KlikMojok – Sektor pertambangan, yang merupakan denyut nadi perekonomian sekaligus potensi sumber daya alam tak terbarukan, menuntut standar operasional yang tinggi. Keamanan, ketertiban, dan profesionalisme menjadi pilar utama yang harus ditegakkan. Namun, fondasi dari semua itu terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengawaki, mereka yang harus memiliki kualifikasi dan kompetensi mumpuni sesuai kaidah teknis.
Menyadari krusialnya peran SDM, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis. Melalui sebuah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang resmi, institusi ini menggandeng Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba). Kesepakatan ini secara spesifik berfokus pada penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) dalam kegiatan pertambangan.

Acara seremonial penandatanganan dokumen PKS dilaksanakan di Kantor PPSDM Geominerba. Pihak Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur diwakili oleh Kepala Dinas, Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., M.Si., sementara PPSDM Geominerba diwakili oleh Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, S.T., M.B.A. Momen ini menjadi penanda sinergi dan komitmen kuat kedua institusi dalam upaya kolektif meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme para tenaga kerja yang berkecimpung di industri pertambangan.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Aftabuddin, menyatakan optimisme besarnya terhadap dampak kerja sama ini. Ia berharap, melalui program pelatihan dan sertifikasi ini, akan lahir lebih banyak Pengawas Operasional maupun Kepala Teknik Tambang (KTT) yang tidak hanya kompeten, tetapi juga tersertifikasi dan terdaftar secara resmi sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Langkah strategis ini menjadi bagian integral dari komitmen bersama Pemprov Jawa Timur dan Kementerian ESDM untuk mendorong terciptanya tata kelola pertambangan yang tidak hanya taat asas dan legal, tetapi juga aman, tertib, profesional, bertanggung jawab, serta berwawasan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Aftabuddin.
Lebih lanjut, Aftabuddin menegaskan bahwa program yang akan dijalankan ke depan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas operasional pertambangan di wilayah Jawa Timur. “Hal ini guna menjamin keselamatan kerja, kepastian teknis, dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin baik bagi daerah,” tandasnya, menekankan pentingnya aspek keselamatan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.













