KlikMojok – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Sepak Bola Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Selasa (22/9) malam. Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti rangkaian perayaan Sedekah Bumi yang tahun ini dikemas secara spesial dengan pengajian dan shalawatan bersama pendakwah terkemuka, Gus Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Suasana Sedekah Bumi semakin semarak dengan kehadiran Gus Iqdam bersama Hadrah Pusat Sabilu Taubah. Para jamaah tampak tertib dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Bupati Sidoarjo Subandi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Sedekah Bumi Desa Pabean. Menurutnya, tradisi tahunan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat atas segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT.
“Atas nama pimpinan daerah, saya mengucapkan terima kasih banyak atas rawuh Gus Iqdam. Mugi-mugi beliau selalu diberikan kesehatan,” ujar Subandi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gus Iqdam.
Lebih lanjut, Subandi juga memanjatkan doa agar Desa Pabean senantiasa menjadi desa yang makmur, guyub, rukun, dan selalu mendapatkan keberkahan. “Mugi-mugi Desa Pabean dijadikan desa baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harapnya dengan penuh doa.
Menurut Bupati Subandi, kekompakan dan kebersamaan masyarakat merupakan modal utama yang sangat penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian tanpa adanya dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Ansor, Banser, serta seluruh lapisan warga. “Harus kompak, guyub, rukun. InsyaAllah apabila itu terwujud, program yang diberikan Pak Kades tentu akan berjalan dengan baik karena masyarakatnya guyub,” tegasnya, menekankan pentingnya sinergi.
Subandi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan tradisi keagamaan dan budaya seperti Sedekah Bumi. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi semacam ini juga sarat akan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian sosial, serta menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sementara itu, Gus Iqdam dalam tausiahnya turut mendoakan agar Desa Pabean senantiasa berada dalam kondisi aman, tenteram, dan penuh keberkahan. Ia juga secara khusus mendoakan Bupati Sidoarjo Subandi, kepala desa, serta seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. “Semoga dalam kepemimpinan panjenengan dapat membawa Desa Pabean ini menjadi desa yang adem ayem, tentrem,” tutur Gus Iqdam, berharap keberkahan bagi kepemimpinan daerah.
Gus Iqdam mengaku sangat bahagia menyaksikan antusiasme luar biasa dari masyarakat dalam mengikuti kegiatan Sedekah Bumi ini. Menurutnya, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh para jamaah yang hadir untuk mengikuti pengajian dan shalawatan, tetapi juga oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara. “Saya ikut bahagia, entah itu bahagia karena ikut ngaji, ikut shalawatan atau bahkan bahagia saya lihat UMKM sepanjang jalan. Tadi saya lihat banyak yang sudah habis. Luar biasa,” ungkapnya, mengapresiasi dampak ekonomi kegiatan tersebut.
Keberkahan dari kegiatan ini, lanjut Gus Iqdam, diharapkan dapat turut dirasakan oleh masyarakat yang membuka usaha di sekitar lokasi acara. “Kalau ada bahagianya orang-orang yang hadir ataupun yang jualan malam hari ini, insyaAllah semua kecipratan barokah semua,” ujarnya, menyampaikan doa untuk keberkahan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Iqdam kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Sedekah Bumi sebagai momentum penting untuk bersyukur atas berbagai kenikmatan yang telah diterima, sekaligus untuk memperkuat tali persaudaraan. “Alhamdulillah wa syukrulillah. Malam hari ini kita semua ditakdir oleh Allah bisa berkumpul dalam rangka Sedekah Bumi atau tasyakuran atas kenikmatan yang dirasakan masyarakat Pabean,” pungkasnya.
Kegiatan Sedekah Bumi Desa Pabean ini berlangsung dalam suasana kebersamaan yang erat. Selain menjadi wadah untuk pengajian dan shalawatan, acara ini juga berhasil menjadi momentum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk semakin memperkuat kerukunan serta menjaga kondusivitas wilayah.












