KlikMojok – Personel Polresta Sidoarjo melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) aktif memberikan edukasi penting mengenai penggunaan media sosial secara bijak kepada para pelajar. Baru-baru ini, Sat Binmas Polresta Sidoarjo menyambangi MA Nurul Huda yang berlokasi di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang pencegahan kenakalan remaja, bahaya perundungan atau bullying, serta upaya menangkal radikalisme. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi kepolisian dalam menumbuhkan kesadaran hukum sejak usia dini, sekaligus berkontribusi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Surabaya Raya.
Kompol Inggit Prasetiyanto, selaku Kepala Satuan Binmas Polresta Sidoarjo, menekankan urgensi pembinaan berkelanjutan bagi para pelajar. Menurutnya, langkah ini krusial untuk membendung potensi perilaku negatif yang berujung pada kerugian, baik bagi individu maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, para siswa diharapkan memiliki pemahaman mendalam mengenai beragam bentuk kenakalan remaja beserta konsekuensi yang dapat ditimbulkannya. Kompol Inggit secara tegas menyatakan, “Pelajar harus mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk perundungan dan ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan maupun paham radikalisme.”
Selain topik kenakalan remaja dan radikalisme, kegiatan edukasi tersebut juga membekali siswa dengan pemahaman krusial tentang pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Para siswa diimbau untuk tidak serta-merta mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, menahan diri dari penyebaran konten yang bersifat provokatif, dan menjauhi bentuk interaksi digital yang berpotensi memicu konflik atau tindakan perundungan. Pasalnya, penggunaan media sosial tanpa tanggung jawab dapat memicu berbagai permasalahan serius, baik bagi pengguna itu sendiri maupun pihak lain. Dengan demikian, diharapkan para pelajar dapat lebih teliti dalam menyaring dan membagikan informasi, serta senantiasa menjunjung tinggi etika saat berinteraksi di ranah digital.
Lebih dari sekadar penyampaian edukasi hukum dan kamtibmas, inisiatif ini juga berfungsi sebagai jembatan untuk mempererat sinergi antara institusi Polri dengan komunitas pendidikan. Diharapkan, baik guru maupun siswa dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan gangguan keamanan. Ini termasuk kewajiban untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan insiden perundungan, kenakalan remaja, atau perilaku lain yang berpotensi membahayakan suasana kondusif di lingkungan sekolah. Para siswa MA Nurul Huda menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pembinaan ini, diharapkan pemahaman mereka tentang pentingnya menaati peraturan, saling menghormati, dan kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman dapat semakin meningkat.
Kompol Inggit kembali menegaskan komitmen Polresta Sidoarjo untuk terus mengintensifkan program pembinaan kepada seluruh kalangan pelajar. Langkah ini merupakan strategi proaktif dalam menekan angka kenakalan remaja di wilayah Sidoarjo. “Kami berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, saling menghormati, menolak bullying, bijak menggunakan media sosial, serta tidak mudah terpengaruh paham radikalisme,” tutupnya, menggarisbawahi visi pembentukan generasi muda yang tangguh dan bertanggung jawab.












