Menu

Mode Gelap
Kebakaran Heboh! 120 Rumah Adat Sasak di Dusun Sade Lombok Tengah Ludes Dilalap Api Prabowo Tegaskan Negara Hadir Penuh, Kerahkan Ribuan Armada Tangani Karhutla dan Bencana! Ketika Santri Berteknologi: Inovasi Digital Mengawal Muktamar NU ke-35 di Jombang Ketika Bara Kecil Menjelma Ancaman: Pelajaran dari Kebakaran Gudang Rosok di Ponorogo Membangun Karakter Generasi Muda: Lazismu Jember Perkuat Filantropi di Sekolah Muhammadiyah KKN STIT Miftahul Midad Sukses Pererat Kebersamaan Warga Labruk Kidul Lewat Lomba Edukatif HUT RI ke-81

Berita Terkini

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

badge-check


					Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan Perbesar

Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika gelombang manusia mulai memenuhi Padang Arafah. Satu per satu, lalu ribuan, lalu jutaan—hingga Selasa ini lebih dari 1,6 juta jemaah haji telah berkumpul di hamparan terbuka berjarak sekitar 20 kilometer di tenggara Kota Makkah itu.

Inilah Wukuf Arafah—berdiam di Arafah—inti dan mahkota dari seluruh rangkaian ibadah haji. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda singkat namun padat makna: “Al-hajju Arafah”—Haji itu adalah Arafah.

Sejak fajar hari kesembilan bulan Zulhijah, jemaah mengalir masuk ke kawasan Arafah. Mereka datang dengan satu misi: beribadah, berdoa, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampunan — semuanya dilakukan di dalam batas-batas kawasan suci ini hingga matahari terbenam.

Para ulama Islam menggambarkan hari ini sebagai salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Sebuah hari yang lekat dengan rahmat, ampunan, dan pembaruan spiritual. Tepat di sini, pada tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad Saw. menyampaikan Khutbatul Wada—Khotbah Perpisahan—dari atas Jabal Arafah atau yang dikenal sebagai Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Suasana di Arafah diliputi kekhusyukan yang sulit dilukiskan. Di mana-mana terdengar lantunan talbiah dan takbir. Tangan-tangan terulur ke langit, memohon dalam berbagai bahasa — namun dengan satu Tuhan yang sama.

Pada tengah hari, khotbah Arafah disampaikan kepada para jamaah, memberikan bimbingan keagamaan sekaligus pengingat tentang keutamaan hari ini. Setelahnya, jamaah melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar secara jamak dan qashar, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Namun, ibadah tahun ini berlangsung di bawah tekanan cuaca yang ekstrem. Suhu melampaui 45 derajat Celsius, mendorong otoritas kesehatan Arab Saudi untuk berjaga penuh dan terus mengimbau jamaah agar menjaga hidrasi serta menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.

Pengalaman spiritual yang khidmat ini tak terwujud begitu saja. Di baliknya, otoritas Arab Saudi menggelar operasi logistik skala raksasa: sistem pengendalian kerumunan, jaringan transportasi, layanan medis, hingga unit respons darurat dikerahkan di seluruh kawasan suci untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan lebih dari 1,6 juta jiwa.

Ketika senja tiba dan matahari mulai tenggelam, Padang Arafah perlahan dikosongkan. Para jemaah bergerak menuju Muzdalifah — bukan untuk beristirahat sepenuhnya, melainkan untuk menunaikan salat Magrib dan Isya secara jamak, lalu bermalam dalam ibadah dan istirahat sejenak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini