KlikMojok – Di kota Surakarta, tepatnya di tengah maraknya inovasi kuliner modern, sebuah hidangan tradisional bernama Surabi Solo Notosuman Ny. Handayani tetap kokoh berdiri sebagai ikon legendaris yang memikat lidah. Mengapa? Karena sejak dulu, kue ini setia menjaga resep leluhur yang otentik, menawarkan cita rasa tak tergantikan bagi siapa saja yang mencicipinya.
Begitu melangkahkan kaki ke gerai Surabi Solo Notosuman Ny. Handayani yang berlokasi di Jalan Moh. Yamin No. 51, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta, pengunjung akan segera disambut oleh semerbak aroma manis gurih yang begitu menggoda selera.
Keunikan surabi ini juga terletak pada proses pembuatannya yang masih sangat tradisional. Adonan surabi dimasak menggunakan wajan tanah liat berukuran kecil yang disusun rapi berjejer di atas tungku arang, sebuah metode yang telah dipertahankan turun-temurun.
Keahlian dalam mengendalikan intensitas api arang memegang peranan krusial dalam menghasilkan tekstur surabi yang sempurna. Hasilnya adalah pinggiran yang renyah dan krispi, berpadu harmonis dengan bagian tengah yang begitu lembut hingga lumer di setiap gigitan.
Salah satu faktor utama yang menjadikan Surabi Solo Notosuman Ny. Handayani begitu istimewa adalah komitmennya terhadap kualitas bahan baku. Mereka hanya menggunakan santan kelapa kental murni yang dipadukan dengan tepung beras pilihan, dan yang terpenting, tanpa tambahan bahan pengawet.
Ciri khas lain yang membedakan surabi ini dari jenis surabi di daerah lain adalah rasanya. Tidak seperti surabi yang umumnya disajikan dengan siraman kuah kinca gula merah, surabi khas Notosuman ini sudah kaya akan perpaduan rasa gurih dan manis yang seimbang di setiap gigitan, sehingga bisa langsung dinikmati tanpa tambahan apa pun.
Untuk menjaga keotentikan cita rasa yang telah diwariskan, gerai legendaris ini secara konsisten hanya menawarkan dua varian rasa klasik. Pertama adalah varian polos, yang menonjolkan kekayaan dan keaslian rasa santan gurih yang melimpah. Kedua, varian cokelat, yang diperkaya dengan taburan meses berkualitas di atas adonan surabi yang masih hangat.
Setiap lembar surabi yang telah matang kemudian digulung dengan rapi menggunakan daun pisang segar. Pembungkus alami ini tidak hanya menambah sentuhan aroma harum yang khas, tetapi juga semakin memperkuat kesan tradisional dari kudapan lezat ini.
Mengingat semua keistimewaan tersebut, tidak mengherankan jika gerai Surabi Solo Notosuman Ny. Handayani hampir tidak pernah kehilangan pengunjung. Setiap hari, antrean panjang pembeli selalu terlihat mengular, bersemangat memburu surabi hangat yang baru saja diangkat dari tungku tradisional.
Oleh karena itu, mencicipi segulung Surabi Solo Notosuman Ny. Handayani bukan hanya sekadar menikmati sebuah kudapan manis biasa. Ini adalah sebuah perjalanan rasa yang melintasi waktu, sebuah pengalaman yang secara nyata membuktikan kelezatan otentik dari resep warisan leluhur yang tak lekang oleh zaman.












