KlikMojok – Pada Sabtu (26/9/2026), Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda VIII di Dome Umla, mengukuhkan sebanyak 867 lulusan dari program diploma, sarjana, dan magister. Acara wisuda ini tidak hanya menandai berakhirnya masa studi para mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum bagi Umla untuk menegaskan perannya dalam membuka jalan bagi alumni menuju karier global dan pengembangan institusi yang berkelanjutan.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D. Hadir pula secara daring Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Diah Sawitri, M.M. Selain itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd., yang mewakili Bupati Lamongan, juga turut meramaikan acara. Jajaran Badan Pembina Harian (BPH) dan seluruh sivitas akademika Umla juga turut hadir dalam momen penting ini.
Rektor Umla, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ners., M.Kes., secara resmi mengukuhkan para lulusan yang berasal dari tiga fakultas berbeda. Wisuda ini menjadi titik awal bagi para alumni untuk memasuki babak baru dalam dunia kerja, mengabdikan diri kepada masyarakat, atau melanjutkan pengembangan karier mereka di berbagai bidang.
Dari total 867 lulusan yang dikukuhkan, Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah 546 orang. Rinciannya meliputi 44 lulusan dari S1 Farmasi, 176 lulusan dari S1 Kebidanan, 230 lulusan dari S1 Keperawatan, 49 lulusan dari S1 Administrasi Rumah Sakit, 10 lulusan dari D3 Fisioterapi, 6 lulusan dari D3 Kebidanan, 21 lulusan dari D3 Farmasi, serta 10 lulusan dari S2 Administrasi Kesehatan.
Selanjutnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil meluluskan 202 mahasiswa. Angka ini terdiri dari 157 lulusan S1 Manajemen, 31 lulusan S1 Akuntansi, dan 14 lulusan S1 Ekonomi Syariah.
Sementara itu, Fakultas Sains, Teknologi dan Pendidikan menyumbangkan 119 mahasiswa yang diwisuda. Mereka terdiri dari 70 lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 30 lulusan S1 Teknik Komputer, 15 lulusan S1 Biologi, dan 4 lulusan S1 Fisika.
Rangkaian acara wisuda diawali dengan berbagai kegiatan akademik dan pelantikan bagi lulusan tenaga kesehatan. Setelah prosesi pengukuhan oleh rektor, acara dilanjutkan dengan pemindahan tali toga dan penyerahan ijazah kepada masing-masing wisudawan.
Dalam sambutannya, Rektor Abdul Aziz menekankan bahwa momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa para lulusan kini memasuki fase baru di mana mereka dituntut untuk menerapkan seluruh ilmu dan kompetensi yang telah mereka peroleh selama masa perkuliahan.
Ia juga secara khusus mendorong para alumni untuk senantiasa memberikan kontribusi positif bagi Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat luas, bangsa, dan negara. Selain itu, Rektor juga berpesan agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater. “Meski kini telah sah menjadi alumni, tetap jaga nama almamater kamu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Aziz menyampaikan informasi mengenai pengembangan kerja sama internasional yang telah dan sedang dilakukan oleh Umla. Upaya ini bertujuan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan di kancah global.
Menurut data yang disampaikan, saat ini sudah ada 93 alumni Umla yang berhasil berkarier di luar negeri. Sebanyak 74 orang di antaranya bekerja di Arab Saudi, dan 15 orang lainnya di Jepang. Alumni Umla juga tersebar di beberapa negara lain seperti Jerman, Kuwait, dan Taiwan. Tahun ini, sebanyak 19 lulusan telah lolos seleksi dan kini bekerja di Arab Saudi, dan Umla juga tengah mempersiapkan 24 calon lulusan lainnya untuk mengikuti seleksi penempatan kerja luar negeri pada bulan Oktober mendatang.
“Universitas Muhammadiyah Lamongan terus melakukan pengembangan kerja sama internasional,” ujar Abdul Aziz, menegaskan komitmen kampus dalam memfasilitasi karier global bagi alumninya.
Selain memperluas jejaring internasional, Umla juga terus memfokuskan diri pada penguatan mutu akademik. Beberapa program studi telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam capaian akreditasi, termasuk Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, dan Magister Administrasi Kesehatan. Penguatan institusi juga diwujudkan melalui peningkatan pendanaan penelitian eksternal serta perluasan kolaborasi dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai pihak.
Di bidang kelembagaan, Abdul Aziz mengungkapkan bahwa Umla sedang dalam tahap persiapan untuk membuka dua fakultas baru, yaitu Fakultas Agama Islam dan Fakultas Kedokteran. Rencana strategis ini merupakan bagian integral dari upaya Umla untuk terus mengembangkan dan memperluas layanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dalam kesempatan Wisuda VIII ini, Umla juga memberikan penghargaan khusus kepada para lulusan terbaik, baik di bidang akademik maupun nonakademik, dari masing-masing fakultas.
Dari Fakultas Ilmu Kesehatan, penghargaan akademik diraih oleh Annisa Ilmi Nur Vadilah, S.Keb., dari program studi S1 Kebidanan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 yang sangat membanggakan. Sementara itu, untuk bidang nonakademik, penghargaan dari fakultas yang sama diberikan kepada Fillah Inzuly Vilthon, S.Kep., dari S1 Keperawatan.
Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, penghargaan akademik diserahkan kepada Dewi Agustin, S.Ak., dari program studi S1 Akuntansi, yang juga meraih IPK 3,97. Adapun dari Fakultas Sains, Teknologi dan Pendidikan, Safira Wulan Febrianti, S.Pd., dari program studi S1 PGSD berhasil meraih penghargaan akademik dengan IPK 3,95.
Setelah prosesi pengukuhan dan penyerahan penghargaan, para wisudawan bersama-sama mengikuti pembacaan janji wisudawan dan Ikrar Setia Alumni. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan penutupan Sidang Senat Terbuka secara resmi.
Kini, sebanyak 867 lulusan tersebut telah resmi menyandang status sebagai alumni Umla. Mereka tidak hanya membawa bekal ilmu dan pengalaman berharga, tetapi juga mengemban pesan dan tanggung jawab untuk senantiasa menjaga nama baik almamater serta memperluas kiprah dan kontribusi mereka, dari Lamongan menuju ruang pengabdian yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.












