KlikMojok – Di tengah hiruk pikuk kuliner Surabaya, Kedai Omahe Mbah Giyo menawarkan sebuah sajian istimewa yang berbeda dari gudeg kebanyakan. Alih-alih menggunakan nangka muda, kedai ini menghadirkan Gudeg Manggar, hidangan otentik khas Yogyakarta yang berbahan dasar bunga kelapa muda. Keunikan ini bukan tanpa tantangan, sebab bahan baku utamanya sangat sulit didapatkan di Surabaya, memaksa pemiliknya untuk memburu hingga ke luar daerah.
Yohanes Budi Prasetyo, pemilik Kedai Omahe Mbah Giyo, mengungkapkan besarnya upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan bahan baku tersebut. “Bahan baku kami harus berburu ke Bantul, bahkan online sampai Ponorogo dan Jawa Barat,” tuturnya pada Kamis (10/9/2026).
Gudeg Manggar memang menjadi salah satu menu andalan utama di kedai ini, mengingat kelangkaannya di pasaran kuliner. Penggunaan manggar atau bunga kelapa muda ini memberikan tekstur dan cita rasa unik yang khas, membedakannya secara signifikan dari gudeg nangka muda yang lebih umum dikenal masyarakat.
Namun, tidak sembarang manggar bisa diolah menjadi sajian lezat ini. Yohanes menjelaskan bahwa bahan baku yang ideal adalah bunga kelapa muda yang masih kuncup atau tertutup rapat, bukan yang sudah mekar.
Manggar yang sudah tua dan bunganya telah mekar akan memiliki tekstur yang keras dan kasar, sehingga tidak cocok untuk diolah menjadi Gudeg Manggar yang lembut. Kondisi spesifik inilah yang menambah tingkat kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku berkualitas bagi kedai di Surabaya ini.
Demi menjaga kualitas Gudeg Manggar yang disajikan, Yohanes secara rutin harus melakukan perburuan bahan baku hingga ke Bantul, Yogyakarta. Selain itu, sebagian pasokan manggar juga didapatkan melalui pemesanan daring dari daerah lain seperti Ponorogo dan Jawa Barat, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap keaslian rasa.
Selain pemilihan bahan baku yang sangat khusus, proses pengolahan Gudeg Manggar ini juga memerlukan waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan gudeg biasa. Hidangan ini harus dimasak dan kemudian didiamkan selama kurang lebih dua hari penuh. Tujuannya adalah untuk memastikan getah alami manggar keluar sepenuhnya dan seluruh bumbu rempah dapat meresap sempurna hingga ke serat-seratnya.
Yohanes menambahkan, “Ciri khas lain terletak pada kuah areh-nya yang tidak menggunakan santan biasa, melainkan blondo dari ampas pembuatan minyak kelapa.” Penggunaan blondo ini memberikan dimensi rasa gurih yang berbeda dan lebih otentik.
Saat disajikan, seporsi Gudeg Manggar lengkap ditemani dengan tahu, telur, ayam, serta sambal goreng krecek yang lezat. Untuk menikmati hidangan istimewa ini, satu porsinya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp30.000-an.
Tak hanya Gudeg Manggar, Omahe Mbah Giyo juga tetap menyediakan varian Gudeg Nangka klasik bagi para pelanggan, dengan kisaran harga antara Rp28.000 hingga Rp30.000. Kedai ini pun tak berhenti berinovasi, saat ini sedang dalam persiapan untuk menghadirkan gudeg dengan bahan dasar jantung pisang, menambah daftar pilihan unik bagi pencinta kuliner.
Lebih dari sekadar menyajikan kuliner khas Yogyakarta dan Jawa Tengah, Omahe Mbah Giyo juga memperkaya daftar menunya dengan berbagai kreasi fusion serta masakan khas dari daerah lain di Indonesia.
Beberapa menu menarik lainnya yang patut dicoba antara lain Garo Rica Bebek khas Manado yang pedas, tumis bunga pepaya dan jantung pisang yang dipadukan dengan tuna asap, Nasi Goreng Tuna Asap Kecombrang dengan aroma khasnya, serta Nasi Goreng Kebuli beraroma kecombrang yang merupakan perpaduan unik cita rasa Timur Tengah dan Nusantara.
Kehadiran Gudeg Manggar di Omahe Mbah Giyo ini menjadi angin segar bagi para pencinta kuliner di Surabaya yang mencari pengalaman rasa otentik dan berbeda. Mereka dapat menikmati sajian khas Yogyakarta yang menggunakan bahan utama bunga kelapa muda, sesuatu yang tidak lazim ditemukan pada gudeg pada umumnya. Lebih dari sekadar hidangan lezat, upaya keras dalam mencari bahan baku manggar hingga ke berbagai daerah juga mencerminkan tantangan besar dalam melestarikan sajian tradisional yang mengandalkan bahan-bahan yang kian sulit didapatkan.












