Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Arjuno Membara, Sumber Kehidupan Pun Terputus: Kisah Krisis Air Bersih di Jatiarjo

badge-check

Ketika Arjuno Membara, Sumber Kehidupan Pun Terputus: Kisah Krisis Air Bersih di Jatiarjo Perbesar

KlikMojok – Asap tebal masih mengepul, menyisakan jejak kelabu di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Namun, bukan hanya hutan yang terbakar yang menjadi duka, melainkan juga hilangnya sumber kehidupan yang paling esensial: air bersih. Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan pegunungan ini telah berujung pada kerusakan parah infrastruktur vital pemukiman warga, khususnya di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang kini menghadapi krisis air total.

Kobaran api yang melalap sedikitnya 11 titik blok hutan di lereng pegunungan tersebut tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga empat jalur pipa penyalur air bersih. Pipa-pipa PVC yang menjadi urat nadi kehidupan desa itu kini meleleh, hancur dilalap api. Berdasarkan data laporan dari Pemerintah Desa Jatiarjo, total panjang pipa yang rusak mencapai 5.250 meter, atau setara dengan 5,25 kilometer. Kerusakan ini mencakup jalur induk Banyu Udan menuju tandon Langkahan sepanjang 1.500 meter, serta jalur dari Mata Air IMMD menuju Langkahan yang sepanjang 3.000 meter ikut hancur. “Kerusakan terjadi pada saluran sentral yang selama ini menopang kebutuhan utama masyarakat. Sekarang warga bukan kesulitan air lagi, tapi benar-benar tidak ada pasokan,” terang Kepala Desa Jatiarjo, M. Hudan Dardiri, pada Minggu (18/10/2026).

Terputusnya pasokan air dari empat jalur utama ini secara langsung memukul kelangsungan hidup harian warga di desa tersebut. Setiap tetes air kini menjadi barang langka, memaksa masyarakat untuk mencari alternatif atau menunggu bantuan. Menyikapi darurat ini, pihak pemerintah desa bergerak cepat menyisir area hutan, berupaya memetakan tingkat kerusakan fisik pipa secara rinci. Putusnya jaringan pipa ini secara otomatis memicu ancaman krisis air bersih skala besar, yang menuntut langkah tanggap darurat dari pemerintah daerah. Jajaran Pemdes Jatiarjo bersama tokoh masyarakat pun tak tinggal diam, segera menggelar musyawarah khusus guna merumuskan skema penanganan darurat dan penyaluran bantuan air bersih. “Nanti malam kami akan menggelar rapat darurat, karena saat ini kami masih berada di dalam hutan untuk mengurus masalah air bersih dan mengumpulkan data yang belum lengkap 100 persen,” jelas Dardiri.

Dardiri menambahkan, pemulihan jaringan pipa saluran sentral ini jelas membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Proses inventarisasi kerusakan terus difinalisasi agar bantuan material pipa dapat segera disalurkan ke lokasi bencana, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, dampak karhutla ini bukan hanya soal pipa air. Kerusakan ekologis akibat terbakarnya tutupan vegetasi di lereng Arjuno juga meningkatkan potensi ancaman banjir bandang dan erosi saat musim hujan tiba. Tanpa pepohonan yang menahan air, tanah akan lebih mudah longsor dan mengalirkan lumpur. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan diharapkan hadir memberikan penanganan komprehensif, mulai dari pemulihan sarana air bersih hingga rehabilitasi kawasan hutan yang terbakar, sebagai upaya mitigasi bencana jangka panjang dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat. “Pemkab Pasuruan nampaknya juga sudah tahu dari data rilis yang kami sampaikan. Besok kami akan segera mengirimkan proposal perbaikan jaringan pipa ini secara resmi kepada BPBD dan Bupati Pasuruan,” pungkasnya, menandakan langkah konkret yang akan segera diambil untuk mengatasi krisis yang melanda Jatiarjo.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Disiplin Berujung Pukulan: Marwah Kepala Sekolah di Lamongan Diuji Oknum TNI

18 Okt 2026 - 15:18 WIB

Ketika Disiplin Berujung Pukulan: Marwah Kepala Sekolah di Lamongan Diuji Oknum TNI

Kerja Keras Terbayar: SD Almadany Gresik Borong Tiga Piala Prestisius di FFU X 2026 UMG

18 Okt 2026 - 15:17 WIB

Kerja Keras Terbayar: SD Almadany Gresik Borong Tiga Piala Prestisius di FFU X 2026 UMG

Transforma: Lab Digital Geometri Smamsatu Sabet Juara FFU X

18 Okt 2026 - 15:16 WIB

Transforma: Lab Digital Geometri Smamsatu Sabet Juara FFU X

Ketika Asa Berakhir di Kilometer 616: Pelajaran Keselamatan dari Tragedi Suporter PSS Sleman di Tol Madiun

18 Okt 2026 - 12:39 WIB

Ketika Asa Berakhir di Kilometer 616: Pelajaran Keselamatan dari Tragedi Suporter PSS Sleman di Tol Madiun

Bayang-bayang Bahaya di Bahu Jalan: Refleksi Tragedi Kecelakaan Maut Tol Ngawi

18 Okt 2026 - 12:38 WIB

Bayang-bayang Bahaya di Bahu Jalan: Refleksi Tragedi Kecelakaan Maut Tol Ngawi
Trending di Pendidikan