KlikMojok – Deburan ombak Pantai Klayar di Pacitan, Jawa Timur, biasanya menjadi melodi pengantar liburan yang menenangkan, berpadu dengan keindahan batuan karang yang menjulang megah, menyerupai Sphinx dari kejauhan. Namun, pada Minggu pagi yang naas, 13 September 2026, keheningan alam itu pecah oleh sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa seorang wisatawan, Sri Wahyuni (44), warga Kabupaten Sidoarjo. Insiden kecelakaan ATV di Pantai Klayar ini menjadi pengingat pahit tentang risiko tersembunyi di balik keseruan aktivitas rekreasi.
Sekitar pukul 09.00 WIB, suasana ceria di salah satu permata tersembunyi Jawa Timur itu berubah kelabu. Sri Wahyuni, yang tengah menikmati sensasi mengendarai ATV di area pantai, mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan roda empat yang ia kemudikan kehilangan kendali, lalu terjatuh ke area bebatuan di tepi pantai yang keras dan tak mengenal kompromi.
“Pengemudi menghindari jalan yang rusak, kemudian kehilangan kendali. Selanjutnya pengemudi dan kendaraan ATV terjatuh ke tepi pantai yang berupa bebatuan,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustaf Yunastianto. Penjelasan ini menguak potensi bahaya dari kondisi medan yang mungkin tidak selalu ideal, ditambah dengan dinamika kecepatan dan kemampuan mengendalikan kendaraan yang membutuhkan keahlian khusus.
Benturan keras saat jatuh ke bebatuan menyebabkan korban mengalami luka serius pada bagian kepala. Nyawanya tak tertolong, dan Sri Wahyuni dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sebuah petaka yang tak terduga, mengubah liburan menjadi duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan ATV di Pantai Klayar tersebut. Kendaraan ATV yang dikendarai korban juga telah diamankan sebagai barang bukti, bagian dari prosedur investigasi yang menyeluruh. “Kami berkoordinasi dengan Polsek Donorojo serta pengelola objek wisata Pantai Klayar untuk mendalami kejadian tersebut,” pungkas Ipda Agustaf Yunastianto, menegaskan komitmen untuk mengungkap semua fakta di balik tragedi ini.
Kecelakaan ini bukan sekadar berita duka, melainkan juga sebuah pelajaran berharga bagi semua pihak. Bagi wisatawan, pentingnya kesadaran akan risiko, membaca petunjuk keselamatan, dan menilai kemampuan diri sebelum menjajal aktivitas yang menantang. Bagi pengelola objek wisata dan penyedia jasa ATV, kejadian ini adalah seruan untuk mengevaluasi standar keamanan, kondisi kendaraan, serta kelayakan infrastruktur jalan yang dilalui. Pendidikan keselamatan dan pemahaman risiko seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap pengalaman wisata, memastikan bahwa sensasi petualangan tidak pernah dibayar dengan harga yang terlalu mahal.












