Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Bayangan Rapuh di Balik Pohon Tua: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Situbondo

badge-check

Bayangan Rapuh di Balik Pohon Tua: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Situbondo Perbesar

KlikMojok – Pagi itu, Dusun Asta Berris di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, masih diselimuti ketenangan khas pedesaan. Namun, ketenangan itu mendadak koyak oleh suara gemuruh yang memecah keheningan sekitar pukul 08.00 WIB pada Senin, 21 September 2026. Sarkabun (63), yang tengah menidurkan cucunya di dalam rumah, terperanjat. Bukan sekadar suara angin kencang, melainkan derak pohon mangga tua di belakang rumahnya yang akhirnya menyerah pada usia dan kerapuhan, menjadi insiden pohon tumbang yang mengancam rumahnya.

Kejadian ini, meski tak menelan korban jiwa maupun luka, meninggalkan kerusakan sedang pada rumah semi permanen milik Sarkabun, dengan taksiran kerugian materiil mencapai sekitar Rp5 juta. Lebih dari sekadar kerugian finansial, insiden ini adalah pengingat nyata akan bahaya laten yang seringkali terabaikan di sekitar kita: pohon-pohon tua yang batangnya telah lapuk, menunggu waktu untuk tumbang. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu, menambah risiko bagi struktur bangunan yang rentan.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa Sarkabun sempat terkejut mendengar suara gemuruh yang memekakkan telinga. “Pemilik rumah terkejut mendengar suara gemuruh pohon tumbang. Setelah keluar rumah, ternyata pohon mangga di belakang rumahnya tumbang,” kata Puriyono, Senin siang. Beruntung, naluri Sarkabun untuk segera keluar rumah bersama cucunya menyelamatkan mereka dari impitan material. Kejadian ini menjadi cerminan betapa tipisnya batas antara keselamatan dan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di area padat pepohonan atau dengan struktur bangunan yang rentan.

Respons cepat tanggap bencana segera terkoordinasi. Anggota Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, didampingi Tagana Dinas Sosial, segera meluncur ke lokasi. Dengan sigap, mereka melakukan pemotongan pohon menggunakan gergaji mesin atau chainsaw, membersihkan puing-puing agar situasi kembali kondusif. “Proses penanganan dan pemotongan pohon yang tumbang sudah selesai,” ujar Puriyono, menegaskan efektivitas koordinasi tim di lapangan.

Kolaborasi ini tak hanya melibatkan BPBD dan Dinsos, tetapi juga staf Kecamatan Kapongan, Polsek Kapongan, Koramil Kapongan, Pemerintah Desa Gebangan, hingga petugas PLN wilayah Panarukan, serta partisipasi aktif warga setempat. Sinergi ini menunjukkan pentingnya pendekatan multisektoral dalam penanganan bencana, di mana setiap elemen masyarakat dan pemerintah bahu-membahu untuk mitigasi dan pemulihan.

Setelah penanganan awal, BPBD melanjutkan dengan asesmen atau kaji cepat terhadap kerusakan dan dampak kejadian, serta merencanakan penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan. Namun, lebih dari sekadar respons pasca-bencana, insiden ini juga menjadi momentum penting untuk edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Puriyono, dengan tegas, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan angin kencang yang kian tak menentu.

“Masyarakat kami imbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman atau potensi terjadinya bencana,” pungkasnya. Imbauan ini bukan sekadar peringatan, melainkan panggilan untuk memahami lingkungan sekitar, mengidentifikasi potensi risiko seperti pohon tua yang lapuk, dan mengambil langkah mitigasi sebelum bencana terjadi. Ini adalah bentuk edukasi berkelanjutan yang esensial bagi keselamatan kolektif.

Kisah Sarkabun di Situbondo adalah pengingat bahwa alam memiliki caranya sendiri untuk menguji ketahanan kita. Di balik setiap insiden, tersembunyi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan, solidaritas, dan edukasi berkelanjutan. Bukan hanya tentang memotong pohon yang tumbang, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran kolektif untuk hidup selaras dengan alam, siap menghadapi setiap tantangan yang mungkin datang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lebih dari Asumsi: Mengurai Benang Kusut Penyelidikan Teknis Kecelakaan KM Virgo Transport 8

21 Sep 2026 - 12:39 WIB

Lebih dari Asumsi: Mengurai Benang Kusut Penyelidikan Teknis Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Kehilangan Sosok Ikonik: Gerbang Spemduta Berduka atas Wafatnya Pak Harno, Penjaga Setia yang Dikenang

21 Sep 2026 - 12:37 WIB

Kehilangan Sosok Ikonik: Gerbang Spemduta Berduka atas Wafatnya Pak Harno, Penjaga Setia yang Dikenang

Keunggulan Guru Miosi dalam Workshop Foskam Sidoarjo: Empat Pendidik Raih Nilai Postes Tertinggi

21 Sep 2026 - 12:36 WIB

Keunggulan Guru Miosi dalam Workshop Foskam Sidoarjo: Empat Pendidik Raih Nilai Postes Tertinggi

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

21 Sep 2026 - 09:46 WIB

Merajut Inklusi di Garis Finis: Kisah Terapis Disabilitas Netra di Soekarno Run Banyuwangi

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao

21 Sep 2026 - 09:45 WIB

Gubuk Pawito di Pacitan: Potret Ketegaran Hidup Berdampingan dengan Ternak di Balik Rimbun Kakao
Trending di Pendidikan