KlikMojok – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 5 Cangaan, yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, menempatkan program tahfiz sebagai salah satu program unggulan yang bertujuan melahirkan generasi Qur’ani. Inisiatif ini diumumkan dalam sebuah sosialisasi program madrasah yang diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cangaan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, pada Senin (31/8/2026).
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, serta wali murid dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, TK TPA, MI, hingga Madrasah Diniyah (Madin). Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai target dan mekanisme pelaksanaan program tahfiz.

Aris Mustar, selaku Ketua Bagian Dikdasmen PRM Cangaan, memaparkan bahwa target utama program ini adalah agar setiap siswa MI Mulia Cangaan mampu menghafal juz 30 Al-Qur’an saat mereka menyelesaikan jenjang pendidikan di sana. “Tahfiz ini menjadi modal dasar dan bekal hidup selanjutnya,” tegas Aris.
Untuk memperkuat pelaksanaan program tahfiz, Aris Mustar juga mengajak kolaborasi dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk TPA, TQA, PAUD, TK, MI, dan Madrasah Diniyah (Madin). Ia menekankan bahwa sinergi antarlembaga ini sangat penting untuk memperkuat implementasi program tahfiz dan membantu anak-anak membangun kebiasaan menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Selanjutnya, Zulfa Sulistina, S.Pd., Koordinator Program Tahfiz, menggarisbawahi krusialnya kerja sama antara guru dan wali murid. Menurutnya, kedua belah pihak memegang peranan vital dalam mendampingi proses belajar anak. “Dengan kerja sama tersebut, orang tua dan guru dapat mendukung perkembangan anak secara berkelanjutan. Anak pun diharapkan tumbuh cerdas dan mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Zulfa juga menyampaikan harapannya agar anak-anak menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sehingga mereka siap menghadapi perkembangan zaman dengan bekal nilai-nilai luhur Al-Qur’an.
Program tahfiz di MI Mulia Cangaan dirancang dengan lima metode pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa menghafal Al-Qur’an. Metode tersebut meliputi mendengarkan bacaan Al-Qur’an, menirukan, mengulang bacaan hingga hafal, menyetorkan hafalan secara langsung (tasmi’), dan melakukan murajaah (mengulang hafalan lama agar tetap kuat). Guru memiliki keleluasaan untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing murid, demi menciptakan proses menghafal yang nyaman dan sesuai kebutuhan anak.
Dalam pelaksanaannya, program tahfiz menerapkan sistem target dan level yang disesuaikan dengan kurikulum pada setiap jenjang pendidikan. Program ini juga diintegrasikan ke dalam jadwal pembelajaran mingguan, memastikan siswa memiliki waktu khusus untuk mengembangkan hafalan secara rutin. Sistem target dan level ini berfungsi sebagai alat bagi guru untuk memantau perkembangan hafalan siswa, sehingga pendampingan dapat disesuaikan dengan kemampuan individual anak.
Azizah, seorang wali murid kelas 5, menyambut baik program tahfiz ini. Ia berharap agar pelaksanaan program tetap memperhatikan kondisi dan gaya belajar anak. “Mohon dalam setiap sujud mendoakan anak agar menjadi anak yang hafal Al-Qur’an dan berakhlak karimah,” pintanya, seraya berharap guru dan orang tua terus memanjatkan doa bagi kemudahan anak dalam menghafal Al-Qur’an dan membentuk akhlak mulia.
Pihak PRM Cangaan berharap melalui program ini, pendidikan Al-Qur’an dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan mengandalkan kolaborasi erat antara sekolah, guru, orang tua, dan seluruh lembaga pendidikan terkait demi tercapainya target hafalan siswa.













