Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Surabaya Raya

Waspada Potensi Gempa Sesar Waru M 6,8, Sidoarjo Gencarkan Edukasi Mitigasi

badge-check

Waspada Potensi Gempa Sesar Waru M 6,8, Sidoarjo Gencarkan Edukasi Mitigasi Perbesar

KlikMojok – Sidoarjo kini semakin gencar memperkuat mitigasi bencana menyusul potensi ancaman gempa bumi dari Sesar Waru. Patahan aktif yang lokasinya sangat dekat dengan Sidoarjo ini, berdasarkan kajian terbaru Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) tahun 2024, berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan hingga magnitudo 6,8. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanpa perlu menimbulkan kepanikan yang berlebihan, mengingat potensi bahaya kegempaan yang telah dipetakan di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menegaskan bahwa pemetaan potensi gempa ini merupakan landasan krusial untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap ancaman gempa bumi. Penjelasan ini disampaikan Ricko dalam acara Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) yang diselenggarakan oleh BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, pada hari Sabtu (17/10).

Menurut Ricko, informasi terkait potensi gempa bumi harus direspons dengan strategi mitigasi yang sesuai. Hal ini dikarenakan belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara akurat kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa bumi akan terjadi. Ia menguraikan, “Yang ada saat ini adalah perhitungan potensi. Keberadaan potensi inilah yang harus kita respons dengan kesiapsiagaan, mengenali apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah gempa bumi terjadi.”

Ricko turut mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu atau kabar yang tidak jelas mengenai prediksi gempa bumi dalam waktu dekat. Warga diharapkan tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan SLG merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan pemahaman publik tentang ancaman gempa bumi dan tsunami.

Mengingat posisi geografis Indonesia yang sangat rentan terhadap kedua jenis bencana tersebut, yakni gempa bumi dan tsunami, edukasi kebencanaan yang bersifat masif menjadi sangat penting untuk dilaksanakan sebelum bencana benar-benar terjadi.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Sabino Mariano, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipatif terhadap potensi ancaman dari Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah mengintensifkan edukasi mitigasi bencana secara langsung kepada warga, melalui implementasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) serta memanfaatkan jaringan sekolah.

Edukasi ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang secara langsung dilintasi oleh struktur patahan atau sesar aktif. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko yang ada di lingkungan mereka, tetapi juga mampu mengambil langkah penyelamatan diri yang tepat saat gempa bumi terjadi. Sabino menegaskan, “Sesuai informasi dan kajian dari BMKG, kita harus mengantisipasi potensi Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Kami akan melakukan edukasi teknis secara langsung ke masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana.”

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Moh Bahrul Amig, menambahkan bahwa informasi yang diberikan oleh BMKG harus dijadikan dasar kuat dalam memperkokoh upaya perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman bencana. Baginya, data dan hasil kajian kebencanaan bukanlah sekadar asumsi, melainkan merupakan informasi vital yang menopang proses pengambilan kebijakan sekaligus menjamin keselamatan seluruh warga.

“Keselamatan nyawa warga Sidoarjo dari ancaman bencana tektonik menjadi prioritas utama kami,” tegas Moh Bahrul Amig. Ia juga mengingatkan bahwa letak geografis Sidoarjo yang berada di area rawan bencana di Jawa Timur menuntut semua pihak untuk tidak bersikap pasif. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu ditumbuhkan sejak dini, agar masyarakat Sidoarjo lebih siap dalam menghadapi potensi terjadinya bencana di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sidoarjo Wajibkan Pembayaran Parkir QRIS Penuh 2027, Jukir Menolak Siap Diganti

18 Okt 2026 - 15:19 WIB

Sidoarjo Wajibkan Pembayaran Parkir QRIS Penuh 2027, Jukir Menolak Siap Diganti

Ekspor Sepeda Polygon Sidoarjo Kuasai Eropa: Gibran Soroti Inovasi dan Pemberdayaan SDM Lokal

17 Okt 2026 - 21:06 WIB

Ekspor Sepeda Polygon Sidoarjo Kuasai Eropa: Gibran Soroti Inovasi dan Pemberdayaan SDM Lokal

Gerindra Sidoarjo Tanam Ratusan Pohon dan Bersih-bersih Hutan Kota, Wujud Dukungan Program ASRI Prabowo

17 Okt 2026 - 15:20 WIB

Gerindra Sidoarjo Tanam Ratusan Pohon dan Bersih-bersih Hutan Kota, Wujud Dukungan Program ASRI Prabowo

Sengketa Tembok Mutiara Regency Sidoarjo Berlanjut: Pemkab Menang di PTTUN, Warga Tempuh Kasasi ke MA

16 Okt 2026 - 15:20 WIB

Sengketa Tembok Mutiara Regency Sidoarjo Berlanjut: Pemkab Menang di PTTUN, Warga Tempuh Kasasi ke MA

Melampaui Tembok Penjara: Warga Binaan Rutan Medaeng Sidoarjo Produktif, Hasilkan Donat dan Sabun untuk Kemandirian

16 Okt 2026 - 12:38 WIB

Melampaui Tembok Penjara: Warga Binaan Rutan Medaeng Sidoarjo Produktif, Hasilkan Donat dan Sabun untuk Kemandirian
Trending di Surabaya Raya