Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

STIT Muhammadiyah Lumajang Sambut Mahasiswa Baru 2026: Dari Keberagaman hingga Visi Transformasi Institut

badge-check

STIT Muhammadiyah Lumajang Sambut Mahasiswa Baru 2026: Dari Keberagaman hingga Visi Transformasi Institut Perbesar

KlikMojok – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Lumajang secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 pada Senin, 7 September 2026. Bertempat di Aula STIT Muhammadiyah Lumajang, kegiatan ini mengusung tema “Mengenal Kampus, Meneguhkan Nilai, Membangun Generasi Berkemajuan” dan ditandai dengan kehadiran maskot Bintara yang unik.

Maskot Bintara, yang merupakan singkatan dari Bintang Tarbiyah Rasulah Akademik, tampil dalam wujud harimau bertoga yang melambangkan keberanian. Dua maskot tersebut turut menghiasi panggung acara penyambutan mahasiswa baru STIT Muhammadiyah Lumajang, menandai dimulainya masa pengenalan kehidupan kampus bagi para calon mahasiswa.

Rangkaian acara pembukaan diawali dengan khidmat, meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Momen simbolis penyematan tanda peserta juga menjadi bagian penting dari seremoni ini.

Mochamad Ovi Firmansyah, selaku Ketua Panitia PKKMB, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai wadah krusial untuk pembentukan karakter mahasiswa. Ia menekankan pentingnya PKKMB dalam memperkenalkan lingkungan dan sistem akademik kampus.

“Melalui PKKMB, para mahasiswa baru akan mengenal sistem akademik, lingkungan kampus, serta jajaran civitas akademika. Saya mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti proses ini dengan penuh semangat, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan,” ujar Ovi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, Eva Andriani, S.E.I., M.E.I., Ph.D., secara resmi membuka acara. Ia menyoroti komposisi mahasiswa baru tahun ini yang sangat variatif, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan untuk menempuh pendidikan di STIT Muhammadiyah Lumajang.

Eva menjelaskan bahwa peserta tidak hanya berasal dari wilayah Lumajang, tetapi juga mencakup daerah lain seperti Jember, Probolinggo, Madura, hingga Lombok. Keberagaman juga terlihat dari segi usia, mulai dari lulusan baru (fresh graduate) SLTA, peserta gap year, hingga individu yang sudah berkeluarga.

“Ini adalah bentuk apresiasi luar biasa atas semangat mereka kembali menempuh pendidikan. Dari silaturahmi ini, kita dapat mempererat persaudaraan,” tutur Eva, menggarisbawahi semangat persaudaraan yang ingin dibangun melalui keberagaman ini.

Lebih lanjut, Eva memaparkan rencana strategis kampus yang saat ini tengah memproses alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Hal ini seiring dengan diterimanya tiga Surat Keputusan (SK) program studi baru yang akan melengkapi program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sudah ada sebelumnya. Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), ia mengajak seluruh mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk aktif berkolaborasi dalam membesarkan nama kampus.

Mengakhiri arahannya, Eva berpesan agar mahasiswa fokus meningkatkan tiga elemen utama selama menempuh studi: peningkatan kapasitas keilmuan (isi otak), peneguhan ideologi dan akidah (hati), serta kontribusi nyata di tengah masyarakat (tindakan real). Hal ini bertujuan untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Kemeriahan pembukaan PKKMB STIT Muhammadiyah Lumajang 2026 ini ditutup dengan penampilan kebolehan dari seni bela diri khas Muhammadiyah, Tapak Suci, yang kemudian diakhiri dengan doa bersama, menandai awal perjalanan akademik para mahasiswa baru.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kantuk di Balik Kemudi: Refleksi dari Kecelakaan di Tol Madiun yang Nyaris Fatal

8 Sep 2026 - 15:20 WIB

Kantuk di Balik Kemudi: Refleksi dari Kecelakaan di Tol Madiun yang Nyaris Fatal

Ketika Pohon Tak Hanya Mati Dimakan Usia: Jejak Perusakan dan Panggilan Nurani di Ponorogo

8 Sep 2026 - 15:19 WIB

Ketika Pohon Tak Hanya Mati Dimakan Usia: Jejak Perusakan dan Panggilan Nurani di Ponorogo

Mengukir Cinta Budaya: Siswa KB Walidah 1 Gresik Belajar Kuliner dan Transaksi Lokal

8 Sep 2026 - 15:18 WIB

Mengukir Cinta Budaya: Siswa KB Walidah 1 Gresik Belajar Kuliner dan Transaksi Lokal

Man Jadda Wajada: Fondasi 45 Calon Muballighat PDA Sidoarjo Menempa Kemampuan Dakwah Efektif

8 Sep 2026 - 09:45 WIB

Man Jadda Wajada: Fondasi 45 Calon Muballighat PDA Sidoarjo Menempa Kemampuan Dakwah Efektif

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala

7 Sep 2026 - 21:07 WIB

Jeda Kamera di Bromo: Pelarangan Syuting Demi Jaga Api Tak Menyala
Trending di Pendidikan