KlikMojok – SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo) menunjukkan kepeduliannya dengan menggalang dana kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh donasi yang berhasil terkumpul kemudian disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Bojonegoro.
Pada Senin, 31 Agustus 2026, Muntafiah, yang menjabat sebagai Manajer Fundraising Lazismu Bojonegoro, melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo).

Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus secara resmi menerima hasil penggalangan dana yang dihimpun oleh seluruh siswa dan guru SD Mudabo. Donasi ini ditujukan khusus bagi para korban gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan total jumlah terkumpul mencapai Rp16.385.500.
Penyerahan simbolis hasil penggalangan dana tersebut dilakukan oleh Annisa Azzaidah Al-Humaira, seorang siswi dari kelas 5C SD Mudabo, yang bertindak sebagai perwakilan seluruh teman-temannya. Donasi itu diterima langsung oleh Muntafiah, Manajer Fundraising Lazismu Bojonegoro.
Bagi Annisa, kesempatan untuk terlibat langsung dalam penyerahan donasi ini bukan hanya sekadar tugas, melainkan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Ia merasa ini adalah momen penting untuk belajar tentang arti berbagi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Annisa mengungkapkan kegembiraannya karena dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu saudara-saudara sebangsa yang tengah ditimpa musibah.
Dengan tulus, Annisa Azzaidah Al-Humaira menyatakan, “Saya sangat senang memberikan donasi ini karena bisa membantu meringankan beban saudara di Flores NTT yang kena musibah gempa.”
Muntafiah, selaku Manajer Fundraising Lazismu Bojonegoro, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif serta kepercayaan yang diberikan oleh seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro dalam mendukung gerakan kemanusiaan ini.
“Terima kasih atas partisipasi donasi kepedulian dari keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro. Langkah ini menjadi bagian dari solidaritas terhadap saudara kita yang mengalami musibah,” tutur Muntafiah.
Lebih lanjut, Muntafiah menjelaskan bahwa inisiatif penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT ini merupakan respons terhadap seruan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara lembaga pendidikan seperti SD Mudabo dan Lazismu memegang peranan krusial dalam memperluas jangkauan gerakan kepedulian sosial di masyarakat.
Muntafiah juga menekankan bahwa donasi yang berhasil dihimpun dari lingkungan sekolah tidak hanya memiliki nilai materi semata. Lebih dari itu, aksi ini juga membawa pesan pendidikan yang mendalam mengenai pentingnya menumbuhkan empati, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.
Muntafiah menambahkan bahwa Lazismu Bojonegoro akan menyalurkan seluruh donasi yang terkumpul sesuai dengan program bantuan untuk korban gempa NTT yang telah dikoordinasikan secara matang oleh Lazismu Jawa Timur.
Ia juga menginformasikan bahwa pengiriman berbagai bentuk bantuan dan pengerahan relawan telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal terjadinya musibah gempa tersebut.
Muntafiah menegaskan, “Kepercayaan dari para donatur menjadi amanah yang harus dijaga melalui tata kelola yang profesional dan bertanggung jawab.”
Gerakan kepedulian yang diinisiasi oleh keluarga besar SD Mudabo ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebaikan dan solidaritas dapat ditumbuhkan sejak lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan berbagi sejak dini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar mereka.













