KlikMojok – Deru mesin jet membelah langit Probolinggo, bukan di atas pangkalan udara, melainkan di hamparan aspal Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Pemandangan tak biasa ini menjadi saksi bisu sebuah inovasi strategis: pengujian ruas tol sebagai landasan darurat bagi pesawat militer. Pada Rabu (21/10/2026), empat unit pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan manuver terbang rendah, mengawali serangkaian uji coba yang menegaskan bahwa infrastruktur sipil dapat memiliki fungsi ganda yang vital bagi pertahanan negara.
Dua pesawat Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, bersama dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan, meliuk di udara, menguji ketahanan dan kelayakan segmen tol yang membentang dari KM 834+000 hingga KM 837+500. Ruas sepanjang 3,5 kilometer ini dipilih khusus untuk simulasi penggunaan jalan tol sebagai landasan alternatif militer, sebuah konsep yang krusial dalam menghadapi situasi darurat atau ancaman terhadap pangkalan udara utama.
Uji coba ini bukan sekadar manuver sesaat. Dimulai dengan gladi kotor pada Selasa (20/10/2026), dilanjutkan gladi bersih pada Rabu, puncaknya adalah proses lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) pesawat tempur yang dijadwalkan pada Kamis (22/10/2026). Skenario ini dirancang untuk memastikan bahwa dalam kondisi terdesak, Indonesia memiliki opsi infrastruktur yang memadai untuk mendukung operasi udara, sebuah pelajaran penting dalam perencanaan strategis pertahanan negara.
Tentu saja, agenda militer skala besar ini memerlukan penyesuaian signifikan bagi masyarakat. Guna mendukung kelancaran simulasi dan menjamin keselamatan pengguna jalan, pengelola tol memberlakukan penutupan sementara. Ruas Tol Paspro, tepatnya dari Gerbang Tol (GT) Probolinggo Barat (KM 829+000) hingga GT Probolinggo Timur (KM 841+200), ditutup total. PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) memulai pengalihan lalu lintas sejak Senin (19/10/2026) pukul 18.00 WIB dan akan berlangsung hingga Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB.
Manager Operasi dan Konstruksi TJPJT, Ahmad Ardi Santoso, pada Rabu (21/10/2026) menyampaikan, “Pengalihan ini dilakukan untuk mendukung agenda pertahanan negara sekaligus menjamin keselamatan masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan ini.” Beliau juga menegaskan bahwa ruas tol baru akan dibuka kembali untuk umum setelah seluruh rangkaian uji coba selesai dan kondisi jalur dinyatakan steril serta aman. Bagi kendaraan dari Surabaya menuju Banyuwangi, wajib keluar di GT Probolinggo Barat, melintasi jalan arteri Kota Probolinggo, lalu masuk kembali melalui GT Probolinggo Timur. Skema serupa berlaku sebaliknya, dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi potensi tambahan waktu perjalanan.
Pengujian ini membuka mata kita pada pentingnya fleksibilitas dan adaptasi dalam pembangunan infrastruktur. Jalan tol, yang kita kenal sebagai urat nadi perekonomian dan penghubung antarwilayah, kini juga diakui sebagai aset strategis pertahanan. Ini adalah bukti nyata dari konsep infrastruktur dwifungsi, di mana pembangunan sipil dapat secara cerdas diintegrasikan dengan kebutuhan militer. Keberhasilan Tol Paspro menjadi landasan darurat pesawat tempur bukan hanya tentang kesiapan teknis, tetapi juga tentang visi jangka panjang dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, menjadikannya sebuah pendidikan langsung tentang sinergi antara pembangunan dan pertahanan.












