KlikMojok – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 194 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program edukasi bagi warga Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Program ini berfokus pada pelatihan pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan pembuatan lubang resapan biopori, dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta mendorong kemandirian desa.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, ini merupakan salah satu inisiatif mahasiswa KKN UMM Kelompok 194 untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka kembali membawa manfaat signifikan bagi penduduk Desa Gedongboyountung.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyelenggarakan pelatihan praktis mengenai pembuatan pupuk organik cair dan teknik pembuatan lubang resapan biopori. Warga setempat menyambut dan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusiasme yang sangat tinggi, menunjukkan minat mereka terhadap solusi lingkungan.
Pelatihan ini dirancang untuk menghadirkan solusi yang sederhana namun memiliki dampak besar, baik bagi keberlanjutan lingkungan maupun peningkatan ekonomi warga. Mahasiswa berhasil membekali masyarakat dengan dua keterampilan fundamental yang sangat relevan.
Keterampilan pertama yang diajarkan adalah cara memproduksi pupuk organik cair. Bahan baku utamanya berasal dari limbah dapur rumah tangga serta berbagai material alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Metode ini tidak hanya menyediakan pupuk berkualitas untuk kebutuhan tanaman pertanian dan pekarangan, tetapi juga secara signifikan mengurangi ketergantungan warga terhadap pupuk kimia yang harganya cenderung mahal.
Pemanfaatan bahan-bahan alami dalam pembuatan pupuk juga berkontribusi pada penghematan biaya produksi pupuk yang selama ini memberatkan petani, sekaligus berperan penting dalam menjaga kesuburan dan kesehatan kondisi tanah. Keterampilan kedua yang diajarkan adalah pembuatan lubang resapan biopori di area sekitar tempat tinggal. Lubang-lubang berbentuk silindris ini berfungsi vital dalam mempercepat proses penyerapan air hujan ke dalam lapisan tanah.
Lebih lanjut, lubang biopori juga memiliki fungsi ganda sebagai lokasi pengomposan untuk sampah organik. Dengan adanya biopori, masalah genangan air dapat diminimalisir, risiko banjir dapat dicegah, dan secara bersamaan, proses ini menghasilkan kompos alami yang bermanfaat bagi tanaman.
Seluruh rangkaian kegiatan praktis ini secara tidak langsung memperkenalkan metode sederhana namun efektif dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri memanfaatkan berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan pertanian tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Koordinator Desa (Kordes) Kelompok 194, Ahmad Dimas Putra Deva, menjelaskan secara rinci tujuan dari kegiatan ini kepada seluruh warga. Dia menyatakan bahwa tujuan utama mahasiswa adalah membekali masyarakat dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung mereka aplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memberikan bekal ilmu yang warga bisa langsung praktik dan merasakan manfaatnya oleh warga sehari-hari,” tegas Ahmad Dimas.
Dia memaparkan bahwa pupuk organik dapat dibuat dengan biaya yang sangat rendah, bahkan hampir tanpa mengeluarkan modal sama sekali. Selain aspek ekonomis, pupuk jenis ini juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen.
“Sementara biopori membantu menjaga air tanah tetap terjaga dan mengurangi sampah organik di lingkungan kita,” tambahnya menjelaskan manfaat biopori.
Ahmad Dimas juga menyampaikan harapannya agar warga Desa Gedongboyountung dapat terus melestarikan kebiasaan baik ini, bahkan setelah masa kegiatan KKN mahasiswa selesai.
“Harapan kami, setelah kami pulang, warga Desa Gedongboyountung bisa terus melanjutkan kebiasaan baik ini,” ungkapnya penuh harap.
Dengan demikian, ia optimis bahwa kebiasaan baru ini akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan kemandirian desa dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanian mereka.
Sementara itu, M. Irkham Mamungkas, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMM, turut menyampaikan apresiasi tinggi. Beliau mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif dan upaya Kelompok 194 dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
“Saya sangat bangga melihat inisiatif yang diambil oleh Kelompok 194,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini dinilai sangat tepat sasaran karena berhasil memadukan transfer pengetahuan teoritis dengan praktik langsung di lapangan.
M. Irkham kembali menegaskan, “Saya sangat bangga melihat inisiatif yang diambil oleh Kelompok 194.” Menurut pandangannya, upaya mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna adalah langkah cerdas dan progresif menuju pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Inilah semangat yang ditanamkan Universitas Muhammadiyah Malang, ilmu harus bermanfaat, hadir di tengah masyarakat, dan menyelesaikan masalah nyata,” pungkasnya, menekankan filosofi pengabdian UMM.
Oleh karena itu, M. Irkham berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi terciptanya perubahan yang berkelanjutan di Desa Gedongboyountung. Di sisi lain, para warga yang menjadi peserta pelatihan menunjukkan ekspresi antusiasme dan semangat yang tinggi sepanjang acara.
Masyarakat setempat merasa bahwa pelatihan ini sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selama ini, mereka memang seringkali merasakan beban akibat kenaikan harga pupuk kimia yang terus-menerus terjadi.
Selain masalah pupuk, warga juga kerap dihadapkan pada kesulitan dan kebingungan dalam mencari solusi efektif untuk mengelola sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga mereka sehari-hari.
“Terima kasih banyak kepada adik-adik mahasiswa,” ucap salah seorang warga yang hadir, menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengakui telah mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sangat berharga melalui kegiatan ini.
“Hari ini kami belajar banyak sampah yang biasanya terbuang ternyata bisa jadi pupuk yang sangat berguna,” lanjutnya dengan nada gembira.
Warga tersebut juga menyatakan komitmennya untuk terus menerapkan praktik yang telah mereka pelajari. “Insya Allah kami akan terus melanjutkan ini,” ungkapnya sambil tersenyum bahagia, menunjukkan keseriusan mereka.
Dengan demikian, inisiatif pelatihan pembuatan pupuk organik dan biopori ini secara jelas menunjukkan bahwa perubahan positif yang besar dapat diawali dari langkah-langkah kecil namun konsisten.
Semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat menjadi pendorong utama bagi KKN UMM Berdampak Kelompok 194 untuk terus menghadirkan solusi-solusi nyata. Tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah terciptanya lingkungan yang lebih bersih, kondisi tanah yang lebih subur, serta peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Gedongboyountung.













