KlikMojok – Lima atlet taekwondo dari SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (Almadany) Kebomas Gresik berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang medali dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Jawa Timur tahun 2026. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menegaskan keberanian serta potensi bertanding para siswa sejak usia dini di ajang kompetisi tingkat provinsi.
Kelima atlet taekwondo SD Almadany tersebut menunjukkan keberanian yang telah terlatih saat melangkah ke arena pertandingan. Mereka bukan sekadar mewakili nama sekolah, namun juga bertekad menguji kemampuan mereka di tengah ketatnya persaingan antar pelajar dari seluruh Jawa Timur.

Ajang bergengsi yang mereka ikuti adalah Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar 2026. Kompetisi ini diselenggarakan di Gelanggang Kenjeran Park, Surabaya, selama empat hari penuh, mulai Kamis hingga Ahad, tanggal 27 sampai 30 Agustus 2026. Dari gelanggang tersebutlah, lima siswa SD Almadany sukses membawa pulang medali kebanggaan.
Raihan prestasi ini tentu saja menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi SD Almadany, sebuah institusi pendidikan yang senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan berbagai potensi siswanya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Kelima atlet muda ini menunjukkan kemampuannya dalam dua nomor pertandingan yang berbeda, yaitu poomsae dan kyorugi, yang dibagi lagi ke dalam kategori sesuai kelompok usia masing-masing.
Berikut adalah daftar lengkap para peraih medali dari SD Almadany:
- Muhammad Dinul Haq Firdaus dari kelas VI Brantas berhasil meraih juara pertama dalam kategori Poomsae Semi Prestasi Cadet M Individual.
- Adya Ahza Al-Ghazali dari kelas VI Bengawan Solo menempati posisi juara kedua pada nomor Kyorugi Semi Prestasi Cadet 46.
- Muhammad Khalif Sakha Kenedyanto, juga dari kelas VI Brantas, turut menyabet juara kedua di kategori Kyorugi Semi Prestasi Cadet.
- Selanjutnya, Muhammad Akhir Ar Rafif Firdaus dari kelas IV Maro sukses meraih juara ketiga pada nomor Kyorugi Semi Prestasi Pra Cadet CM-30.
- Terakhir, Bjorn Raqilla Perwira dari kelas III Maraja juga berhasil membawa pulang medali juara ketiga di kategori Kyorugi Semi Prestasi Pra Cadet BM-36.
Namun, kelima atlet taekwondo SD Almadany ini tidak hanya membawa pulang medali. Mereka juga mengantongi pengalaman yang sangat berharga dari atmosfer pertandingan tingkat provinsi yang sesungguhnya. Di dalam arena, setiap gerakan yang mereka lakukan membutuhkan keberanian, konsentrasi penuh, dan kemampuan untuk membaca situasi lawan. Oleh karena itu, ajang kompetisi ini menjadi sebuah ruang belajar yang unik, yang mungkin tidak sepenuhnya bisa mereka dapatkan di dalam lingkungan kelas.
Kejuaraan ini mempertemukan para pelajar dari berbagai daerah di seluruh Jawa Timur, yang masing-masing datang dengan bekal kemampuan dan pengalaman berbeda untuk menguji hasil latihan mereka. Bagi para atlet muda ini, pengalaman bertanding merupakan bagian krusial dalam proses pembentukan mental dan karakter. Melalui kompetisi, mereka belajar bagaimana menghadapi tekanan, menjaga fokus yang tinggi, dan yang tidak kalah penting, menerima setiap hasil pertandingan dengan lapang dada.
Lebih dari sekadar ajang perebutan medali, kejuaraan ini juga mengemban misi penting dalam pembinaan atlet taekwondo masa depan. Kompetisi seperti ini menjadi salah satu wadah strategis untuk menemukan bibit-bibit potensial yang akan berkontribusi pada perkembangan taekwondo di Jawa Timur. Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., secara langsung menegaskan pentingnya proses pembinaan ini. Beliau menyampaikan hal tersebut saat membuka secara resmi Kejurprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun menyatakan, “Kejuaraan yang kita laksanakan hari ini bukan hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi dan mengukur kemampuan atlet.” Menurutnya, kompetisi ini juga merupakan bagian integral dari komitmen besar untuk membangun dan meningkatkan prestasi taekwondo Jawa Timur di masa mendatang. Dengan demikian, setiap pertandingan yang digelar memiliki makna dan arti yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar posisi podium.
Para pelajar yang berpartisipasi dalam ajang ini mendapatkan kesempatan emas untuk mengukur kemampuan diri mereka sendiri, sekaligus merasakan dan mengenal atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Pengalaman berharga ini diharapkan menjadi bekal penting yang akan menemani perjalanan mereka selanjutnya sebagai seorang atlet taekwondo.
Atas pencapaian luar biasa ini, kelima atlet taekwondo SD Almadany menerima apresiasi tinggi dari Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd. Saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 1 September 2026, setelah para siswa menyelesaikan perjuangan mereka di arena, Lilik Isnawati menyampaikan rasa senang dan bangganya terhadap anak didiknya. Menurutnya, prestasi yang diraih ini secara jelas menunjukkan keberanian para siswa dalam mengembangkan beragam potensi yang mereka miliki.
Lilik Isnawati menambahkan bahwa sekolah memiliki komitmen kuat untuk memfasilitasi dan mendukung bakat-bakat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Bakat-bakat yang dimaksud tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga mencakup olahraga serta bidang-bidang lain yang diminati siswa. “SD Almadany akan terus melahirkan bibit-bibit unggul,” tegas Lilik dengan optimisme.
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa SD Almadany sangat terbuka terhadap berbagai jenis kegiatan yang terbukti memberikan dampak positif bagi perkembangan holistik siswa. “Kami selalu terbuka dan siap mencoba hal-hal baru, selama itu berdampak baik bagi perkembangan siswa-siswi kami,” imbuh Lilik, menunjukkan sikap progresif sekolah.
Menurut pandangan Lilik, setiap anak sesungguhnya memiliki potensi unik yang wajib dikenali dan kemudian dikembangkan secara berkelanjutan. Atas dasar pemahaman ini, pihak sekolah berupaya keras untuk menyediakan ruang dan kesempatan agar potensi-potensi tersebut dapat tumbuh optimal melalui pengalaman nyata. “Bakat apa pun yang mereka miliki akan terus kami asah agar meraih prestasi maksimal,” pungkasnya, menegaskan komitmen sekolah.
Dukungan penuh dari sekolah ini merupakan bagian integral dari ekosistem pendidikan yang bertujuan memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk bertumbuh dan berkembang. Hal ini didasari keyakinan bahwa prestasi gemilang tidak hanya lahir dari kemampuan semata, melainkan juga dari adanya kesempatan yang diberikan dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Pada akhirnya, kelima siswa SD Almadany telah kembali ke sekolah dengan membawa medali kebanggaan dari arena Kejurprov. Namun, pencapaian ini bukanlah sebuah garis akhir dari perjalanan mereka dalam dunia taekwondo. Sebaliknya, pengalaman berharga selama bertanding ini diharapkan dapat menjadi pijakan yang kokoh untuk menatap dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya di masa depan.
Melalui ajang ini, mereka telah merasakan secara langsung bagaimana semua hasil latihan yang telah ditekuni berhadapan dengan tekanan nyata dalam sebuah pertandingan. Di sisi lain, pihak sekolah juga memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi-potensi siswa yang masih bisa terus dikembangkan. Tak hanya itu, orang tua dan para guru kini memiliki alasan baru yang kuat untuk terus menjaga dan memupuk semangat latihan para siswa.
Pada akhirnya, kelima medali yang dibawa pulang itu menyimpan cerita mendalam tentang keberanian anak-anak dalam memasuki arena kompetisi. Mereka telah belajar bahwa untuk meraih sebuah kemenangan, dibutuhkan persiapan yang matang, ketekunan yang tak kenal lelah, serta keberanian untuk menghadapi setiap lawan yang ada.
Dari gelanggang Kenjeran Park, Surabaya, pengalaman berharga ini akan menjadi bekal yang nilainya mungkin jauh lebih panjang dan abadi dibandingkan usia fisik medali itu sendiri. Sebab, bagi setiap atlet muda, setiap pertandingan yang mereka jalani adalah sebuah halaman baru yang penting dalam perjalanan panjang menuju puncak prestasi.













