KlikMojok – Dalam upaya sigap mengantisipasi potensi banjir dan genangan air selama musim hujan, Bupati Sidoarjo Subandi telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mempercepat proyek normalisasi sungai dan perbaikan menyeluruh pada saluran air di wilayah Kecamatan Wonoayu. Penekanan ini disampaikan saat Bupati Subandi menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para kepala desa se-Kecamatan Wonoayu. Saluran-saluran yang mengalami penyempitan dan menghambat kelancaran aliran air harus segera diidentifikasi, diperiksa, dan ditangani secara komprehensif guna mencegah terjadinya genangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Instruksi tegas ini muncul sebagai tindak lanjut dari berbagai usulan yang disampaikan oleh para kepala desa mengenai permasalahan infrastruktur dan lingkungan di wilayah mereka masing-masing. Bupati Subandi dengan lugas menyatakan bahwa penanganan sungai dan saluran air tidak boleh ditunda sedikit pun, mengingat musim hujan diperkirakan akan segera tiba. “Kalau ada saluran yang perlu dibenahi atau dinormalisasi, segera dicek. Jangan sampai saat hujan turun justru menimbulkan genangan yang mengganggu masyarakat,” tegas Subandi pada Rabu (21/10).
Lebih lanjut, Subandi mendesak agar seluruh program normalisasi sungai yang telah direncanakan sebelumnya dapat segera direalisasikan dan diselesaikan hingga tuntas. Ia juga meminta seluruh OPD terkait untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, melainkan turun langsung ke lapangan. Tujuan kunjungan lapangan ini adalah untuk memastikan kondisi aktual saluran air dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat, termasuk intervensi pembangunan jika memang diperlukan untuk mengatasi masalah yang ada.
Beberapa usulan spesifik terkait penanganan infrastruktur telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Usulan tersebut mencakup normalisasi saluran air di Desa Mojorangagung, normalisasi afvour di Desa Pagerngumbuk dan Desa Ploso, serta penanganan komprehensif terhadap titik-titik rawan banjir yang teridentifikasi di Desa Karangpuri. Selain itu, perbaikan akses dan peningkatan lingkungan di beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) juga turut menjadi agenda pembahasan penting dalam rapat tersebut.
Bupati memastikan bahwa beragam persoalan yang telah disampaikan oleh para kepala desa akan segera ditindaklanjuti secara kolaboratif bersama OPD terkait, dengan tujuan agar penanganan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan efektif. “Persoalan normalisasi sungai dan saluran air harus menjadi perhatian utama mengingat musim hujan segera tiba. Terkait sungai dan pemeliharaan sungai, saya minta segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Menurut pandangan Subandi, langkah-langkah antisipasi banjir merupakan sebuah keharusan yang perlu diimplementasikan sejak dini. Melalui pendekatan proaktif ini, potensi terjadinya genangan air yang disebabkan oleh saluran-saluran yang tidak berfungsi secara optimal dapat diminimalkan secara signifikan, bahkan sebelum intensitas curah hujan mencapai puncaknya.
Selain fokus pada isu infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga turut membahas beberapa program strategis lainnya. Program-program ini mencakup percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), upaya penyelesaian berbagai persoalan terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta percepatan penataan ruang melalui penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) ini merupakan salah satu langkah krusial untuk menyesuaikan pemanfaatan lahan di Sidoarjo, termasuk penetapan lokasi untuk TPS3R dan pengelolaan aset-aset desa. Dengan adanya penataan ruang yang komprehensif ini, diharapkan berbagai persoalan yang selama ini muncul terkait status kepemilikan dan pemanfaatan lahan dapat memperoleh kepastian hukum yang jelas, sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Mengakhiri rapat, Subandi secara khusus meminta para camat dan seluruh kepala desa untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia menaruh harapan besar agar setiap persoalan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat, terutama yang berkaitan erat dengan proyek normalisasi sungai, perbaikan saluran air, dan penanganan efektif terhadap titik-titik rawan banjir. “Normalisasi yang sudah direncanakan harus terus berjalan dan diselesaikan agar tidak menimbulkan persoalan saat musim hujan datang,” pungkas Bupati Subandi.












