KlikMojok – Siswa-siswi Kelompok Bermain (KB) Cahaya Aisyiyah PPS Gresik mendapatkan pengalaman belajar yang tak terlupakan dengan berinteraksi langsung bersama para penjaga keselamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kunjungan edukatif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 2 dan 3 September 2026, di markas Damkar Gresik, di mana anak-anak berkesempatan mengenal profesi pemadam kebakaran dan memperoleh pemahaman dasar mengenai keselamatan.
Ratusan siswa KB Cahaya Aisyiyah turut serta dalam kegiatan outing class ini dengan antusiasme yang tinggi. Untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal dan nyaman, kunjungan edukasi tersebut dibagi menjadi empat kelompok setiap harinya.

Sejak pagi, keceriaan terpancar jelas dari wajah para siswa yang tiba di lokasi bersama para guru pendamping dan orang tua mereka. Kedatangan mereka disambut dengan hangat dan ramah oleh para petugas Damkar Gresik.
Para petugas Damkar kemudian mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai peralatan yang digunakan dalam menghadapi situasi darurat. Suasana belajar menjadi sangat berbeda dan menarik karena mereka dapat melihat serta menyentuh perlengkapan tersebut secara langsung, bukan hanya mendengarkan ceritanya.
Petugas memperkenalkan secara detail berbagai perlengkapan keselamatan seperti baju tahan panas, helm pelindung, serta menjelaskan fungsi dari mobil pemadam kebakaran dan peralatan penyemprot air. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya sekadar membayangkan, tetapi juga menyaksikan bagaimana perlengkapan tersebut beroperasi.
Kegiatan edukasi ini terbagi menjadi dua sesi materi. Sesi pertama disampaikan oleh Munir dari bidang sekretariat Damkar, sementara materi mengenai keselamatan bencana diberikan oleh Kasmuin dari bidang Pencegahan Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat.
Materi-materi tersebut disajikan melalui penjelasan yang sederhana dan aktivitas interaktif, sehingga anak-anak lebih mudah memahami pentingnya berhati-hati terhadap sumber api. Selain itu, mereka juga diajarkan bahwa keselamatan memerlukan kombinasi keberanian dan kewaspadaan.
Kunjungan edukasi semakin meriah ketika anak-anak diberi kesempatan untuk mengenakan pakaian pemadam kebakaran, layaknya seorang pemadam cilik sejati. Seragam yang biasanya hanya mereka lihat dari jauh kini melekat di tubuh mungil mereka. Di bawah pengawasan ketat petugas, beberapa anak bahkan mencoba memegang selang pemadam dan menyemprotkan air ke arah sasaran yang telah disiapkan. Wajah-wajah kecil itu menunjukkan antusiasme yang besar dalam mengikuti setiap arahan petugas.
Tawa dan sorak gembira pecah saat air mulai menyembur dari selang, mengubah proses pembelajaran menjadi sebuah permainan yang menyenangkan. Namun, di balik kegembiraan tersebut, tersimpan pesan penting mengenai keselamatan diri yang ingin disampaikan.
Para guru juga tidak ketinggalan mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan cara sederhana menangani api. Petugas menunjukkan penggunaan kain atau pakaian yang telah dibasahi air, peralatan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan rumah. Selain itu, edukasi mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kebocoran gas LPG juga diberikan, menambah wawasan penting tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi guru dan wali murid. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang komprehensif bagi seluruh peserta.
Kepala KB Cahaya Aisyiyah, Suci Andan Arum, S.Pd., menjelaskan alasan di balik penyelenggaraan pembelajaran langsung ini. “Kami ingin anak-anak belajar secara langsung dari para ahli di lapangannya,” ujar Suci. Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan profesi pemadam kebakaran kepada anak sejak usia dini. Ia menambahkan, “Selain mengenalkan profesi damkar yang mulia, kegiatan ini juga penting untuk memberikan pemahaman dasar” terkait keselamatan diri saat anak menghadapi situasi darurat. Lebih jauh lagi, sekolah berharap dapat melatih keberanian dan memperluas wawasan anak melalui pengalaman nyata yang interaktif.
Melalui kunjungan ini, anak-anak diajarkan bahwa pemadam kebakaran bukan sekadar profesi yang datang saat api berkobar, melainkan sebuah tanggung jawab mulia dalam menjaga keselamatan dan membantu masyarakat. Pesan mendalam ini perlahan diperkenalkan kepada mereka melalui berbagai pengalaman selama kunjungan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik pun menyambut baik inisiatif kegiatan tersebut. Mereka berharap sosialisasi sejak usia dini dapat membuat anak-anak lebih memahami bahaya kebakaran, sebab pengetahuan mengenai keselamatan akan lebih mudah melekat ketika disampaikan melalui pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya melihat perlengkapan, tetapi juga mencoba beberapa aktivitas secara langsung, sehingga proses belajar menjadi lebih dekat dengan dunia mereka.
Keceriaan mencapai puncaknya menjelang akhir kegiatan. Setelah mengikuti berbagai aktivitas edukatif, anak-anak diajak bermain air bersama petugas Damkar Gresik. Semprotan air dari armada pemadam melambung tinggi, menciptakan suasana seperti hujan deras yang disambut dengan gelak tawa dan sorak gembira. Beberapa di antara mereka berlari kecil menikmati guyuran air, dan pakaian basah tidak sedikit pun mengurangi keceriaan mereka. Momen tersebut justru menjadi penutup yang paling berkesan, sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara anak-anak, guru, orang tua, dan para petugas.
Hari itu, halaman Damkar Gresik tidak hanya menjadi tempat kunjungan biasa. Tempat tersebut bertransformasi menjadi ruang belajar yang mempertemukan anak-anak dengan pengalaman baru yang berharga. Mereka pulang membawa cerita tentang seragam merah, selang air, dan petugas pemberani. Namun, lebih dari itu, mereka membawa pulang pesan penting tentang menjaga keselamatan. Barangkali, pengalaman sederhana tersebut akan menjadi ingatan yang akan tumbuh bersama mereka, karena pembelajaran yang paling membekas sering kali hadir melalui pengalaman yang menyenangkan. Hari itu, anak-anak belajar bahwa keberanian juga perlu berjalan bersama kehati-hatian. Dari sanalah, sebuah kunjungan edukasi menemukan maknanya, bukan sekadar bermain, melainkan mengenalkan keselamatan melalui cara yang sangat dekat dengan dunia anak.













