KlikMojok – SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Malang telah sukses menyelenggarakan sebuah seminar pendidikan internasional pada Senin, 21 September 2026. Acara bertajuk “International Seminar for Future Education: Pendidikan dan Pembentukan Karakter Manusia” ini diadakan di The Titanium Building SMK Mutu, bertujuan untuk mengupas tuntas isu-isu krusial dalam dunia pendidikan serta pembentukan karakter di era modern. Kolaborasi strategis antara SMK Mutu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Malaysia Terengganu (UMT) berhasil menghadirkan lima profesor dan akademisi terkemuka dari kedua negara sebagai pembicara utama.
Seminar internasional ini merupakan wujud nyata komitmen SMK Mutu dalam mengembangkan kualitas pendidikan dan memperkaya wawasan para pengajar. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan sekolah, yang antusias mengikuti paparan dari para ahli. Para pembicara yang hadir antara lain Profesor Ts. Dr. Muhammad Suzuri bin Hitam dan Professor Ts. Dr. Amiza binti Mat Amin dari Universitas Malaysia Terengganu, serta Prof. Dr. Ir. Imam Robandi, M.T., IPU, Prof. Dr. Vita Ratnasari, S.Si., M.Si., dan Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Dalam sesi paparannya, Prof. Imam Robandi dari ITS Surabaya memberikan penjelasan mendalam mengenai strategi menghadapi keberagaman karakteristik siswa. Ia menekankan pentingnya bagi guru untuk mampu menganalisis siswa dari tiga aspek utama, yaitu psikomotorik, afektif, dan kognitif. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa secara akurat.
Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap gaya belajar siswa, guru diharapkan dapat menentukan metode pengajaran yang paling tepat dan efektif. Prof. Imam Robandi menegaskan, “Pendidikan yang efektif adalah merasakan, maka siswa harus bisa merasakan (mengalami). Oleh karena itu, guru harus bisa membedakan kebutuhan psikomotorik, afektif dan kognitif siswa agar bisa menentukan metode belajar yang tepat untuk mereka.”
Senada dengan pembahasan sebelumnya, Prof. Riyanarto Sarno, juga dari ITS Surabaya, menyoroti tantangan besar yang dihadapi guru di era kemajuan teknologi saat ini. Salah satu aspek yang menjadi fokus adalah penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana untuk memperoleh informasi.
Menurut Prof. Riyanarto, seorang guru dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuannya (upgrade) agar bisa lebih canggih dan adaptif dibandingkan AI. Ia menekankan bahwa kreativitas adalah aspek krusial yang belum sepenuhnya tersentuh oleh AI, sehingga guru harus senantiasa memiliki dan mengembangkan kreativitas. Pemanfaatan AI sebaiknya tidak dijadikan sebagai sumber jawaban utama, melainkan sebagai sarana basis keterbukaan teknologi. “Ajak siswa berdiskusi tentang jawaban AI, kreativitaskan jawaban itu sehingga lebih berbobot lagi hasilnya,” ujarnya, memberikan saran praktis kepada para pendidik.
Sementara itu, Profesor Ts. Dr. Muhammad Suzuri bin Hitam dari Universitas Malaysia Terengganu menyoroti pentingnya kebersihan hati dalam berinteraksi dengan siswa. Ia mengutip sebuah sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan tiga hal yang pahalanya tidak akan terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Prof. Muhammad Suzuri menekankan esensi dari niat yang lurus dan hati yang bersih. “Kita harus bersihkan hati kita dulu, meluruskan niat. Hati yang bersih membuat ilmu yang dipelajari berdampak nyata pada perbaikan akhlak dan kebaikan sehari-hari,” ucapnya. Menurutnya, kejernihan hati seorang pendidik akan sangat memengaruhi transfer ilmu dan pembentukan karakter positif pada peserta didik.
Melalui penyelenggaraan seminar pendidikan internasional ini, SMK Mutu Gondanglegi kembali mempertegas komitmennya sebagai sekolah penggerak yang tidak pernah berhenti berinovasi. Sekolah ini secara berkelanjutan berupaya memperbarui pengetahuan guru dan karyawan, serta membuka jejaring global. Tujuannya adalah untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.












