Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Simatren SDAI eLKISI: Jembatan Digital Orang Tua dan Sekolah Pantau Perkembangan Tahfiz Santri

badge-check

Simatren SDAI eLKISI: Jembatan Digital Orang Tua dan Sekolah Pantau Perkembangan Tahfiz Santri Perbesar

KlikMojok – SD Alam Islami (SDAI) eLKISI secara resmi memperkenalkan aplikasi inovatif bernama Simatren. Peluncuran Simatren ini bertujuan utama sebagai platform informasi digital yang memungkinkan para wali santri untuk memantau secara langsung perkembangan belajar putra-putri mereka, khususnya dalam aspek tahfiz (menghafal) dan tahsin (memperbaiki bacaan) Al-Qur’an. Acara peluncuran aplikasi penting ini diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI yang berlokasi di Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Agustin Dwi Ayuningsih, yang menjabat sebagai Wakil Kepala SDAI eLKISI Bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa kehadiran Simatren diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempermudah wali santri dalam mengakses informasi seputar kemajuan proses belajar putra dan putri mereka. Ayu, sapaan akrab Agustin Dwi Ayuningsih, secara eksplisit menyatakan harapannya terhadap aplikasi ini. “Dengan diluncurkannya aplikasi Simatren ini, saya berharap aplikasi ini dapat menjadi salah satu sarana yang mendukung proses pendidikan dan perkembangan ananda di SDAI eLKISI, khususnya dalam memberikan informasi yang lebih mudah dan terarah kepada wali santri,” ujarnya.

Secara spesifik, melalui fitur-fitur yang disediakan dalam aplikasi Simatren, para wali santri kini memiliki kemampuan untuk memantau dengan detail kemajuan belajar anak-anak mereka, terutama yang berkaitan erat dengan capaian dalam tahfiz dan tahsin Al-Qur’an.

Menurut penjelasan Ayu, ketersediaan informasi yang transparan ini sangat krusial karena dapat membantu orang tua dalam mengidentifikasi secara jelas bagian-bagian pembelajaran yang telah berhasil dikuasai oleh anak, serta area-area mana yang masih membutuhkan perhatian lebih dan peningkatan. Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan tersebut, orang tua akan lebih mudah dalam menyesuaikan metode pendampingan belajar saat anak-anak berada di lingkungan rumah. Ayu menegaskan, “Ketika orang tua mengetahui bagian yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu ditingkatkan, orang tua dapat memberikan motivasi dan membantu santri mengulang kembali pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya.”

Ayu lebih lanjut menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif dari orang tua merupakan elemen yang sangat vital dalam mendukung dan mendampingi seluruh proses pendidikan para santri. Oleh karena itu, ia berharap agar informasi yang disajikan melalui aplikasi Simatren tidak hanya sebatas pada pemantauan capaian atau nilai belajar semata.

Ayu menjelaskan bahwa terdapat sinergi yang kuat antara peran sekolah dan orang tua, di mana keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan. Pihak sekolah bertanggung jawab penuh dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan pendampingan intensif selama santri berada di lingkungan institusi pendidikan. Sementara itu, peran orang tua adalah melanjutkan dan memperkuat pendampingan tersebut di rumah. Dalam konteks ini, Ayu sangat berharap bahwa Simatren mampu menjadi sarana efektif untuk memperkuat jalinan komunikasi dan kolaborasi antara kedua belah pihak.

Menutup penjelasannya, Ayu menyampaikan sebuah visi besar terkait aplikasi ini. “Harapan kami, Simatren bukan hanya menjadi sebuah aplikasi untuk melihat nilai atau perkembangan belajar, tetapi juga menjadi jembatan antara sekolah dan orang tua dalam bersama-sama mendampingi dan menyukseskan pendidikan putra-putri kita,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Jurnalis Bayu Nurjanah, yang meraih Juara 2 dalam praktik menulis pada Pelatihan Jurnalistik bertema “Menulis Berita Semudah Bercerita” di PPIC eLKISI, Sabtu (13/9/26).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Tengah Gelombang Cemas: Polresta Sumenep Bentuk Posko Tanggap Darurat Pasca Hilang Kontak KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026 - 21:04 WIB

Di Tengah Gelombang Cemas: Polresta Sumenep Bentuk Posko Tanggap Darurat Pasca Hilang Kontak KM Virgo Transport 8

Jejak Petaka di Klayar: Ketika Sensasi ATV Berujung Tragis dan Tanya Soal Keselamatan Wisata

13 Sep 2026 - 21:04 WIB

Jejak Petaka di Klayar: Ketika Sensasi ATV Berujung Tragis dan Tanya Soal Keselamatan Wisata

Dedikasi Guru Dihargai: Empat Pendidik Yayasan Al-Ibrah Raih Hadiah Umrah di Milad Ke-37

13 Sep 2026 - 21:03 WIB

Dedikasi Guru Dihargai: Empat Pendidik Yayasan Al-Ibrah Raih Hadiah Umrah di Milad Ke-37

Dari Bakaran Sampah ke Dapur yang Hangus: Kisah Sukaryono di Situbondo dan Pentingnya Edukasi Pencegahan Kebakaran

13 Sep 2026 - 18:46 WIB

Dari Bakaran Sampah ke Dapur yang Hangus: Kisah Sukaryono di Situbondo dan Pentingnya Edukasi Pencegahan Kebakaran

Di Balik Sirene Patroli Ngawi: Menjemput Keselamatan, Menepis Kecelakaan di Jalan Raya

13 Sep 2026 - 18:45 WIB

Di Balik Sirene Patroli Ngawi: Menjemput Keselamatan, Menepis Kecelakaan di Jalan Raya
Trending di Pendidikan