Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dari Tebuireng ke PBNU: Jejak Kader Unggul dalam Estafet Kepemimpinan Umat

badge-check

Dari Tebuireng ke PBNU: Jejak Kader Unggul dalam Estafet Kepemimpinan Umat Perbesar

KlikMojok – Di jantung Pesantren Tebuireng, Jombang, sebuah institusi yang telah berabad-abad menjadi kawah candradimuka bagi para pemimpin dan cendekiawan, gema pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) periode 2026-2031 baru saja usai. Di bawah naungan masjid induk yang sakral, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan kembali komitmen sebuah jaringan alumni besar untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa, khususnya melalui Nahdlatul Ulama (NU). Presidium Nasional IKAPETE, sebuah organisasi yang mewadahi ribuan alumni dari salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia, menyatakan kesiapannya apabila kader-kader alumni Pesantren Tebuireng dilibatkan dalam kepengurusan PBNU hasil muktamar ke-35.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Ketua Presnas IKAPETE, Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, tak lama setelah prosesi pelantikan yang dilakukan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, pada Sabtu (26/9/2026). Dalam suasana yang penuh hormat dan tradisi, KH Masykuri Bakri menegaskan bahwa IKAPETE sepenuhnya menghormati kewenangan Ketua Umum PBNU dalam menyusun kepengurusan organisasi. Ia secara gamblang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan intervensi terkait siapa saja yang akan mengisi struktur PBNU.

“Dari alumni Pesantren Tebuireng, kita pasrahkan semuanya kepada Ketua Umum terpili. Kita sendiri tidak akan intervensi, tapi beliau pasti akan melihat anak-anak bangsa seluruh Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mengisi di dalam kepengurusan. Pengurus PBNU itu hak prerogatif beliau,” ujarnya, menunjukkan sikap tawaduk dan kepercayaan penuh kepada pemimpin terpilih. Sikap ini mencerminkan pemahaman mendalam akan mekanisme organisasi dan penghormatan terhadap otonomi PBNU sebagai payung besar umat.

Namun, di balik penyerahan diri yang tulus itu, IKAPETE juga memastikan bahwa kesiapan mereka untuk mengemban amanah tak pernah surut. Apabila nantinya mendapatkan kepercayaan untuk memberikan kontribusi melalui kader-kader alumni Tebuireng, mereka akan sigap menyambut. “Ketika IKAPETE dilibatkan untuk masuk di dalam jajaran pengurus, harus siap. Begitu,” lanjut KH Masykuri Bakri, menggarisbawahi semangat pengabdian yang tertanam kuat dalam setiap alumni Tebuireng.

Kesiapan ini bukan tanpa dasar. KH Masykuri Bakri menjelaskan bahwa jika nantinya diminta untuk merekomendasikan nama-nama kader, IKAPETE memiliki bank data alumni yang sangat kaya, dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang begitu beragam. “Karen memang alumni Pesantren Tebuireng ini sekarang dari di bidang kesehatan banyak, di bidang ekonomi banyak, di bidang teknokrasi banyak, dalam bidang birokrasi juga banyak, dalam bidang politisi juga banyak, dalam bidang keagamaan juga banyak, pendidikan juga banyak, lingkungan juga banyak,” paparnya, menggambarkan spektrum keahlian yang luas yang dimiliki oleh para alumnus. Keberagaman kompetensi ini menjadi modal penting, memungkinkan alumni Tebuireng untuk memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor strategis, mulai dari keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, birokrasi, hingga isu-isu lingkungan yang semakin relevan.

Selain menyiapkan kader-kader potensial, IKAPETE juga terus memperkuat konsolidasi organisasinya. Jaringan alumni yang tersebar luas di seluruh penjuru negeri, bahkan hingga mancanegara, menjadi tulang punggung kekuatan ini. Saat ini, IKAPETE telah memiliki kepengurusan di 18 wilayah Indonesia, 84 Pengurus Cabang (PC) di tingkat kabupaten/kota, serta dua Pengurus Cabang Internasional (PCI) yang berlokasi di pusat-pusat peradaban Islam, Makkah dan Mesir. Dengan konsolidasi yang solid ini, IKAPETE menargetkan agar jaringan alumni Pesantren Tebuireng dapat semakin berperan aktif dalam membangun sinergi bersama Nahdlatul Ulama, pemerintah, serta berbagai organisasi masyarakat lainnya, demi mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ini adalah manifestasi nyata dari cita-cita luhur para pendiri Tebuireng, untuk terus menyumbangkan putra-putri terbaiknya bagi kemaslahatan umat dan negara.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pelajar dari Bara: Ketangguhan Komunitas dan Peringatan Musim Kemarau di Sarangan Magetan

27 Sep 2026 - 06:13 WIB

Pelajar dari Bara: Ketangguhan Komunitas dan Peringatan Musim Kemarau di Sarangan Magetan

Luka di Lereng Ijen: Ketika Api Melahap Belasan Hektare Lahan Perhutani dan PTPN

27 Sep 2026 - 06:12 WIB

Luka di Lereng Ijen: Ketika Api Melahap Belasan Hektare Lahan Perhutani dan PTPN

Miosi Gelar Persiapan Matang Sambut 2.500 Jemaah Tablig Akbar PDA Sidoarjo: Panduan Lengkap

27 Sep 2026 - 06:11 WIB

Miosi Gelar Persiapan Matang Sambut 2.500 Jemaah Tablig Akbar PDA Sidoarjo: Panduan Lengkap

Sinergi Keluarga & Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Karakter Anak

27 Sep 2026 - 06:10 WIB

Sinergi Keluarga & Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Karakter Anak

Rutinitas Inspiratif: Guru SD Mumtas Sambut Siswa Penuh Senyum, Perkuat Ikatan Emosional

26 Sep 2026 - 21:04 WIB

Rutinitas Inspiratif: Guru SD Mumtas Sambut Siswa Penuh Senyum, Perkuat Ikatan Emosional
Trending di Pendidikan