Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Literasi Anak: Dongeng Kak Lia & Batik Jumputan Perkaya Pembelajaran di Lapak Baca Simora

badge-check

Literasi Anak: Dongeng Kak Lia & Batik Jumputan Perkaya Pembelajaran di Lapak Baca Simora Perbesar

KlikMojok – Pada Ahad, 4 Oktober 2026, Lapak Baca Simora di pos selatan RT 05/RW 04, Simo Mulyo Baru, Surabaya, menyuguhkan pengalaman literasi yang berbeda dari biasanya bagi anak-anak. Jika sebelumnya mereka antusias datang untuk membaca nyaring dan mendengarkan cerita, kali ini para pengunjung cilik disuguhkan dengan kehadiran boneka tangan, sesi mendongeng oleh Kak Lia, serta kesempatan berkreasi membuat batik jumputan di atas tisu.

Sejak pagi, anak-anak pengunjung setia Lapak Baca Simora telah berlarian menuju lokasi, berlomba untuk menjadi yang pertama tiba. Mereka tak sabar menantikan kegiatan literasi yang selalu dinanti bersama para relawan. Namun, pagi itu, ada pemandangan yang menarik perhatian di dalam pos: sebuah boneka perempuan berjilbab yang dipegang hati-hati oleh seorang perempuan di sampingnya.

Rasa penasaran anak-anak segera terjawab ketika perempuan tersebut memperkenalkan diri sebagai Malihah, S.Pd.I., atau yang akrab disapa Kak Lia, untuk mengisi kegiatan literasi hari itu.

Kak Lia, yang juga merupakan Kepala RA Insan Taqwa sekaligus relawan dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), datang khusus untuk membawakan sesi mendongeng interaktif di Lapak Baca Simora.

Setelah semua anak berkumpul dan duduk rapi sesuai arahan Founder Lapak Baca Simora, Wasilatul Umma atau Kak Ila, sesi mendongeng pun segera dimulai.

Kegiatan ini turut didampingi oleh relawan Simora seperti Thobiba Alina (Kak Alin) dan Sinta Yuliana (Kak Sinta). Beberapa ibu PKK RT 05 juga turut memantau jalannya acara, sementara sejumlah orang tua hadir membantu kelancaran sesi mendongeng dan kegiatan membuat batik jumputan pada tisu.

Kak Lia berhasil memukau anak-anak dengan dongengnya yang penuh ekspresi dan intonasi menarik, membuat mereka larut dalam alur cerita. Tak jarang, perhatian mereka juga tertuju pada boneka tangan yang digunakan Kak Lia sebagai alat bantu bercerita, menambah daya tarik dongeng tersebut.

Bagi anak-anak, boneka tersebut bukan sekadar properti pelengkap. Mereka menunjukkan rasa penasaran yang besar, ingin menyentuh, bahkan mencoba memainkan boneka itu sendiri.

Setelah sesi mendongeng yang memikat berakhir, kejutan berikutnya menanti. Anak-anak diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan membuat batik jumputan dengan menggunakan media tisu.

Ide kegiatan kreatif ini muncul setelah beberapa relawan Simora sebelumnya mengikuti acara Semarak Budaya di Lagoon Avenue Park. Dalam acara tersebut, mereka sempat belajar membatik dan berkeinginan untuk menghadirkan pengalaman serupa ke Lapak Baca Simora dengan modifikasi yang lebih sederhana dan sesuai untuk anak-anak.

Para relawan kemudian menyiapkan berbagai bahan yang dibutuhkan, termasuk pewarna pakaian, spidol, dan tisu sebagai media utama kreasi.

Setelah semua bahan dibagikan, tangan-tangan kecil mulai menunjukkan kreativitasnya. Anak-anak dengan antusias mengikuti arahan Kak Lia dan para relawan Simora untuk memberi warna dan membuat pola pada tisu mereka.

Beberapa anak terlihat serius mengerjakan karyanya sendiri, sementara yang lain sesekali meminta bantuan relawan. Tak sedikit pula yang ditemani dan dibimbing oleh orang tua masing-masing.

Wajah tegang dan penuh konsentrasi saat mengerjakan perlahan berubah menjadi senyum ceria ketika tisu mereka selesai diwarnai. Mereka kemudian dengan sabar menunggu hasil karyanya mengering sebelum dapat dibawa pulang.

Wasilatul Umma menjelaskan bahwa pemilihan kegiatan membuat batik jumputan ini memiliki alasan yang kuat. Menurutnya, literasi tidak melulu harus berpusat pada kegiatan membaca buku atau menulis saja.

“Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti instruksi, mengenali pola, memilih perpaduan warna, menggunakan imajinasi, serta melatih konsentrasi dan kesabaran,” ujarnya.

Ia melanjutkan, anak-anak juga diajak untuk memperkirakan bagaimana warna akan berpadu dan membentuk pola tertentu setelah tisu dibuka. Proses sederhana ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksperimen, mengamati hasil, dan belajar secara langsung dari pengalaman yang mereka lakukan sendiri.

“Karena itu, kegiatan di Lapak Baca Simora terus dibuat bervariasi. Buku tetap menjadi bagian penting, tetapi pengalaman belajar juga dapat hadir melalui dongeng, permainan, seni, dan kegiatan kreatif lainnya,” tambahnya.

Wasilatul Umma berharap kegiatan semacam ini dapat semakin dikenal luas, sehingga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas atau relawan lain. Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa lebih banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi anak-anak yang rutin mengunjungi lapak baca ini.

“Dengan kegiatan yang berganti-ganti, Simora ingin anak-anak tetap punya alasan untuk datang setiap pekan: bertemu teman, mendengarkan cerita, mencoba sesuatu yang baru, dan belajar dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Membuka Gerbang Ilmu dan Rekreasi: Jatim Park Hadirkan Mega Science Center di Pekan Raya Jatim Surabaya

8 Okt 2026 - 09:45 WIB

Membuka Gerbang Ilmu dan Rekreasi: Jatim Park Hadirkan Mega Science Center di Pekan Raya Jatim Surabaya

Ketika Bumi Pacitan Retak: Kemarau Panjang dan Ancaman Longsor yang Mengintai

8 Okt 2026 - 09:45 WIB

Ketika Bumi Pacitan Retak: Kemarau Panjang dan Ancaman Longsor yang Mengintai

Melatih Mental dan Fisik: Latihan Tanding Perdana Tapak Suci MI Muhammadiyah 5 Banyutengah

8 Okt 2026 - 09:44 WIB

Melatih Mental dan Fisik: Latihan Tanding Perdana Tapak Suci MI Muhammadiyah 5 Banyutengah

Wakil Bupati Sidoarjo Ajak Jemaah Umrah Panjatkan Doa untuk Bangsa

8 Okt 2026 - 09:43 WIB

Wakil Bupati Sidoarjo Ajak Jemaah Umrah Panjatkan Doa untuk Bangsa

Ketika Patok Bicara: Konflik Lahan dan Jalan Buntu Petani di Perkebunan Lumajang

8 Okt 2026 - 06:12 WIB

Ketika Patok Bicara: Konflik Lahan dan Jalan Buntu Petani di Perkebunan Lumajang
Trending di Pendidikan