Menu

Mode Gelap
Gebyar UMKM Sidoarjo Kian Meriah: Helios Band Ajak Ratusan Pengunjung Bernyanyi Sambil Dukung Produk Lokal Jejak Spiritual Kiai Said di Tebuireng: Mencari Kedamaian di Tengah Dinamika Muktamar NU Nadi Kehidupan yang Diuji Kemarau: Konservasi Air di Waduk Wonorejo Tulungagung Karnaval SD Negeri Godog: Ajang Edukasi Keberagaman Budaya Nusantara Momen Haru Perdana, Santri PPI AMF Malang Bertemu Keluarga Setelah Pisah Lebih Sebulan Semarak Gebyar UMKM 2026 Sidoarjo: Lomba Senam Meriahkan Peringatan Kemerdekaan dan Promosi Produk Lokal

Pendidikan

Tragis! Pelajar Tangerang Tewas Usai Demo Jakarta, Luka Parah

badge-check


					Tragis! Pelajar Tangerang Tewas Usai Demo Jakarta, Luka Parah Perbesar

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Tangerang. Seorang pelajar berinisial ALF harus kehilangan nyawanya usai terlibat dalam demo yang berujung ricuh di Jakarta. Tragedi ini bikin hati miris, apalagi setelah ALF mengalami luka serius di bagian kepala.

ALF sendiri ikut aksi unjuk rasa itu pada 28 Agustus 2025. Sempat dirawat intensif di rumah sakit, namun takdir berkata lain. Setelah berjuang melawan luka parah, ALF dinyatakan meninggal dunia pada 1 September 2025. Jeda beberapa hari itu tentu jadi masa-masa penuh harap dan cemas bagi keluarga.

Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kapolresta Tangerang, turut membenarkan insiden nahas ini. Ia menegaskan, “Betul, dan kami sangat berduka atas hal tersebut,” saat dikonfirmasi pada Senin, 1 September. Pernyataan ini sekaligus menjadi konfirmasi resmi atas kepergian ALF yang tragis dalam demo anarkis tersebut.

Lebih lanjut, Kombes Andi mengungkap fakta yang bikin merinding. Sebelum kejadian, ALF sempat berpamitan ke orang tua untuk pergi sekolah dan pulang seperti biasa. Tapi, tak lama setelah tiba di rumah, ALF izin keluar lagi untuk “melaksanakan kegiatan” lain. Mirisnya, kemudian ALF ditemukan sudah berada di rumah sakit dalam kondisi tanpa identitas. Ini berdasarkan pendalaman awal yang dilakukan pihak kepolisian terkait keterlibatan pelajar tersebut.

Meski demikian, ada satu keputusan besar dari pihak keluarga ALF. Kapolresta Andi menjelaskan, keluarga almarhum memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Dengan hati yang lapang, mereka menerima kepergian ALF secara ikhlas, meski tentu saja duka tak terhingga masih menyelimuti mereka.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. “Tentu kami prihatin sekali bagaimana anak kita kok bisa ikutan ke sana,” ujarnya dengan nada khawatir. Ia pun langsung tancap gas mengeluarkan imbauan penting untuk para orang tua, guru, dan kepala sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap anak didik mereka. “Tolong tingkatkan pengawasan agar anak-anak kita tidak mudah terprovokasi ikut-ikutan hal yang belum mereka pahami,” tegas Soma. Ia menambahkan, kalau niatnya idealisme dan menyuarakan tuntutan rakyat, itu sah-sah saja. Namun, jika tujuannya hanya ikut-ikutan dalam suasana kekerasan unjuk rasa, itu yang sangat tidak dibenarkan. Pesan ini penting banget buat kita semua, khususnya para orang tua di Kabupaten Tangerang, untuk menjaga anak-anak dari aksi kericuhan yang bisa berakibat fatal.

Ringkasan

Seorang pelajar berinisial ALF asal Kabupaten Tangerang meninggal dunia setelah terlibat dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025. ALF mengalami luka serius di kepala dan sempat dirawat intensif di rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 1 September 2025. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, membenarkan kejadian ini.

Sebelum kejadian, ALF berpamitan untuk pergi sekolah, namun kemudian keluar rumah lagi untuk kegiatan lain dan ditemukan di rumah sakit tanpa identitas. Meskipun demikian, keluarga ALF memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyampaikan rasa prihatin dan mengimbau orang tua, guru, dan kepala sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak didik agar tidak mudah terprovokasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Spiritual Kiai Said di Tebuireng: Mencari Kedamaian di Tengah Dinamika Muktamar NU

29 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Nadi Kehidupan yang Diuji Kemarau: Konservasi Air di Waduk Wonorejo Tulungagung

29 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Karnaval SD Negeri Godog: Ajang Edukasi Keberagaman Budaya Nusantara

29 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Momen Haru Perdana, Santri PPI AMF Malang Bertemu Keluarga Setelah Pisah Lebih Sebulan

29 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jombang Menanti Gema Muktamar NU ke-35: Titipan Amanah Kebangsaan dari Ikatan Pesantren Indonesia

29 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Trending di Pendidikan