Menu

Mode Gelap
MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional TPG Juli dan Agustus 2026 Belum Cair: Ini Penyebab dan Solusinya Review Fatmawati Trophy Jatim 2026: Kebaya Berakar Budaya Lokal Melaju ke Nasional 7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada Transformasi Pendidik Sdamada: KKG Kuatkan Growth Mindset untuk Pembelajaran Efektif Anak Tangguh: Ini yang Perlu Anda Tahu untuk Mengajarkannya

Pendidikan

Transformasi Pendidik Sdamada: KKG Kuatkan Growth Mindset untuk Pembelajaran Efektif

badge-check


					Transformasi Pendidik Sdamada: KKG Kuatkan Growth Mindset untuk Pembelajaran Efektif Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) kembali mengadakan pertemuan rutin di auditorium sekolah. Acara ini secara khusus menekankan pentingnya pengembangan growth mindset bagi para pendidik, dengan tujuan utama menguatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui pendekatan student center, refleksi diri, dan supervisi yang konstruktif.

Kegiatan KKG Sdamada kali ini dihadiri oleh 40 guru, yang mencakup berbagai spesialisasi, mulai dari guru kelas, guru mata pelajaran, hingga guru baca tulis Al-Qur’an.

Sebagai agenda bulanan yang telah terjadwal, KKG Sdamada berfungsi sebagai wadah penting untuk terus mengasah dan meningkatkan kompetensi para guru, baik dalam kapasitas mereka sebagai pengajar maupun sebagai pendidik yang membimbing karakter siswa.

Menyadari urgensi peningkatan kualitas, Kepala Sdamada, Alfiatun Na’imah, S.Pd., memberikan penekanan khusus agar para guru segera menindaklanjuti setiap hasil dan materi yang diperoleh dari kegiatan KKG. Beliau menegaskan, “Kalau kualitas pembelajaran di dalam kelas harus lebih baik, tugas setelah KKG mohon langsung dikerjakan. Jangan menunda.”

Upaya perbaikan kualitas pendidikan di Sdamada juga terus dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya dengan berbenah berdasarkan evaluasi dari rapor pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Rapor pendidikan tersebut, yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), menjadi landasan bagi Sdamada untuk melaksanakan berbagai langkah perbaikan. Salah satu strategi utama yang diimplementasikan adalah peningkatan kapasitas guru melalui program up-grading guna mengoptimalkan kualitas pengajaran di sekolah.

Dengan mengusung tema “Pembelajaran Student Center”, KKG Sdamada diselenggarakan dalam format lokakarya (workshop). Untuk memandu sesi tersebut, pihak sekolah menghadirkan Gustini, S.Pd., M.M., seorang pakar di bidang pendidikan, sebagai narasumber utama.

Gustini menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Ia menyatakan, “Guru itu harus bisa membawa suasana kelas menyenangkan dengan pembelajaran yang bervariasi,” menunjukkan bahwa variasi dalam metode pengajaran merupakan kunci untuk menjaga antusiasme siswa.

Sebelum memasuki sesi utama, Gustini memulai kegiatan dengan mengajak seluruh peserta KKG untuk berinteraksi melalui aplikasi Slido. Melalui serangkaian pertanyaan, ia berhasil menggali dan memetakan pola pikir yang dominan di kalangan para pendidik.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan apakah pola pikir mereka cenderung tetap (fixed mindset) atau sudah berkembang (growth mindset).

Gustini menjelaskan bahwa individu dengan fixed mindset cenderung meyakini bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan adalah karakteristik bawaan sejak lahir yang bersifat statis dan tidak dapat diubah sepanjang hidup.

Bagi mereka, kegagalan sering kali diinterpretasikan sebagai bukti langsung dari ketidakmampuan atau kurangnya kepandaian. Akibatnya, mereka cenderung menghindar dari tantangan baru, didorong oleh kekhawatiran akan terlihat bodoh jika mengalami kegagalan.

Gustini menambahkan, “Bagi mereka, usaha juga terasa sia-sia jika seseorang memang tidak memiliki bakat alami. Bahkan, kritik sering membuat mereka tersinggung atau bersikap defensif.”

Berbeda dengan fixed mindset, individu dengan growth mindset memiliki keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan adalah atribut yang dapat terus diasah dan berkembang seiring waktu. Dalam pandangan ini, kerja keras, latihan yang konsisten, dan penerapan strategi yang tepat merupakan elemen krusial dalam mencapai perkembangan tersebut.

Mereka melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai peluang berharga untuk belajar dan terus maju. Demikian pula, tantangan dipandang sebagai sarana efektif untuk meningkatkan dan memperluas kapasitas serta kemampuan diri.

Dalam pola pikir ini, usaha dan dedikasi dianggap sebagai kunci utama dalam penguasaan suatu keahlian. Selain itu, kritik tidak dianggap sebagai serangan, melainkan sebagai masukan yang berharga untuk perbaikan dan pengembangan diri.

Gustini menyampaikan apresiasinya, “Alhamdulillah, guru-guru Sdamada mayoritas memiliki pola pikir menuju growth mindset.”

Lebih lanjut, Gustini, yang juga menjabat sebagai Pengawas SD Kecamatan Balongbendo, mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga dari total peserta KKG yang hadir telah menunjukkan pola pikir yang berkembang secara signifikan.

Ia secara spesifik menyatakan, “Sepertiga dari yang hadir di ruangan ini sudah berpola pikir berkembang.”

Setelah menguraikan perbedaan pola pikir, Gustini kemudian mengalihkan fokus pada pentingnya supervisi. Ia mengingatkan para guru agar tidak bersikap alergi terhadap proses supervisi, melainkan memandangnya sebagai alat bantu yang efektif untuk mengevaluasi dan memahami secara mendalam proses pembelajaran yang mereka lakukan.

Dengan adanya supervisi, guru akan mendapatkan gambaran jelas mengenai kelebihan dan kekurangan yang ada dalam praktik pengajaran mereka. Informasi ini kemudian dapat dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan dan pengembangan secara kolaboratif.

Untuk memperjelas analogi, Gustini mengibaratkan, “Supervisi itu ibarat general check up bagi tubuh manusia,” yang berarti pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kesehatan dan fungsi optimal.

Dengan demikian, KKG di Sdamada tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas bulanan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini telah bertransformasi menjadi sebuah wadah vital bagi para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.

Semangat growth mindset kini menjadi pilar utama dalam strategi Sdamada untuk secara konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran. Para guru terus didorong untuk memiliki pola pikir bertumbuh, memastikan bahwa setiap sesi pembelajaran di kelas dapat terus membaik dan memberikan dampak positif bagi siswa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fony Libriastuti Pimpin Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik, Wujudkan Visi “Rumah Bersama” untuk Inovasi Pendidikan

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Miosi Integrasikan Kitab Ta’lim Muta’alim, Perkuat Pendidikan Akhlak dalam Program Muqim

23 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Al-Ibrah Festival 2026: Literasi & Kemerdekaan dalam Pembelajaran Berjenjang

23 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Pos PAUD Kenanga Semarakkan HUT RI dengan Jalan Sehat Edukatif

23 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Parade Tasmi SD Muhammadiyah Melirang: Wujudkan Generasi Qurani Berakhlak Mulia

23 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Trending di Pendidikan