus di laut, tetapi juga menyusuri jalur darat, berharap menemukan jejak Rizky di bibir pantai. “Ini untuk monitoring dan pencarian masih dilakukan mengingat satu korban masih belum ditemukan, kita masih lakukan penyisiran, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat,” tambah Isnugroho, menggambarkan skala dan kesulitan operasi ini.

Kisah Rizky menjadi pengingat pahit akan harga yang harus dibayar oleh mereka yang menggantungkan hidup pada laut. Ia adalah sebuah pelajaran tentang keberanian yang tak kenal lelah, solidaritas sesama nelayan, dan kegigihan tim SAR. Namun, lebih dari itu, ia adalah “pendidikan” tentang kerendahan hati di hadapan alam, bahwa sekokoh apapun perahu, sehebat apapun pengalaman, laut selalu punya cara untuk mengajarkan tentang keterbatasan manusia. Di tengah deru ombak Lumajang, harapan tak pernah benar-benar padam, ditemani doa dan semangat persaudaraan yang tak akan menyerah sebelum Rizky kembali, entah dalam kondisi apapun.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Simpang Perjuangan yang Membisukan: Kisah Pilu Guru Hamil di Mojokerto yang Berpulang Saat Mengajar

20 Okt 2026 - 15:19 WIB

Simpang Perjuangan yang Membisukan: Kisah Pilu Guru Hamil di Mojokerto yang Berpulang Saat Mengajar

Asap Membara, Nyawa Melayang: Tragedi Pembakaran Sampah dan Peringatan di Lumbang Probolinggo

20 Okt 2026 - 15:18 WIB

Asap Membara, Nyawa Melayang: Tragedi Pembakaran Sampah dan Peringatan di Lumbang Probolinggo

Integrasi Fikih Lingkungan: eLKISI Raih Juara Eco Pesantren Jatim Berkat Pendidikan Santri Peduli Alam

20 Okt 2026 - 15:16 WIB

Integrasi Fikih Lingkungan: eLKISI Raih Juara Eco Pesantren Jatim Berkat Pendidikan Santri Peduli Alam

Setelah Api Bromo Padam: Perjuangan Suraji Melawan Luka Bakar, Menanti Cangkok Kulit, dan Memaknai Sebuah Kehilangan

20 Okt 2026 - 12:38 WIB

Setelah Api Bromo Padam: Perjuangan Suraji Melawan Luka Bakar, Menanti Cangkok Kulit, dan Memaknai Sebuah Kehilangan

Di Balik Seragam Bhayangkara: Setetes Darah, Sejuta Asa dari Polres Ponorogo

20 Okt 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Seragam Bhayangkara: Setetes Darah, Sejuta Asa dari Polres Ponorogo
Trending di Pendidikan