Menu

Mode Gelap
Ketika Masa Depan Tergadai Kristal: Refleksi dari Bongkaran Jaringan Sabu di Pasuruan Ketika Pena Bertemu Intimidasi: Menjaga Kebebasan Pers dari Tuban hingga Bojonegoro Membentuk Masa Depan: Seminar SD Mugres Perkuat Peran Kepala TK sebagai Sutradara di Masa Emas Anak Implementasi Teologi Al-Maun: Lazismu Perkuat Filantropi Muhammadiyah di Tapal Kuda Ketika Kabut Menyapa Malang Raya: Potret Udara Pagi di Puncak Kemarau 2026 Jelang Muktamar NU, Langit Jombang, Mojokerto, dan Kediri Beri Sinyal Cerah

Pendidikan

Bukan Sekadar Bersholawat, Cara SDIT Permata Surabaya Tanamkan Akhlak Rasul

badge-check


					Bukan Sekadar Bersholawat, Cara SDIT Permata Surabaya Tanamkan Akhlak Rasul Perbesar

SURABAYA – Senyum, lantunan sholawat, dan semangat anak-anak memenuhi suasana SDIT Permata Surabaya, Senin (24/8). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan akhlak mulia dalam keseharian siswa.

Mengusung tema “Rasulullah Inspirasiku, Akhlak Mulia Jalanku”, kegiatan diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan penuh antusias.

Melalui rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif dan menyenangkan, siswa diajak mengenal sosok Rasulullah SAW lebih dekat, memahami keteladanannya, serta menjadikan akhlak beliau sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kemeriahan dimulai sejak pukul 07.00 WIB di kelas masing-masing. Para siswa mengawali hari dengan ikrar, murajaah tahfiz, dan tukar kue.

Kegiatan tersebut sederhana, tetapi sarat makna. Dari sana, anak-anak belajar tentang kebersamaan, berbagi, dan memperkuat ukhuwah dengan teman-teman mereka.

Setelah itu, suasana semakin semarak. Kegiatan Maulid Nabi dilaksanakan dalam dua jenjang, yakni kelas bawah dan kelas atas. Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan Lomba Sholawat Nariyah yang melibatkan seluruh siswa SDIT Permata Surabaya.

Suara lantunan sholawat menggema di lingkungan sekolah. Anak-anak tidak hanya tampil untuk berkompetisi, tetapi juga belajar mengekspresikan kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW melalui sholawat.

Belajar Mencintai Rasulullah melalui Kisah

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah berkisah tentang Rasulullah SAW.

Untuk jenjang kelas bawah, kisah Rasulullah disampaikan oleh Bunda Daniek dari IZI (Inisiatif Zakat Indonesia). Sementara itu, jenjang kelas atas mengikuti kegiatan berkisah bersama Ustaz Husen, guru Bahasa Arab SDIT Permata Surabaya.

Kisah yang disampaikan dengan cara menarik berhasil membawa anak-anak larut dalam cerita. Tatapan penuh perhatian, senyum, dan respons spontan mereka menunjukkan antusiasme para siswa mengikuti setiap bagian kisah Rasulullah SAW.

Bagi anak-anak, kisah bukan sekadar cerita. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang kejujuran, kasih sayang, kesabaran, keberanian, kepedulian, dan akhlak mulia yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme tersebut juga dirasakan Bunda Daniek. Ia mengapresiasi semangat para siswa SDIT Permata Surabaya.

“Anak-anak semangat sekali ya, Ustazah. Gedung sekolahnya juga tinggi… Subhanallah…”

Keceriaan yang sama dirasakan Fatih, siswa kelas 2B. Dengan polos, ia mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Maulid Nabi.

“Aku senang, Us. Acaranya meriah.”

Kalimat sederhana dari seorang anak tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mereka.

Bukan Sekadar Meriah, tetapi Menginspirasi

Setelah kegiatan berkisah selesai, seluruh siswa diajak untuk foto bersama. Acara kemudian ditutup dengan pengumuman para juara lomba dan pembagian stiker sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.

Namun, harapannya tentu tidak berhenti pada kemeriahan acara.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDIT Permata Surabaya menjadi pengingat bahwa mengenal Rasulullah bukan hanya dengan mengetahui kisah hidup beliau, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.

Kejujuran ketika berbicara.

Kesantunan ketika bersikap.

Kepedulian kepada teman.

Kesabaran ketika menghadapi masalah.

Serta keberanian untuk memilih kebaikan meskipun tidak selalu mudah.

Karena pada akhirnya, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut nama beliau, tetapi seberapa kuat kita berusaha meneladani akhlaknya.

Dari SDIT Permata Surabaya, semangat itu terus ditanamkan:

Rasulullah inspirasiku.

Akhlak mulia jalanku.

Menjadi generasi yang mencintai Rasulullah dan menghadirkan keteladanannya dalam setiap langkah.

Ditulis oleh Ibtihal, S.Pd.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Masa Depan Tergadai Kristal: Refleksi dari Bongkaran Jaringan Sabu di Pasuruan

26 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Ketika Pena Bertemu Intimidasi: Menjaga Kebebasan Pers dari Tuban hingga Bojonegoro

26 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Membentuk Masa Depan: Seminar SD Mugres Perkuat Peran Kepala TK sebagai Sutradara di Masa Emas Anak

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Implementasi Teologi Al-Maun: Lazismu Perkuat Filantropi Muhammadiyah di Tapal Kuda

26 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Ketika Kabut Menyapa Malang Raya: Potret Udara Pagi di Puncak Kemarau 2026

26 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Trending di Pendidikan