Menu

Mode Gelap
Geger Data TKA 2026: Lebih dari 2 Juta Calon Peserta Terancam Gagal Ujian, Kenapa? Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Siap Mundur Jika Gagal Penuhi Target Kinerja Keracunan Massal Santri di Sidoarjo: DPRD Desak Evaluasi Total Pengawasan SPPG dan Program MBG Ketika Cinta Berwujud Kode Palsu: Kisah Penipuan Pacar Online Modus IT Bank yang Menguras Hati dan Harta Jalan Tikus yang Terputus: Sopir Tronton Lumpuhkan Pelabuhan Ketapang Demi Kelancaran Logistik Momoling Ubah Teras Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Arena Baca Interaktif

Pendidikan

Ketika Cinta Berwujud Kode Palsu: Kisah Penipuan Pacar Online Modus IT Bank yang Menguras Hati dan Harta

badge-check


					Ketika Cinta Berwujud Kode Palsu: Kisah Penipuan Pacar Online Modus IT Bank yang Menguras Hati dan Harta Perbesar

KlikMojok – Jejak-jejak digital kini tak hanya merekam kenangan, namun juga menyisakan luka mendalam bagi mereka yang terjebak dalam jaring asmara palsu. Di balik layar ponsel, di antara jutaan profil yang mencari koneksi, terselip modus kejahatan yang kian merajalela: penipuan pacar online, atau yang dikenal sebagai love scam. Kisah AWN (28), seorang pria yang bermodal foto orang lain dan identitas fiktif sebagai pegawai IT bank, menjadi cerminan pahit betapa mudahnya kepercayaan dikhianati di dunia maya.

AWN dengan lihai membangun citra seorang profesional yang mapan, memikat hati korbannya hingga terjerat dalam hubungan asmara virtual. Setelah ikatan emosional terbentuk, ia mulai melancarkan aksinya, menguras uang korban secara bertahap hingga mencapai lebih dari Rp31 juta. Kisah ini bukan sekadar catatan kriminal, melainkan sebuah peringatan tentang kerentanan kita dalam menghadapi tipu daya digital.

Tim Siber Satreskrim Polres Madiun berhasil membongkar praktik penipuan bermodus asmara ini. Terungkap, AWN bukanlah pelaku tunggal yang baru pertama kali melancarkan aksinya. Ia diketahui aktif menggunakan sejumlah aplikasi kencan populer seperti Bumble, Tinder, dan Boo, sebagai ladang perburuan calon korbannya. Modus operandi yang terstruktur ini menunjukkan betapa terorganisirnya kejahatan siber yang menyasar emosi manusia.

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Agung Hartawan, dalam keterangannya pada Kamis (3/9/2026), menjelaskan awal mula kasus ini. “Tersangka berkenalan dengan korban melalui aplikasi kencan Bumble. Setelah itu berlanjut ke percakapan melalui WhatsApp untuk membangun kepercayaan,” ujar Agung. Proses pembangunan kedekatan ini menjadi fondasi bagi AWN untuk melancarkan niat jahatnya. Ia menciptakan narasi yang meyakinkan, membuat korban merasa menemukan sosok yang ideal dan dapat dipercaya.

Setelah hubungan semakin erat, benang-benang penipuan mulai terurai. AWN mulai meminta uang kepada korban dengan berbagai dalih yang terdengar mendesak dan meyakinkan. Mulai dari mengaku sedang bekerja di Jakarta, kehilangan ponsel, tertinggalnya KTP dan ATM, hingga rekening bank yang disebutnya terblokir. Korban, yang sudah terlanjur menaruh harapan dan kepercayaan, tanpa ragu mengirimkan uang yang diminta. “Alasannya bermacam-macam, seperti sedang bekerja di Jakarta, HP hilang, KTP dan ATM ketinggalan, hingga rekening terblokir. Karena sudah percaya, korban akhirnya mengirimkan uang hingga terakumulasi sejumlah Rp31 juta lebih,” jelas Agung, menggambarkan betapa efektifnya manipulasi emosional tersebut.

Untuk semakin menguatkan citra palsunya, AWN mengaku sebagai pegawai IT sebuah bank terkemuka di Solo. Profesi ini sengaja dipilih untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan, terlebih korban juga diketahui bekerja di sektor perbankan. “Pelaku menceritakan profesinya dan berjanji bisa membantu korban untuk menutup target pekerjaan di bank. Dari situ timbul hubungan dan rasa percaya, hingga akhirnya secara perlahan pelaku meminta sejumlah uang,” tambah Agung, menyoroti bagaimana AWN memanfaatkan latar belakang korban untuk memperkuat jaringannya.

Namun, di balik jalinan komunikasi daring yang intens, seluruhnya adalah kepalsuan. Selama berhubungan, korban tak pernah sekalipun bertatap muka langsung dengan AWN. Sang penipu menggunakan identitas palsu dan foto milik orang lain untuk menutupi wajah aslinya, serta hanya mengandalkan pesan suara saat berkomunikasi. “Mereka tidak pernah bertemu. Selama berhubungan, korban tidak tahu wajah asli tersangka karena pelaku menggunakan nama lain dan mengirimkan foto wajah orang lain,” ungkap Agung, menegaskan betapa rapihnya modus penipuan ini dirancang.

Penelusuran lebih lanjut oleh pihak kepolisian mengungkap fakta yang lebih mengejutkan: aksi AWN tidak hanya menargetkan satu korban. Tersangka merupakan seorang residivis yang sebelumnya terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penggelapan, yang kemudian beralih ke modus penipuan melalui aplikasi kencan. Jaringannya luas, dengan korban-korban tersebar dari Madiun, Magetan, Surabaya, hingga Klaten. Total kerugian dari beberapa korban tersebut ditaksir mencapai angka fantastis, Rp139 juta.

Tim Siber Satreskrim Polres Madiun melakukan penyelidikan mendalam untuk melacak keberadaan AWN. Meskipun dikenal licin dan kerap berpindah-pindah lokasi di sekitar Kota Solo, petugas akhirnya berhasil meringkusnya. Bahkan, saat hendak diamankan, tersangka sempat berupaya melarikan diri, namun upaya itu berhasil digagalkan oleh kesigapan petugas. Dari tangan AWN, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa uang hasil kejahatan sebesar Rp19,1 juta dan dua unit telepon seluler yang digunakan dalam aksinya.

Kini, AWN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di sel tahanan Mapolres Madiun. Ia dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi literasi digital dan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia maya, terutama saat mencari koneksi personal. Jangan biarkan ilusi cinta berujung pada kerugian yang merugikan hati dan harta.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Tikus yang Terputus: Sopir Tronton Lumpuhkan Pelabuhan Ketapang Demi Kelancaran Logistik

3 September 2026 - 21:52 WIB

Momoling Ubah Teras Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Arena Baca Interaktif

3 September 2026 - 21:51 WIB

Pelajar Bojonegoro Salurkan Donasi Rp11 Juta untuk Korban Gempa NTT

3 September 2026 - 21:51 WIB

Maulid Nabi di SMP PGRI 6 Surabaya, Tanamkan Cinta Ilmu dan Adab

3 September 2026 - 20:33 WIB

Bimtek Litnum dan TKA 2026: SMAS Darussalamah Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Gugus 12

3 September 2026 - 20:19 WIB

Trending di Pendidikan