Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Siswa Smamio Eksplorasi Sains dalam Al-Qur’an di Umsura, Asah Nalar Kritis dan Keimanan

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

KlikMojok – Puluhan siswa Quranic and Science Class SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) baru-baru ini memperdalam pemahaman mereka tentang hubungan antara sains dan spiritualitas. Melalui kegiatan Smamio Scientific Adventure yang diselenggarakan bersama pemateri dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), para siswa menelusuri berbagai topik, mulai dari asal-usul air, proses penciptaan manusia, hingga pengembangan pemikiran kritis dalam konteks sains dan ajaran agama.

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, suasana di Ruang 1008 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dipenuhi konsentrasi. Puluhan siswa dari kelas Quranic and Science SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) dengan saksama menyimak paparan materi yang disajikan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Smamio Scientific Adventure, sebuah program yang mengusung tema inspiratif: “Explore Nature, Discover Science, Reflect the Quran. Level Up Your Iman”. Melalui tema ini, para siswa diajak untuk memperluas cakrawala berpikir mereka, melintasi batasan waktu dan berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Sesi pembuka dipimpin oleh Salman Al Farisi S.Sy. M.H., seorang Asisten Ahli Program Studi Hukum Keluarga Islam Umsura. Beliau membuka diskusi interaktif yang membahas perspektif Al-Qur’an dan sains dalam memahami alam semesta. Salman memulai pembahasannya dengan mengajak siswa untuk menelaah peran air, yang diyakini sebagai fondasi esensial bagi kehidupan di planet bumi ini.

Dalam penjelasannya, Salman merujuk pada Surah Al-Anbiya ayat 30, yang secara tegas menyatakan bahwa Allah Swt. telah menciptakan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Selain itu, ia juga menghubungkan konsep tersebut dengan Surah Al-Baqarah ayat 22, yang menggambarkan air hujan sebagai sumber rezeki yang melimpah bagi umat manusia.

Diskusi menjadi semakin menarik ketika Salman membandingkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dengan gagasan dari ilmuwan Jan Baptista van Helmont. Salman menyampaikan, “Ilmuwan abad ke-17 itu meneliti air dan pertumbuhan tanaman.”

Perbandingan antara ajaran Al-Qur’an dan pemikiran ilmiah ini berfungsi untuk memandu para siswa dalam memahami sejarah perkembangan pemikiran ilmiah. Lebih dari itu, mereka diajak untuk merenungkan betapa vitalnya peran air bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk. Dengan menggunakan pendekatan bercerita (storytelling) ini, siswa tidak hanya menerima teori-teori formal, tetapi juga dapat merasakan kedalaman makna dari ayat-ayat Al-Qur’an secara lebih nyata dan konkret. Adanya perbandingan dengan sejarah sains dari dunia Barat juga memberikan perspektif baru bagi siswa dalam menginterpretasikan berbagai fenomena alam yang mereka temui sehari-hari.

Sesi selanjutnya menyentuh topik yang tidak kalah menarik, yaitu mengenai proses penciptaan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salman Al Farisi secara rinci menguraikan konsep-konsep seperti nutfah, alaqah, dan mudghah, yang dijelaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12–14. Selain itu, ia juga membahas Surah An-Nur ayat 45 yang menjelaskan tentang penciptaan hewan dari air.

Guna memantik dan mengembangkan daya nalar kritis siswa, Salman kemudian membandingkan penjelasan Al-Qur’an dan temuan embriologi modern dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Momen ini menciptakan ruang percakapan interaktif, yang menjadi sarana efektif bagi siswa untuk belajar memahami konteks dari setiap sudut pandang secara bijaksana dan rasional.

Eksplorasi sains ilmiah ini berlanjut dengan membahas ‘Water Experiment’ yang dipopulerkan oleh peneliti asal Jepang, Masaru Emoto. Salman memperlihatkan foto-foto kristal es yang menurut klaim Emoto terbentuk dan berubah bentuk karena pengaruh kata-kata, musik, dan niat tertentu. Ia kemudian mengaitkan eksperimen tersebut dengan Surah Al-Waqi’ah ayat 68–69, yang mengajak manusia untuk merenungkan asal-usul air minum yang mereka konsumsi setiap hari.

Namun, Salman juga mengingatkan para siswa bahwa klaim yang diajukan oleh Masaru Emoto tersebut belum mendapatkan dukungan ilmiah yang kuat dan teruji secara terkontrol. Penjelasan ini berfungsi sebagai latihan penting bagi siswa Smamio, membekali mereka dengan kemampuan untuk membedakan antara refleksi spiritual yang mendalam, klaim penelitian yang masih perlu pembuktian, dan kesimpulan ilmiah yang telah teruji secara empiris dan meyakinkan.

Menjelang akhir sesi, Salman Al Farisi kembali menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan atau kompas utama dalam menelaah dan memahami setiap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ia menekankan bahwa kebenaran yang terkandung dalam wahyu ilahi telah lebih dahulu ada dan mendahului berbagai penemuan yang dilakukan oleh manusia.

Salman mempertegas pesan utama pembelajarannya dengan menyatakan, “Jadi, pada dasarnya, pelbagai penemuan oleh akademisi dan ilmuwan yang kita kenal dan pelajari hari ini faktanya telah dijelaskan oleh Al-Qur’an jauh sebelum para ilmuwan menemukan teori tersebut.”

Melalui sesi kedua dari Smamio Scientific Adventure ini, siswa-siswi dari kelas Quranic and Science Smamio berhasil memperoleh pengalaman belajar yang sangat bermakna, yang secara harmonis mempertemukan antara sains dan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini tidak hanya berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengasah nalar kritis para peserta, tetapi juga turut memperkokoh keimanan siswa, sejalan dengan semangat dan tujuan dari tema besar yang mereka usung.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Membatik Bersama Ibu-Anak: KB/TK ABA 8 Sidoarjo Lestarikan Batik & Perkuat Bonding

10 Okt 2026 - 12:36 WIB

Membatik Bersama Ibu-Anak: KB/TK ABA 8 Sidoarjo Lestarikan Batik & Perkuat Bonding

Eksplorasi Peternakan: Outing Class KB Cahaya Aisyiyah Tingkatkan Keberanian dan Pengetahuan Anak Usia Dini

10 Okt 2026 - 09:43 WIB

Eksplorasi Peternakan: Outing Class KB Cahaya Aisyiyah Tingkatkan Keberanian dan Pengetahuan Anak Usia Dini

Optogenetika: Sakelar Cahaya Revolusioner Menguak Misteri Otak dan Potensi Pengobatan Masa Depan

10 Okt 2026 - 09:42 WIB

Optogenetika: Sakelar Cahaya Revolusioner Menguak Misteri Otak dan Potensi Pengobatan Masa Depan

Pelampung Harapan dan Pelajaran Pahit: Kisah Irwan Bertahan Hidup di Laut Setelah KMP Virgo Transport 8 Tenggelam

10 Okt 2026 - 06:13 WIB

Pelampung Harapan dan Pelajaran Pahit: Kisah Irwan Bertahan Hidup di Laut Setelah KMP Virgo Transport 8 Tenggelam

Dari Lahan Madiun hingga Masa Depan Tanah: Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Tak Wajib Paketan, dan Urgensi Pemupukan Berimbang

10 Okt 2026 - 06:12 WIB

Dari Lahan Madiun hingga Masa Depan Tanah: Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Tak Wajib Paketan, dan Urgensi Pemupukan Berimbang
Trending di Pendidikan