KlikMojok – Pada Sabtu (14/9/2026), GOR Gajah Mada di Kota Batu menjadi saksi bisu antusiasme luar biasa dalam Seleksi Gandrung Sewu 2026. Sebanyak 200 penari, yang berasal dari beragam wilayah, berkumpul dengan semangat tinggi untuk berkompetisi memperebutkan 100 posisi bergengsi di panggung utama Festival Gandrung Sewu 2026. Perhelatan ini menandai langkah penting dalam mencari talenta terbaik untuk salah satu festival tari paling dinanti.
Penyelenggaraan seleksi di Kota Batu ini bukanlah yang pertama kali; ini merupakan tahun kedua di mana audisi diadakan di luar wilayah Banyuwangi. Keputusan ini diambil untuk mengakomodasi dan merespons tingginya minat serta animo peserta yang datang dari daerah-daerah lain.
Para penari yang mengikuti seleksi tersebut datang dari penjuru Jawa Timur. Mereka mewakili berbagai kota dan kabupaten, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, bahkan hingga Kediri, menunjukkan jangkauan luas dari daya tarik Tari Gandrung.
Menurut Suko Prayitno, Ketua Patih Senawangi (Paguyuban Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi), proses seleksi ini dirancang dalam beberapa tahapan penyaringan yang ketat. Tahap permulaan seleksi dilakukan melalui format lomba tari, di mana kemampuan individu para peserta diuji.
Dalam tahap awal tersebut, para penari yang berhasil meraih gelar juara perorangan, mulai dari kategori Harapan 3 hingga Juara 1, secara langsung mendapatkan 20 ‘golden ticket’ untuk melaju ke tahap selanjutnya. Sementara itu, 80 kuota peserta sisanya akan ditentukan melalui proses seleksi lanjutan yang dilaksanakan setelah upacara pembagian piala berakhir.
Momen-momen mengharukan tak terhindarkan saat hasil seleksi diumumkan. Baik peserta yang berhasil lolos maupun mereka yang belum beruntung sama-sama tak sanggup membendung air mata. Fenomena ini menjadi refleksi nyata dari semangat juang, dedikasi tinggi, dan kecintaan yang mendalam yang dimiliki para penari terhadap warisan budaya Tari Gandrung Banyuwangi.
Suko Prayitno mengungkapkan kekagumannya terhadap pelaksanaan seleksi ini. “Seleksi di Kota Batu kali ini sungguh luar biasa dan tak kalah seru dari Banyuwangi. Saya sangat mengapresiasi semangat mereka, bahkan ada yang naik sepeda motor dari Kediri. Buat yang terpilih, tunjukkan kontribusi terbaikmu, dan bagi yang belum lolos, jangan pernah patah semangat serta teruslah berkarya,” ujarnya, memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
Sebagai informasi tambahan, puncak acara Festival Gandrung Sewu 2026 sendiri telah dijadwalkan akan dihelat pada tanggal 24 Oktober 2026. Perhelatan akbar ini akan mengusung tema “Kembang Dermo”, yang diperkirakan akan menyajikan pertunjukan yang megah dan penuh makna.
Suko Prayitno menambahkan bahwa konsistensi penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu selama bertahun-tahun telah menciptakan dampak yang signifikan. “Konsistensi acara ini tidak hanya berhasil menyedot perhatian publik luas, tetapi juga menjelma menjadi impian prestisius bagi setiap penari untuk bisa ambil bagian di dalamnya,” pungkas Suko, menegaskan betapa pentingnya ajang ini bagi dunia tari.












