KlikMojok – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ganesha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menyelenggarakan acara bertajuk Ganesha Second Meet (GSM) pada Senin, 19 Oktober 2026. Bertempat di Grand Harvest, Surabaya, kegiatan ini dirancang khusus untuk mempererat keakraban antar kader IMM Unesa dari berbagai angkatan melalui pendekatan yang santai dan interaktif.
Berbagai angkatan kader, mulai dari angkatan 2023, 2024, 2025, hingga 2026, hadir berkumpul dalam satu ruangan. Tujuan utama mereka sangat sederhana, yakni untuk saling mengenal satu sama lain secara lebih akrab dan mendalam.
Sejak awal, panitia memang sengaja merancang suasana yang rileks dan tidak formal. Ketua Umum IMM Komisariat Ganesha, Dika Agus Irawan, dalam sambutannya, secara tegas menyatakan bahwa kegiatan hari itu merupakan kesempatan bagi seluruh kader untuk “bersenang-senang”.
Oleh karena itu, Dika Agus Irawan mengajak seluruh peserta agar tidak merasa tegang dan dapat menikmati setiap rangkaian acara yang telah disiapkan. Ia juga menyampaikan harapannya agar momen kebersamaan di sore itu mampu menumbuhkan ikatan yang kuat dan solid di antara seluruh angkatan kader.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada satu pun peserta yang merasa kurang puas atau tidak senang saat acara Ganesha Second Meet ini berakhir.
Salah satu segmen paling bermakna dan reflektif dalam acara ini adalah sesi yang disebut ‘Jejak Asa’. Pada sesi tersebut, panitia membagikan selembar kertas memo atau sticky notes kepada setiap peserta, kemudian meminta mereka untuk menjawab empat pertanyaan krusial yang telah disiapkan.
Para kader menuliskan berbagai hal, mulai dari harapan dan keinginan yang ingin mereka raih selama berproses di IMM Ganesha, hingga komitmen kontribusi nyata yang akan mereka berikan kepada komisariat.
Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk mengungkapkan kekhawatiran yang mungkin muncul selama menjalani proses di IMM Ganesha, serta menyampaikan kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi kemajuan organisasi. Kertas memo kecil itu menjadi wadah yang sangat jujur untuk menuangkan berbagai pemikiran dan perasaan.
Berbagai ungkapan, mulai dari harapan, komitmen kontribusi, kekhawatiran, hingga kritik, tersusun rapi dalam satu sesi. Ini mencerminkan pandangan baik dari kader baru maupun kader yang telah lebih lama berproses dalam organisasi.
Bagi pimpinan organisasi, kumpulan tulisan-tulisan tersebut berfungsi sebagai cermin jernih yang merefleksikan secara akurat apa saja yang dirasakan dan dipikirkan oleh para anggotanya.
Setelah sesi ‘Jejak Asa’ selesai, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat dan menunaikan salat berjemaah. Suasana kemudian berubah menjadi lebih hidup, riuh, dan meriah saat panitia memulai sesi permainan yang telah disiapkan.
Panitia menyajikan dua jenis permainan interaktif: pertama, ‘chemistry test’ yang dirancang untuk menguji tingkat kekompakan dan sinergi antarpeserta; kedua, permainan tebak kata yang berhasil memancing gelak tawa dan keceriaan di antara mereka.
Permainan-permainan interaktif semacam ini terbukti efektif dalam secara perlahan menipiskan sekat-sekat yang mungkin ada di antara angkatan. Para peserta tidak lagi berinteraksi dalam kapasitas senior dan junior, melainkan sebagai sesama teman sejawat yang setara.
Meskipun panitia telah secara resmi menutup rangkaian acara, momen kebersamaan para kader ternyata belum usai. Banyak kader Ganesha yang memilih untuk tetap bertahan di lokasi kegiatan, melanjutkan interaksi dengan bermain dan bercerita bersama secara informal.
Bagian akhir ini tidak diatur oleh jadwal resmi apa pun; mereka bertahan dan berinteraksi sepenuhnya secara sukarela. Fenomena ini menjadi indikasi yang sangat jelas bahwa tujuan utama kegiatan GSM telah tercapai, yakni menciptakan rasa nyaman dan keakraban di antara seluruh kader.
Ganesha Second Meet pada sore hari itu secara meyakinkan membuktikan bahwa keakraban yang erat dalam sebuah organisasi tidak selalu harus lahir dari serangkaian agenda yang berat atau formal.
Terkadang, yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi hanyalah ruang yang santai dan nyaman, selembar kertas untuk menuangkan harapan dan pemikiran, serta permainan sederhana yang mampu mengajak semua orang untuk tertawa dan berinteraksi bersama.












