KlikMojok – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama terkait tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang mencapai 41 persen, serta puluhan ribu pelanggan yang tidak aktif. Kondisi ini mendorong Bupati Sidoarjo, Subandi, untuk mendesak jajaran direksi agar segera melakukan pembenahan kinerja secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Bupati Subandi secara tegas meminta direksi Perumda Delta Tirta untuk segera membenahi berbagai aspek kinerja perusahaan. Fokus utama meliputi perbaikan menyeluruh pada jaringan perpipaan, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan tercapainya target-target yang telah ditetapkan.
Evaluasi krusial ini disampaikan oleh Bupati Subandi saat menghadiri konsultasi publik untuk penyusunan Rencana Bisnis (Renbis) Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2027-2031. Acara penting tersebut berlangsung di lobi kantor Perumda Delta Tirta pada Kamis (5/11) sore.
Seiring dengan agenda evaluasi tersebut, pada kesempatan yang sama, Perumda Delta Tirta juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha (Perseroda) Kabupaten Sidoarjo.
Subandi kembali menegaskan bahwa upaya pembenahan di perusahaan daerah ini harus dilakukan secara komprehensif. Ia menekankan bahwa berbagai persoalan yang selama ini kerap muncul tidak boleh terus-menerus terulang tanpa adanya solusi dan penyelesaian yang konkret serta jelas.
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan tajam adalah tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Berdasarkan presentasi yang disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Luhur Pambudi Mulyono, tingkat kehilangan air saat ini telah mencapai sekitar 41 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan target awal 35 persen yang telah disepakati dalam kontrak kinerja perusahaan.
Menanggapi fakta tersebut, Subandi dengan tegas menyatakan, “Kita perlu mengetahui dari mana kebocoran terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.”
Lebih lanjut, Bupati meminta jajaran direksi untuk tidak hanya mengandalkan laporan-laporan administratif semata. Ia mendesak agar direksi turun langsung ke lapangan guna memantau kondisi jaringan perpipaan secara riil dan menemukan solusi atas setiap persoalan yang menghambat kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Selain itu, Subandi turut menekankan urgensi koordinasi yang solid di internal direksi Perumda Delta Tirta. Menurutnya, seluruh jajaran direksi harus memiliki visi dan misi yang seragam demi tercapainya peningkatan kinerja perusahaan dan penyediaan pelayanan air bersih yang optimal bagi seluruh warga Sidoarjo.
Ia juga mengingatkan, “Target yang telah ditetapkan harus dipenuhi. Kalau target tidak tercapai, tentu harus ada evaluasi. Saya tidak ingin target hanya menjadi janji tanpa realisasi,” pungkasnya.












