BANGIL — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAIT Al Uswah Bangil di kancah kompetisi internasional. Dua tim siswa SMAIT Al Uswah Bangil berhasil meraih prestasi dalam International Youth Research Competition (IYRC) 2026, sebuah ajang kompetisi riset tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa siswa SMAIT Al Uswah Bangil tidak hanya unggul dalam pembelajaran akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan penelitian yang inovatif, solutif, dan relevan dengan tantangan kehidupan masa kini.
Prestasi tertinggi diraih oleh tim putri SMAIT Al Uswah Bangil yang berhasil menempati posisi 2nd Winner atau Juara 2 dalam International Youth Research Poster Competition 2026. Tim tersebut terdiri atas Alleyah Nur Abyanti, Faizah Isykarimah, dan Jihan Nuraini. Ketiganya mengangkat penelitian berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Kotoran Kelinci Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair.
Keberhasilan meraih Juara 2 di tingkat internasional menjadi pencapaian yang sangat membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi kekuatan generasi muda dalam menghasilkan inovasi.
Tidak berhenti di tim putri, tim putra SMAIT Al Uswah Bangil juga berhasil menunjukkan kualitasnya dengan meraih First Runner Up atau Juara Harapan 1 dalam kompetisi yang sama. Tim putra tersebut terdiri atas Ammar Abdurrahman Nabhan, Alzam Wirya Muzhafaruddin, dan Danish Muhammad Naufal.
Ketiganya mengangkat penelitian berjudul “Pengembangan AI Berbasis Chatbot untuk Literasi Keuangan, Kontrol Uang Saku dan Target Menabung Siswa.”
Melalui gagasan pengembangan AI berbasis chatbot, para siswa menawarkan sebuah inovasi yang dapat membantu pelajar meningkatkan literasi keuangan, mengontrol penggunaan uang saku, serta menetapkan dan memantau target menabung.
Karya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa siswa SMAIT Al Uswah Bangil mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengarahkannya untuk memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. SMAIT Al Uswah Bangil membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan gagasan, menemukan solusi, dan mempersiapkan generasi yang mampu mengambil peran di masa depan.
Selamat kepada Alleyah Nur Abyanti, Faizah Isykarimah, Jihan Nuraini, Ammar Abdurrahman Nabhan, Alzam Wirya Muzhafaruddin, dan Danish Muhammad Naufal.
Teruslah meneliti. Teruslah berinovasi. Teruslah berkarya.
Hari ini mereka membawa nama SMAIT Al Uswah Bangil ke panggung kompetisi internasional. Esok, bukan tidak mungkin mereka akan membawa gagasan dan karya Indonesia ke panggung dunia.(SF)












