KlikMojok – Jalan tol yang mulus dan pemandangan yang membentang seringkali menyuguhkan ilusi keamanan, namun di balik ketenangan itu, bahaya mengintai dalam bentuk kelelahan yang tak terduga. Di ruas Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Kilometer 607.200 B, Desa Balerejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, sebuah insiden tragis pecah pada Selasa (8/9/2026) siang. Sebuah Toyota Innova bernomor polisi B 2448 PIV, dalam sekejap mata, bertabrakan dengan sebuah truk box bernomor polisi B 9916 UXY, dan berakhir terbalik di lajur kiri jalan tol.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.20 WIB ini, menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono, berawal dari laju truk box yang dikemudikan Ardha Wahyu Agung Prabowo. Kendaraan besar itu melaju dari arah timur menuju barat, dari Gresik menuju Madiun, menempati lajur kiri jalan.
“Sesampainya di KM 607.200 jalur B, truk berjalan di lajur kiri. Kemudian ditabrak dari belakang oleh Toyota Innova,” jelas Andika Cahyono. Pengemudi Toyota Innova, Reza Indrawan (30), yang saat itu melaju dari arah Surabaya menuju Jakarta, diduga kehilangan kendali setelah benturan keras pada bagian belakang truk, hingga akhirnya kendaraannya terguling.
Tak hanya kerusakan materiil, insiden ini juga meninggalkan jejak luka bagi lima penumpang di dalam Toyota Innova. Selain pengemudi Reza Indrawan, tiga orang lainnya yang turut menjadi korban adalah Dian Andriyana (29), Iman Sutisna (43), Dimas Fajri Suryaharjono (33), dan Dhika Ananda Ramadhan (32). Kelimanya segera mendapatkan penanganan medis, sementara pengemudi truk box dilaporkan selamat tanpa cedera.
Kondisi lalu lintas yang terpantau lancar dan cuaca cerah pada saat kejadian, menurut Andika, justru memperkuat dugaan utama penyebab kecelakaan. Analisis awal menunjukkan bahwa pengemudi Toyota Innova diduga mengantuk, yang membuatnya gagal mengantisipasi keberadaan truk di depannya.
“Analisa sementara, pengemudi Toyota Innova mengantuk sehingga mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi betapa rentannya manusia di balik kemudi, sekecil apa pun rasa kantuk itu.
Akibat tabrakan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian bodi, dengan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp30 juta. Petugas Satlantas Polres Madiun yang segera tiba di lokasi tidak hanya melakukan pertolongan terhadap korban dan pengaturan lalu lintas, tetapi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan saksi sebelum kedua kendaraan dievakuasi.
Menyikapi kejadian ini, Andika Cahyono menyampaikan imbauan penting bagi para pengendara, khususnya yang menempuh perjalanan jauh melalui jalan tol. Kesadaran akan kondisi fisik menjadi kunci utama keselamatan.
“Jangan memaksakan berkendara kalau sudah mengantuk. Istirahat terlebih dahulu agar perjalanan tetap aman,” pungkasnya. Pesan ini bukan sekadar peringatan, melainkan sebuah pengingat bahwa keselamatan di jalan raya, terutama di kecepatan tinggi seperti di jalan tol, bergantung pada kewaspadaan penuh dan keputusan bijak untuk beristirahat ketika tubuh mulai memberikan sinyal kelelahan.












