KlikMojok – Pada Jumat, 4 September 2026, Lazismu Jawa Timur dan Lazismu Sidoarjo bersinergi melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) atas program bantuan septic tank yang telah berjalan di Kampung Kaliampo. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari inisiatif “Bina Kampung Kaliampo Bestari” yang bertujuan meningkatkan sanitasi layak bagi masyarakat setempat.
Dalam agenda tersebut, Manajer Area Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono, bersama Kepala Kantor Lazismu Sidoarjo, Heni Yuniati, secara langsung meninjau lokasi penerima manfaat di RT 12 RW 03, Kampung Kaliampo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Selain mengevaluasi sejauh mana program telah terealisasi dan memberikan dampak, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melaksanakan survei terhadap lima kepala keluarga (KK) yang direncanakan menjadi calon penerima manfaat bantuan septic tank selanjutnya.
Sebelumnya, Lazismu Jawa Timur telah memberikan pendanaan untuk pembangunan fasilitas septic tank bagi sepuluh KK di wilayah Kampung Kaliampo. Seluruh pengerjaan fasilitas sanitasi tersebut telah rampung, sehingga kini dapat memberikan manfaat nyata bagi para keluarga penerima.
Sepuluh keluarga yang telah menerima manfaat dari program ini meliputi Mulyono, Karsini, Indra Fradian, Tukiman, Saodah, Mu’in, Hadiya, Siti Aminah, Maksudatun, dan Paini.
Aditio Yudono menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Lazismu dalam memperluas akses sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menjelaskan, “Bantuan ini menjadi bagian dari upaya Lazismu untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung kepada keluarga penerima, keberadaan septic tank juga membantu mencegah pencemaran air sungai sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.”
Selama kunjungan lapangan, Aditio Yudono dan Heni Yuniati secara seksama meninjau kondisi septic tank yang telah selesai dibangun. Mereka juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para penerima manfaat guna memahami pengalaman mereka dalam penggunaan serta manfaat yang dirasakan dari fasilitas sanitasi tersebut.
Pelaksanaan monev ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang telah disalurkan benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat optimal bagi masyarakat. Selain itu, kunjungan langsung ke lapangan juga berfungsi sebagai sarana untuk mengamati perubahan kondisi lingkungan setelah pembangunan septic tank selesai dilakukan.
Program “Bina Kampung Kaliampo Bestari” memiliki jangkauan yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fasilitas fisik. Inisiatif ini juga berupaya mendorong perubahan perilaku positif di kalangan masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan.
Dengan tersedianya fasilitas sanitasi yang lebih memadai, warga kini memiliki kemampuan untuk mengelola limbah rumah tangga mereka secara lebih efektif. Hal ini secara langsung berkontribusi pada terjaganya kebersihan lingkungan dan signifikan mengurangi risiko pencemaran air sungai, demi kesehatan bersama.
Usai merampungkan kegiatan monitoring dan evaluasi, tim Lazismu melanjutkan agenda kunjungan mereka dengan melaksanakan survei mendalam terhadap lima kepala keluarga (KK) yang masuk dalam daftar calon penerima manfaat bantuan septic tank pada tahap selanjutnya.
Berbeda dengan tahap sebelumnya yang didanai oleh Lazismu Jawa Timur, bantuan untuk kelima KK ini akan sepenuhnya didanai oleh Lazismu Sidoarjo, menunjukkan adanya pembagian peran dalam program.
Proses survei yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kondisi tempat tinggal, ketersediaan fasilitas sanitasi eksisting, kondisi ekonomi keluarga, hingga jumlah tanggungan yang dimiliki. Data-data komprehensif ini akan menjadi dasar pertimbangan krusial dalam menentukan penerima manfaat, memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
Calon penerima manfaat diidentifikasi sebagai keluarga dengan keterbatasan ekonomi, dengan rata-rata penghasilan bulanan berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Mereka umumnya memiliki tanggungan keluarga sebanyak dua hingga tiga orang.
Lebih lanjut, survei juga menemukan adanya calon penerima manfaat yang tergolong sebagai mustahik lansia miskin. Kondisi ini menjadi perhatian khusus, mengingat keterbatasan ekonomi yang mereka alami seringkali menghambat kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan sanitasi yang layak secara mandiri.
Pelaksanaan program “Bina Kampung Kaliampo Bestari” secara jelas menyoroti kolaborasi yang efektif antara Lazismu Jawa Timur dan Lazismu Sidoarjo dalam upaya mereka untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lazismu Jawa Timur mengambil peran utama dengan mendanai pembangunan septic tank untuk sepuluh kepala keluarga pada tahap awal program. Kemudian, Lazismu Sidoarjo melanjutkan estafet dengan menyiapkan pendanaan bagi lima kepala keluarga calon penerima manfaat pada tahap berikutnya.
Pola kolaborasi dan pembagian peran seperti ini memungkinkan program “Bina Kampung Kaliampo Bestari” untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Melalui kegiatan monev dan survei yang dilaksanakan secara berkala ini, Lazismu berupaya memastikan bahwa setiap penyaluran dana umat mampu memberikan dampak yang konkret dan berkelanjutan. Bantuan ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan sanitasi pada tingkat keluarga, tetapi juga secara aktif mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warga.
Heni Yuniati menjelaskan bahwa hasil survei terhadap lima kepala keluarga calon penerima manfaat berikutnya akan menjadi bahan verifikasi krusial bagi Lazismu Sidoarjo sebelum bantuan disalurkan. Ia menambahkan, “Dengan demikian, penerima manfaat dapat tepat sasaran berdasarkan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing keluarga.”












