SIDOARJO – SMAS Darussalamah Sidoarjo pagi tadi, Kamis (3/9), menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi. Kegiatan ini merupakan hari kedua dari rangkaian pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (Bos Kinerja) Terbaik tahun 2026 yang diterima sekolah tersebut.
Kepala SMAS Darussalamah Anjaya Wibawana mengatakan, bimtek ini menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban sekaligus tindak lanjut atas penghargaan Bos Kinerja Terbaik yang diterima sekolahnya. “Ini bagian dari pemanfaatan penerima sasaran Bos Kinerja Terbaik tahun 2026. Sekolah yang menerima bantuan ini adalah sekolah yang diakui pemerintah telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Bimtek kali ini diikuti oleh sekolah-sekolah yang tergabung dalam Gugus 12 SMA Sidoarjo, di antaranya SMAN Olahraga, SMAS Hangtuah 5, SMAS Al Ahmad, dan SMAS Mutiara Bunda, selain tuan rumah SMAS Darussalamah sendiri.
Sehari sebelumnya, seluruh peserta lebih dulu mengikuti Bimtek Pemanfaatan Hasil Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar di SMAN Olahraga. Dengan demikian, kegiatan di SMAS Darussalamah menjadi kelanjutan dari rangkaian penguatan mutu yang telah dimulai sehari sebelumnya.
Tiga Sekolah Binaan Raih Bos Kinerja Terbaik
Momen ini menjadi istimewa karena tiga sekolah yang berada di bawah binaan Pengawas Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Sidoarjo, Sutris, M.Pd., berhasil meraih predikat Bos Kinerja Terbaik tahun 2026. Ketiganya adalah SMAS Darussalamah, SMAS Hangtuah 5, dan SMAS Mutiara Bunda.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Pendidikan Sekolah Formal Darussalamah Krian, Gus Mohammad; Pengawas Cabdin Sidoarjo, Sutris, M.Pd.; serta narasumber bimtek, Rita Puspa Lestari.
Materi Berbasis Kebijakan Terbaru
Dalam bimtek tersebut, fasilitator daerah (fasda) memberikan bekal sejumlah materi inti yang merujuk pada kebijakan terbaru pemerintah, meliputi:
- Analisis Hasil Rapor Pendidikan satuan pendidikan terkait capaian literasi dan numerasi murid;
- Strategi penguatan literasi dan numerasi pada lingkungan fisik, sosio-afektif, dan akademik;
- Analisis Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) berdasarkan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Kemendikdasmen (Perkaban) Nomor 45 dan 47 Tahun 2025, serta Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046 Tahun 2025;
- Analisis capaian hasil TKA melalui laman resmi Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik);
- Penyusunan perencanaan pembelajaran sebagai tindak lanjut hasil analisis capaian TKA, menggunakan pendekatan backward design; serta
- Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai penutup rangkaian bimtek.
Sepanjang kegiatan, peserta secara berkelompok mengerjakan tiga lembar kerja utama, yakni LK-1 (Analisis Rapor Pendidikan dan Penyusunan RTL), LK-2 (Strategi Penguatan Literasi dan Numerasi), dan LK-3 (Perencanaan Pembelajaran sebagai Tindak Lanjut Analisis TKA).
Hasil kerja kelompok tersebut kemudian diunggah peserta melalui Google Drive fasilitator daerah dan dashboard resmi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari dokumentasi capaian program.
Mendorong Sekolah Peka terhadap Data
Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diajak untuk tidak sekadar membaca angka pada Rapor Pendidikan maupun hasil TKA, melainkan menelusuri akar penyebab rendahnya capaian literasi dan numerasi di sekolah masing-masing, sekaligus merancang langkah pembelajaran yang selaras dengan temuan data tersebut — mulai dari perbaikan perangkat ajar, media pembelajaran, hingga instrumen asesmen.
Kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut secara berkala di satuan-satuan pendidikan lain, mengingat penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu indikator utama peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, tidak hanya bagi sekolah penerima Bos Kinerja, tetapi juga bagi seluruh satuan pendidikan pada umumnya. (*)













